Isoman di Kuta Utara Dijemput Tim Gabungan, Setiap Hari 60 Orang Masuk Isoter | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 19 Oktober 2021
Diposting : 23 August 2021 00:31
ANA - Bali Tribune
Bali Tribune/ISOTER - Sekda Adi Arnawa bersama TNI dan Polri saat melakukan pemantauan penjemputan warga yang terkonfirmasi Covid-19 untuk menjalani Isoter di tempat yang sudah disediakan Pemerintah Kabupaten Badung, Jumat (20/8/2021).
balitribune.co.id | Mangupura  - Satu per satu warga yang positif terpapar Covid-19 dijemput Tim Gabungan bersama TNI/Polri untuk menjalani isolasi terpusat (Isoter) yang telah disiapkan Pemkab Badung.
 
Guna memudahkan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan tanpa gejala atau gejala ringan, Pemerintah Kabupaten Badung yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa bersama TNI dan Polri melakukan pemantauan penjemputan warga yang terkonfirmasi Covid-19 untuk menjalani isolasi secara terpusat (Isoter) di tempat yang sudah disediakan Pemerintah Kabupaten Badung. 
 
“Tentunya dengan konsep keselamatan warga masyarakat adalah panglima tertinggi bagi kami di Pemkab Badung,” ujar Sekda Adi Arnawa di sela pemantauan, Jumat (20/8). Turut hadir Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, Komandan Kodim 1611/Badung Kolonel Infantri I Made Alit Yudana, Kasatpol PP I GAK Suryanegara dan Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana.
 
Sekda Adi Arnawa mengatakan bahwa kehadirannya sebagai motivasi untuk masyarakat yang sudah terkonfirmasi untuk masuk Isoter, dengan turun langsung dengan TNI dan Polri setidaknya ada keinginan untuk melakukan Isoter. Dilihat cukup meningkatnya masyarakat yang melakukan Isoter, pihaknya sudah menyiapkan beberapa hotel dan akan ditambah lagi dan sudah diperintahkan Kadiskes Badung. 
 
“Karena saat ini kesadaran masyarakat untuk melakukan Isoter ini sudah meningkat, rata- rata tiap hari kurang lebih ada 60 masyarakat yang masuk untuk melaksanakan isoter,” jelasnya.
 
Dikatakan sesuai arahan Bupati Badung, pihaknya menyiapkan tempat isolasi terpusat seperti ini selain mengikuti arahan pemerintah pusat, karena tidak ingin mengambil risiko lebih jauh jika tidak memusatkan yang isoman pada satu tempat. 
 
Keuntungan dari memusatkan yang isoman pada satu tempat, pertama adalah mudah memantau perkembangan kondisi mereka, asupan makanan minuman dan obat-obatan mereka terjaga serta sesuai kebutuhan. Kedua, yakni mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetapi tidak bergejala ataupun memiliki gejala ringan memastikan agar mereka tidak memaparkan virus kepada yang lain. Semua ini tegak lurus dengan pemerintah pusat berkenaan dengan urusan kesehatan dan keamanan masyarakat di Kabupaten Badung.
 
Pihaknya juga mengatakan semoga dengan kesadaran masyarakat sudah meningkat, begitu terkonfirmasi langsung melakukan Isoter, maka penularan di masyarakat setidaknya akan berkurang dan itu sangat membantu penurunan angka Covid-19 di Badung. 
 
“Strategi kita untuk vaksin juga akan diubah. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang komorbid, hamil dan lansia kemarin kita tidak dahulukan maka sekarang kita prioritaskan karena kemarin banyak lansia yang terkena Covid-19 meninggal dunia,” paparnya.