Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jam Buka Diatur, Pasar Tradisional Malah Berdesakan

Bali Tribune / BERDESAKAN - Pedagang dan pembeli tampak berdesakan saat jam buka di Pasar Satria, Desa Paksebali, Dawan, Klungkung.

balitribune.co.id | Semarapura - Kesadaran masyarakat utamanya dari kalangan bawah masih perlu pemahaman lebih jauh, karena faktanya mereka belum memahami niat baik Pemerintah Daerah Klungkung yang memberlakukan untuk mengatur jam buka dan tutup semua pasar tradisional, pasar swalayan, warung maupun rumah makan di Klungkung.

Faktanya para pedagang dan pembeli sepertinya masih bengkung merurut dan tidak mengikuti saran pemda Klungkung. Tidak tanggung tanggung Bupati Nyoman Suwirta sampai turun ke lapangan untuk ikut menertibkan dan sekaligus memberi pemahaman dan arahan agar masyarakat bisa mengikuti anjuran pemerintah. Malah dirinya sampai memberikan ultimatum jika masyarakat tidak patuh agar aparat Kepolisian dan TNI ikut turun menertibkan warga yang memengkung ini.

Hari kelima, Jumat (3/4), pengaturan buka tutup pasar tradisinaol baik dipasar Galiran, Pasar Kota Semarapura,maupun pasar Desa Satria dan pasar desa lainnya. Dari pantauan dilapangan pagi pagi saat jam buka jam 7.00 Wita tampak pedagang maupun pembeli sudah memadati poros jalan Klungkung menuju Dawan di kawasan Satria, Dawan, Klungkung. “Saat ini malah pembeli dan pedagang setiap buka selalu berdesakan sebelumnya jarang terjadi,” ujar Gde Swastika alamat Paksebali, Dawan, Klungkung.

Menurutnya, dirinya sampai sengaja membikin vidio Jumat(3/4) pagi  di pasar satria desa Paksebali. Sangat memprihatinkan pada hari kelima buka tutup sesuai pengaturan malah kemacetan tetap terjadi. “Apakah keadaan seperti  ini akan bisa diharafkan  mengurangi atau memutus rantai penularan Virus Corona Covid 19 ini,” tanyanya.

Menurutnya, malah dampak imbas yang terjadi adanya 3 lapak pedagang sudah  gulung tikar. Salah seorang Pedagang bubur ayam I Km Sukanta, alamat Dsn Bucu ds Paksebali, Dawan, Klungkung. Menurutnya, di hari ketiga yaitu dari jualan dagang bubur ayam biasanya dapat jualan 150.000 - 200.000, tapi apa yang terjadi di hari pertama dapat jualan hanya 20.000. Akhirnya barang dagangan yang tersisa terpaksa dibuang, di hari kedua coba berjualan dan mencoba keberuntungan tetapi hasilnya sama seperti kemarin, akhirnya di hari ke tiga dia tutup sampai sekarang,” terang Komang Sukanta.

Bangkrutnya dagang bubur ayam ini diikuti oleh dua pedagang yang lain yaitu pedagang tipat cantok AA Byang Sinta, alamat Satria Kawan, dan dagang masak Memek Rindi, Desa Paksebali, mereka akhirnya gulung tikar juga. “Dulu sebelum diberlakukan aturan seperti sekarang tidak pernah terjadi antrean ini, terkecuali ada hari raya besar agama Hindu, seperti hari raya Galungan dan Kuningan, itupun tidak separah apa yang terjadi sekarang. Saya khawatir kalo di desa kami ada yang terjangkit, mudah mudahan tidak terjadi, semoga Ida Sanghyang Widhi melindungi kita semua,” ujarnya mengingatkan.

wartawan
I Ketut Sugiana
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.