Ibu-ibu Arisan Hiswana Migas Bali Berbagi Kasih di Panti Tresna Werda Wana Seraya | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 29 Oktober 2020
Diposting : 13 August 2018 10:57
Arief Wibisono - Bali Tribune
ARISAN - Kunjungan Ibu-ibu arisan Hiswana Migas ke panti Tresna Werda Wana Seraya, Biaung, Denpasar.
BALI TRIBUNE - Sebagai wujud peduli kepada orang tua di panti jompo, ibu-ibu yang tergabung dalam arisan Hiswana Migas Bali, Kamis (9/8) sore mengunjungi Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar di Kesiman.
 
Kedatangan ibu-ibu arisan Hiswana Migas tersebut disambut gembira puluhan warga yang rata-rata sudah lanjut usia. Selain turut bernyanyi, warga panti juga ikut berjoged bersama menikmati lagu-lagu nostalgia. "Kami senang bisa bersama para orang tua yang hidupnya jauh dari keluarga, bahkan ada yang sudah tak punya sanak saudara," jelas  Dewi Supriani,S.H. yang akrab disapa Ani Yahya mewakili rekan-rekannya.
 
Owner PT Indo Bali Gas ini mengatakan kegiatan sosial para ibu-ibu arisan Hiswana Migas ini rutin dilakukan setiap bulan. Selain berbagi ke panti, para ibu ini juga melakukan kegiatan sosial lainnya dengan langsung mendatangi warga yang akan dibantu. "Kami arisan tiap bulan. Kadang dalam satu bulan itu ada  yang berulang tahun. Jadi sekalian berulang tahun bersama warga yang kita kunjungi," tambah Ani Yahya yang baru saja memasuki usia 51tahun ini. Ani Yahya dan rekan-rekannya mengajak warga panti bergembira. Selain menghibur warga panti, ibu-ibu arisan Hiswana Migas juga makan bersama. Usai acara Ani Yahya menyerahkan "bekal" kepada masing-masing warga panti sebagai bentuk kepedulian.
 
Ani Yahya mengaku terenyuh melihat orang tua di panti tersebut. Mereka mengaku senang dikunjungi. Ia mendoakan warga panti betah dan diberi kesehatan. Bahkan Ani Yahya berjanji tahun depan akan datang lagi. Selain ke panti, kelompok ibu-ibu arisan Hiswana Migas merencanakan akan menyerahkan bantuan ke Lombok.
 
Sementara Kasub TU UPT Pelayanan Sosial Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar IGA Trisnawati menjelaskan di panti saat ini ada 44 warga yang diasuh sepuluh di antaranya laki-laki. Warga lanjut usia ini sehari-hari diberi  bimbingan sosial, spiritual termasuk aktivitas lainnya seperti membuat jejaitan, dan lain-lain untuk mengisi waktu luangnya. Panti juga memberi pelayanan kesehatan termasuk kremasi bila ada warga panti yang meninggal.