IKAPPI Bali Diminta Bantu Geliatkan UMKM di Badung | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 30 Oktober 2020
Diposting : 22 September 2020 23:45
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/ Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa
Balitribune.co.id | Badung - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, minta Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) yang terbentuk di Provinsi Bali dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan menggeliatkan UMKM di tengah gempuran dan keberadaan toko dan pasar modern.
 
"Kami selaku pemerintah daerah berterima kasih dan menyampaikan apresiasi atas terbentuknya IKAPPI di Bali. Dengan adanya organisasi yang terstruktur dan sistematis seperti ini akan memudahkan kami dalam bersinergi membangkitkan UMKM dan menggeliatkan pasar rakyat untuk menjadi soko guru perekonomian masyarakat," ujar Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam keterangan Humas Badung yang diterima di Mangupura, Selasa.
 
Ia mengatakan, mewabahnya pandemi COVID-19, tidak menyurutkan niat pemerintah dan masyarakat untuk terus kembali berusaha mendorong dan menggeliatkan sektor perekonomian yang terpuruk.
 
Menurut dia, UMKM juga merupakan solusi nyata dalam menggeliatkan sektor ekonomi yang terpuruk akibat pandemi, karena keberadaan UMKM dinilai relatif aman di berbagai situasi yang terjadi.
 
"Masyarakat yang dirumahkan dari tempat kerja akibat terdampak pandemi COVID-19 juga bisa melirik sektor UMKM untuk bertahan di sektor ekonomi," kata Wabup Ketut Suiasa.
 
Ia menjelaskan, pihaknya juga berkomitmen untuk selalu mendukung dan menguatkan sektor UMKM di Badung yang sudah diwujudkan diantaranya dalam bentuk pelaksanaan Pasar Gotong Royong yang setiap hari Jumat di lingkungan Puspem Badung.
 
Pada kegiatan tersebut, pelaku UMKM diberikan fasilitas lapak gratis untuk memasarkan hasil produksinya yang meliputi hasil pertanian, perikanan maupun kerajinan.
 
"Mereka yang berjualan di lapak UMKM dan pasar tradisional rata-rata adalah masyarakat kami sendiri yang memang menjual dan mengutamakan produk lokal, sehingga tentunya dapat membangkitkan perekonomian daerah," katanya.
 
Dengan berdirinya organisasi Ikatan Pedagang Pasar Indonesia untuk wilayah Bali dan Badung tersebut, Wabup Suiasa juga berharap pelaku UMKM dan pedagang yang ada di pasar tradisional dapat menjadi basis ekonomi di Badung.
 
"Untuk itu, kami harus memberikan manajemen perlindungan yang spesifik terhadap pelaku UMKM atau pedagang," ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah IKAPPI untuk Bali, Sudadi Murtado mengatakan pembentukan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia di Bali bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak pedagang pasar di Provinsi Bali dalam satu wadah bersama.
 
"Ikatan Pedagang Pasar Indonesia sudah terbentuk sejak tahun 2017 lalu. Sedangkan IKAPPI di Bali termasuk yang termuda karena baru terbentuk 24 Agustus yang lalu dan di seluruh Indonesia sudah terbentuk 34 IKAPPI," ujarnya.