Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

ISHI Ajak Pelaku Usaha Garap “Leisure Economy”

I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer
I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer

BALI TRIBUNE - Perkembangan dan perubahan bisnis begitu cepat di era digital dan revolusi industri 4.0 ini. Dalam industri pariwisata dan leisure economy (ekonomi kesenangan), digitalisasi juga merambah ke segala aspek bisnis baik dari sisi model dan operasional bisnis maupun struktur tenaga kerja dan SDM. Maka para pelaku bisnis harus mampu menangkap peluang dan mengatasi tantangan ini dengan kreativitas dan inovasi dengan memanfaatkan big data,  artificial intelligent-AI (kecerdasan buatan), machine learning (pembelajaran mesin) dan teknologi robotika dalam balutan implementasi konsep sharing economy atau ekonomi berbagi. Demikian terungkap dalam  One Day Talkshow "Terobosan Memenangkan Ceruk Pasar Pariwisata di Era Leisure Economy" yang digelar Ikatan Senior HIPMI - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia - (ISHI) Provinsi Bali bekerjasama sama dengan Bank Mandiri di Hotel Aston Denpasar, Senin (11/6). Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber pakar di bidang ekonomi digital dan leisure economy (ekonomi bersenang-senang), pakar pariwisata serta senior-senior yang pernah menjabat pimpinan HIPMI Bali. Seperti Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra Ketua Umum HIPMI Bali periode 2003-2006, I.G.A Inda Yudha Ketua Umum HIPMI Bali periode 2013-2016,  I Ketut Sudikerta Mantan Pengurus BPD HIPMI Bali periode 2000-2003, I Ketut Sudikerta, Yuswohady Tim Co-Branding Kementrian Pariwisata, pakar blockchain Dr. Walter Tonetto, Kevin Wu Founder Tripal.co serta pembicara lainnya. Ketua Umum IHSI Bali yang juga Ketua Umum HIPMI Bali periode 2000-2003 I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer mengatakan konsep pengelolaan bisnis sudah berubah. Dulunya pola konvensional dengan owning economy (ekonomi memiliki) dimana untuk membuat usaha atau bisnis, pengusaha harus memiliki semua sumber daya dan aset sendiri. Namun hal itu tidak relevan lagi saat ini. Sebab bisnis saat ini harus mengarah pada pola sharing economy atau ekonomi berbagi. "Maka untuk mendirikan usaha dan bisnis tidak lagi harus memiliki sumber daya dan aset sendiri. Namun bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak," kata Demer. Dalam sharing economy, imbuh Demer, konsep dan teori analisis SWOT dengan aspek strenght (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan threat (ancaman) tidak relevan lagi terlalu relevan dan bisa gugur dengan sendirinya. Sebab empat aspek SWOT ini bisa tersebar dan saling melengkapi ketika ada kolaborasi diantara para pelaku bisnis yang berbagi sumber daya ekonomi. Demer mencontohkan pelaku sharing economy yang berkembang pesat dan cepat misalnya GoJek. Perusahaan startup yang didirikan Nadiem Makarim ini merupakan open platform (platform) terbuka dan tidak memiliki sumber daya atau aset sendiri. GoJek tidak punya sepeda motor tapi bisa menjadi salah satu penyedia jasa transportasi terbesar di tanah air. Mereka juga tidak punya restoran, tapi menjadi kanal transaksi yang besar dalam urusan pemesanan makanan dan minuman. "Dengan menerapkan sharing economy, ada perusahaan yang sebenarnya masih merugi tapi valuasinya triliunan. Misalnya GoJek masih bakar uang. Tapi Lippo dan banyak perusahaan besar mau berinvestasi triliunan dan valuasi perusahaan sangat tinggi dan menjadi unicorn," ujar Demer yang juga anggota Komisi VI DPR RI itu. Dalam konteks pariwisata, hotel terbesar di dunia bukanlah nama-nama beken seperti jaringan Hilton Worldwide, Starwood Hotels Resorts Worldwide, Marriot International Inc., atau nama besar lain. Melainkan Air BnB yang juga tidak punya satupun kamar hotel namun mempunyai open platform dan menjadi ruang transaksi para pencari akomodasi (hotel, apartemen, homestay) dengan pemilik akomodasi di seluruh dunia. "Kalau kita bicara ceruk pasar pariwisata,  Air BnB dan Airy Room misalnya sudah masuk Bali dengan digital ekonomi dan sharing economy. Hal-hal seperti ini bisa menjadi ancaman bagi pelaku bisnis konvensional," ujarnya. Maka dari itu, One Day Talk Show ini dengan menghadirkan sejumlah pakar ini diharapkan dapat membuka mindset, menambah wawasan dan membuka peluang para pelaku usaha di Bali menggarap berbagai potensi ekonomi khususnya leisure economy dan ekonomi digital serat pariwisata. Ketiga aspek ini harus menyatu digarap dengan pendekatan sharing economy. "Kami harapkan pelaku usaha melakukan konsolidasi dengan pendekatan sharing economy untuk menghadapi ekonomi digital dan revolusi industri 4.0 dimana akan ada automatisasi pekerjaan yang digantikan dengan robot dan kecerdasan buatan," tegasnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Turis Backpacker Kepergok Tidur di Kawasan Pura Sad Kahyangan Segara Penida

balitribune.co.id | Semarapura - Ulah wisatawan asing kembali menuai sorotan di Nusa Penida setelah  kedapatan tidur di kawasan Pura Sad Kahyangan Segara Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Peristiwa ini pun memicu reaksi keras masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Jebol, Jalan Utama Ditutup Ubud Macet Parah

balitribune.co.id | Gianyar - Guyuran hujan  di Wilayah Ubud, kembali menimbulkan bencana, Kamis (18/12). Selain banjir luapan,  Jalan Raya Ubud di barat Simpang Ambengan Peliatan, jebol lantaran senderan jalan  longsor. Jalan pun terpaksa ditutup dan kemacetan pun tidak terhindarkan.  Di sejumlah jalan yang dijadikan alternatif pun mengalami stuck atau.macet terkunci.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HUT ke-130, BRI Region 17/Denpasar Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan untuk Insan BRILiaN

balitribune.co.id | Denpasar - Memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) BRI ke-130, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 17/Denpasar menyelenggarakan kegiatan donor darah dan layanan kesehatan sebagai komitmen BRI untuk terus tumbuh berkelanjutan dengan mengedepankan kepedulian sosial dan kesehatan Insan BRILiaN.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dibandrol Rp27 Jutaan, Motor Listrik Molis Sprinto Resmi Hadir di Pulau Dewata

balitribune.co.id | Denpasar - PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) kembali melanjutkan rangkaian regional launching motor listrik (Molis) terbarunya, Indomobil eMotor (IM) Sprinto, dengan menghadirkan produk ini secara resmi kepada masyarakat Bali.  Acara peluncuran menghadirkan suasana lebih dekat dan interaktif bagi para undangan serta media untuk mengenal lebih jauh karakter dan teknologi yang dibawa Sprinto.

Baca Selengkapnya icon click

Terciduk Google Maps, Tabir Eksploitasi Hutan di Taman Nasional Bali Barat Terbongkar

balitribune.co.id | Negara - Kawasan Hutan Bali Barat, yang selama ini menjadi benteng terakhir kelestarian ekosistem di ujung barat Pulau Dewata, kini dinilai sudah berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Berawal dari viralnya tangkapan layar peta digital Google Maps yang menunjukkan area "botak" di tengah rimbunnya tutupan hijau, tabir dugaan eksploitasi hutan oleh pihak swasta kian mencuat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.