Jaya Negara: Sungai Bukan Tempat Membuang Sampah | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 18 September 2021
Diposting : 6 June 2021 23:12
YAN - Bali Tribune
Bali Tribune/Wali Kota Denpasar, Jaya Negara saat menyerahkan sembako kepada KPS Kota Denpasar secara simbolis, Minggu Siang (6/6) di Warung Subak Peguyangan.
balitribune.co.id | Denpasar  - Wali Kota Denpasar Jaya Negara berharap agar di masa pandemi,  Komunitas Peduli Sungai (KPS) Kota Denpasar dapat berperan nyata untuk mengembalikan pemahaman masyarakat mengenai fungsi wilayah sungai dalam menopang kehidupan masyarakat. 
 
“Bila kebersihan dan kelestarian aliran sungai terjaga hingga bermuara kelaut akan sanggup menghidupi masyarakat,” kata Jaya Negara dalam acara tatap muka bersama 35 komunitas peduli sungai Kota Denpasar, Minggu (6/6), di Peguyangan Denpasar.
 
Sebab, demikian Jaya Negara, sungai bukan sebagai tempat membuang sampah, itu menjadi agenda penting KPS Denpasar yang secara berkesinambungan memberikan edukasi kepada masyarakat.
 
“Kebersihan sungai di Denpasar merupakan salah satu visi dan misi saya. Keedepan saya ingin sungai-sungai yang ada di Denpasar bersih semuanya dan ditata dengan indah,” tandas jaya Negara.
 
Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen baik itu pemerintah, tentara, komunitas untuk ikut serta berjalan bersama bahu membahu menjaga lingkungan dan sungai untuk tetap bersih.
 
Menurut Jaya Negara, tatap muka yang dilaksanakan secara sederhana ini masih dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia dan bulan Bung Karno.
 
Dalam kegiatan ini juga diserahkan bantuan sembako kepada para komunitas peduli sungai Denpasar yang merupakan bantuan dari Anggota DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya secara simbolis oleh Walikota Jaya Negara, Wakil Wali Kota Arya Wibawa kepada KPS Denpasar.
 
Turut hadir dalam acara itu, Anggota DPR RI, Dapil Bali I Gusti Agung Rai Wirajaya, Wakil Wali Kota Denpasar, Arya Wibawa, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf I Made Alit Yudana, Plt. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, Kepala Badan Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Maryadi Utama dan OPD terkait lainya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler