balitribune.co.id | Tabanan - Dua titik bahu jalan di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, jebol akibat tergerus aliran air hujan. Peristiwa ini memicu kekhawatiran pengguna jalan karena salah satu titik kerusakan memiliki kedalaman yang cukup ekstrem hingga mencapai lima meter.
Lokasi kerusakan pertama berada di sebelah barat sebuah toko modern dengan lubang menganga selebar satu meter dan kedalaman lima meter. Sementara titik kedua terletak di depan Warung Nasi Manis Alvin yang memiliki saluran lubang air sedalam dua meter.
Kepala Desa Meliling, I Made Sudarya, mengungkapkan bahwa kerusakan ini terjadi sejak Rabu (8/1) menyusul intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Tabanan belakangan ini. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi utama di Bali. "Dua bahu jalan nasional yang jebol itu terjadi sejak kemarin. Akibat dari tergerus air hujan yang belakangan ini terjadi di Tabanan," ujar Sudarya, Kamis (8/1).
Sudarya menceritakan dampak nyata dari kerusakan tersebut yakni terperosoknya sebuah truk tanpa muatan ke dalam bahu jalan yang jebol sebelum tanda pengaman dipasang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun warga mendesak agar perbaikan segera dilakukan sebelum kerusakan meluas dan memakan korban lebih lanjut.
Pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Satker Wilayah Bali dilaporkan telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan teknis pada kedua titik tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi, pihak BPJN berencana untuk segera melakukan langkah perbaikan permanen dalam waktu dekat.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, personel Polsek Kerambitan telah memasang rambu pengaman dan barier beton di sekitar area lubang. Para pengendara yang melintasi jalur Denpasar-Gilimanuk diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk.