Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jelang Idul Adha, Sapi Bali Laris di Pasar Hewan Beringkit

Bali Tribune/ SAPI KURBAN – Transaksi jual beli sapi Bali di Pasar Hewan Beringkit, Mengwi, Badung, mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha. Nampak, puluhan bahkan ratusan ternak sapi diperjualbelikan di pasar tersebut.
balitribune.co.id | Mangupura - Permintaan sapi Bali meningkat drastis di Pasar Hewan Beringkit, Mengwi, Badung. 
 
Sapi Bali banyak diburu umat Muslim untuk digunakan sebagai hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019 nanti. 
 
Menurut pihak Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana yang menaungi Pasar Hewan Beringkit permintaan sapi Bali belakangan ini meningkat sampai 30 persen dari hari-hari biasanya. Tingginya permintaan ini, otomatis berpengaruh pada melonjaknya harga sapi. 
 
“Iya, permintaan hewan kurban untuk Idul Adha ini naik, harganya juga naik dari permintaan pada hari normal,”  tegas Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung, I Made Sukantra, Kamis (8/8).
 
Menurutnya, permintaan sapi Bali mulai mengalami peningkatan sejak sepekan terakhir.
 
“Kenaikannya rata-rata mencapai 1.000 ekor hingga 1.300 ekor per hari dari rata-rata 800 ekor per hari,” jelasnya.
 
Sukantra menyebut kebanyakan ternak sapi yang diperjualbelikan di pasar ini  berasal dari Nusa Penida, Bangli, Buleleng, dan Jembrana. Sapi-sapi ini dominan dibeli oleh masyarakat luar Bali atau diantarpulaukan terutama Jawa.
“Sapi-sapi ini dibeli untuk dibawa ke luar Bali, terutama Jawa,” jelas Sukantra.
 
Karena permintaan cukup tinggi, maka harga pun diakui mengalami peningkatan dari hari-hari biasa. Sukantra  menyebut lonjakan harga jual dari Rp 38 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram untuk sapi hidup.
 
“Harga sapi hidup sekarang 45 ribu per kilogramnya, baik jantan maupun betina,” ujarnya.
 
Khusus untuk menyambut Hari Raya Idu Adha ini, pihaknya pun mengaku menambah jam operasional Pasar Hewan Beringkit. Yaitu, dari tiga hari menjadi empat hari dalam seminggu. “Perubahan jam operasional ini guna memaksimalkan potensi pasar. Kalau dulu buka setiap Rabu dan Minggu, sekarang kami tingkatkan menjadi Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu. Tapi jika ada permintaan buka diluar jadwal yang ditetapkan akan kami layani. Misalnya, untuk hari-hari tertentu seperti Idul Adha,” tukasnya. (u)
wartawan
I Made Darna
Category

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.