Jurus Eliana Dewi Bertahan di Tengah Persaingan Usaha | Bali Tribune
Diposting : 5 September 2022 02:20
DIR - Bali Tribune
Bali Tribune/ Eliana Dewi, pemilik toko bunga Eldew Florist

balitribune.co.id | Nusa Dua - Setiap orang punya angan-angan untuk membangun sebuah usaha atau bisnis sesuai keinginan. Namun, tidak semua bisa memulainya dikarenakan banyak persaingan. Dan susahnya lagi, mengelola sebuah usaha, tidak segampang membalik telapak tangan. Akan tetapi tidak dengan Eliana Dewi (22), pemilik toko bunga Eldew Florist di Jalan Dharmawangsa, Kampial, Nusa  Dua.

Diusianya yang masih muda, ia dengan berani mengambil langkah ke depan dengan mendirikan sebuah toko bunga. Dimulai dari sebuah hobinya yang senang dengan kerajinan tangan, ia memulai usaha ini pada mulanya lewat media sosial dengan menyediakan rangkaian bunga dari kain ataupun kertas.

Saat ditemui Bali Tribune, Jumat (2/9) pekan silan, ia bercerita jika dirinya memang memiliki ketertarikan dalam membuka usaha. "Sebelum aku buka toko bunga, sempet juga kerja di hotel sambil tetep bisnis online hand bouquet. Dari sana aku kumpulin modal buat buka toko dan akhirnya sekarang udah 3 tahun toko bunganya ini berdiri," ungkapnya.

Awal mulanya ia membuka toko bunga dikarenakan di daerah Kampial sangat jarang terdapat toko bunga. Apalagi masyarakat disana selalu membutuhkan bunga untuk dihaturkan di tempat persembahyangan. Berangkat dari sana, Eliana dengan dukungan orang tuanya mulai membuka toko bunga yang hingga saat ini masih terus berdiri.

Meski sempat diterpa pandemi, Eliana mengaku jika dirinya tidak pernah tutup. Walau sepi pembeli, ia tetap membuka tokonya karena adanya beberapa pelanggan tetap yang membutuhkan bunga. Namun setelah pandemi, Eliana menjelaskan kini beberapa villa, hotel, dan beberapa lembaga pemerintahan menjadi langganan yang sering memesan bunga di tokonya.

Mengenai distribusi bunga sendiri, Eliana menjelaskan jika bunga yang ia dapatkan dari agen pusat di Denpasar. Bunga-bunga tersebut didatangkan dari Malang. Namun, untuk bunga jenis sedap malam ia dapatkan dari Tabanan. Omset penjualan dari toko bunga bisa dibilang cukup menjajikan.

"Untuk hasil penjualan sendiri bisa dibilang cukup besar ya untuk seukuran toko bunga yang bisa dibilang belum besar. Kalau di hari biasa per bulannya nyampe Rp20 juta, tapi bulan Agustus kemarin karena lagi ramai banget acaranya kayak wisuda, nikahan, dan lainnya naik jadi Rp 40 juta secara kotornya ya," akunya.

"Sampai saat ini aku masih kerja di hotel, tapi ada tekad dari dalam diri, aku juga ngurus toko. Kita manfaatkan waktu luang yang ada, jangan males, misalnya kalau lagi libur kerja di hotel langsung ke toko. Pokoknya manfaatkan waktu yang ada dan liat juga prospek kedepannya. Kalau mau buat usaha juga, istilahnya kita sebagai pemilik usaha harus cerewet. Harus berani menawarkan barang dan jasa yang kita punya, selalu update di media sosial, dan ikuti perkembangan zaman," tandasnya.