IUMKM Bali Butuh Penguatan | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 02 Juli 2022
Diposting : 24 May 2017 17:47
Djoko Moeljono - Bali Tribune
IUMKM
IUMKM - Ketua Umum Asosiasi IUMKM Indonesia, Hermawati Setyorinny (kiri), ketika melantik Made Herry Erika Sedana, Ketua Asosiasi IUMKM Indonesia DPW Bali, beserta pengurus di The Trans Resort Bali, Kuta, Selasa (23/5).

BALI TRIBUNE - Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (IUMKM) perlu memahami pentingnya empat pilar pengembangan industri berupa produk, financial, governance, dan pasar untuk mempermudah jalannya usaha. Demikian dikatakan Made Herry Erika Sedana, Ketua Asosiasi IUMKM Indonesia DPW Bali, usai dilantik Ketua Umum Asosiasi IUMKM Indonesia Hermawati Setyorinny, di The Trans Resort Bali, Kuta, Selasa (23/5).

Erika menargetkan para anggotanya mengerti akan kekuatan produk, financial, governance, serta pasar yang kian berkembang. “Kami akan gembleng para anggota dalam berbagai pelatihan. Hal ini untuk menjembatani mereka ke pasar dan akses permodalan,” ujar Erika. Asosiasi IUMKM akan menjembatani akses permodalan dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diprogramkan oleh pemerintah.

“Pada triwulan pertama pembentukan asosiasi, kami akan menjembatani sekitar 100 pegiat usaha,” kata Erika, seraya menuturkan, IUMKM Bali masih mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Memang katanya, kontribusi terbesar masih datang dari industri pariwisata, namun sesungguhnya pariwisata banyak didukung oleh IUMKM lainnya, seperti industri kerajinan, warung makan, fashion, dan akesoris.

Sektor penopang itu akan terus berkembang dan tumbuh secara konsisten mengiringi industri utama, yakni pariwisata. “Jika industri utama dan penopang berjalan seiring, IUMKM Bali akan mampu memberikan kontribusi positif terhadap Bali,” jelas Erika. Selain pariwisata, ada bermacam-macam IUMKM yang bisa tumbuh dan berkembang bersama dengan industri pariwisata, yakni pertanian, trading serta supply chain hingga toko sembako, semuanya masuk dalam ruang lingkup IUMKM.

Dalam komitmen pengembangan IUMKM tersebut, sejalan dengan data yang dirilis BPS Bali. IUMKM Bali pada triwulan I/2017 mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,60 persen secara triwulanan, jika dibandingkan triwulan IV/2016. “Menurut data tersebut, capaian pertumbuhan IUMKM Bali ini berada diatas pertumbuhan nasional yang hanya sebesar 2,44 persen pada periode yang sama,” katanya.

Jika dilihat secara periode tahunan, IUMKM Bali pada triwulan I/2017 tumbuh positif sebesar 12,69 persen, dibandingkan triwulan yang sama periode 2016 lalu.

Bahkan angka pertumbuhan IUMKM Bali pada triwulan ini jauh lebih tinggi dari angka nasional yang mencapai 6,63 persen. Beranjak dari kepedulian terhadap perkembangan ekonomi Indonesia dan daerah, berbagai pihak dewasa ini melihat kesempatan positif untuk ikut membangun. “Salah satunya adalah Asosiasi IUMKM Indonesia AKUMANDIRI yang ingin berperan serta,” tuturnya, sembari menjelaskan, saat ini pergerakan dan pertumbuhan ekonomi stabil sangat kuat ditopang oleh IUMKM.

Gerakan ini tidak hanya dapat dikembangkan didalam negeri, tetapi kesempatan masih terbuka luas di manca negara. “Kami melihat masih banyak kesempatan bagi IUMKM untuk memberi kontribusi dan mengambil bagian aktif dalam peningkatan ekonomi daerah di masa sekarang dan di masa mendatang. Negara-negara di ASEAN sepakat bahwa IUMKM menjadi elemen kunci penggerak ekonomi,” kata Erika.

Untuk tetap konsisten memberi pertumbuhan positif, IUMKM ini perlu secara berkesinambungan diarahkan dan dibimbing dengan manajemen usaha yang baik, transparan serta indikator pertumbuhan dan perkembangan yang jelas, agar nantinya dapat bergerak maju dengan lebih kreatif dan mandiri.

 “Untuk itu, Asosiasi IUMKM Indonesia AKUMANDIRI, hadir menjadi wadah positif dengan tujuan pembinaan dan pengembangan IUMKM, sehingga nantinya dapat bekerja, bergerak kreatif, dan mandiri serta dapat berkontrinbusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang signifikan,” tutur Erika.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan pemberian KUR tanpa agunan kepada 33 orang yang memiliki usaha mikro di Buleleng dari Bank Artha Graha. Nilainya KUR masing-masing Rp25 juta.

Usai pelantikan, digelar talkshow entrepreneurship bertemakan “Winning in Today’s Business Environment”, dipandu Rofiqi Hasan (wartawan Tempo) dan menghadirkan pembicara antara lain, Hermawati Setyorinny (Ketua Umum Asosiasi IUMKM Indonesia), Dewa Nyoman Patra (Kadis Koperasi & UKM Provinsi Bali), AA Ngurah Alit Wiraputra, SH., MH., (Ketua Kadin Bali), Kuswahyudi (Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Bali-Nusra, Papua), dan Nengah Natyanta (CEO Coco Group).