Diposting : 30 January 2020 01:00
Husaen - Bali Tribune
Bali Tribune/ Tim SAR gabungan saat mengevakuasi seluruh penumpang dari KMP Parama Kalyana Batam yang kandas di pelabuhan Padang Bai, Rabu (29/1) kemarin.
balitribune.co.id | Amlapura - Sebanyak 169 orang penumpang berhasil diselamatkan dari KMP Parama Kalyana Batam yang kandas di perairan Pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Peristiwa itu terjadi saat kapal tersebut  akan bersandar di Dermaga I pelabuhan, Rabu (29/1). 
 
“Jumlah penumpang yang berhasil kita evakuasi 91 orang, sementara sisanya yang masih di dalam kapal sebanyak 70 orang,” tegas Gusti Ngurah Eka, Kepala Pos SAR Karangasem, kepada koran ini seusai mengevakuasi para penumpang.
 
Disebutkan bahwa total jumlah penumpang yang berada dalam kapal sebanyak 169 orang. Sementara penumpang yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke ruang tunggu penumpang di Pelabuhan Padang Bai untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
 
Sebagian penumpang yang sebelumnya sempat terjebak selama hampir dua jam di dalam kapal, akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, sebelumnya kapal KMP Kalyana Batam, milik perusahaan Jemla, berangkat dari pelabuhan Lembar Lombok, sekitar pukul 01.00 Wita dinihari kemarin. setelah menempuh pelayaran sekitar empat jam, kapal pun tiba di perairan Padang Bai sekitar pukul 04.00 Wita dan langsung masuk alur menuju Dermaga I.
 
Kapal berbobot besar ini kemudian olah gerak untuk bisa sandar di Dermaga I pelabuhan, namun sayangnya saat itu air laut tengah surut, sehingga kapal naas itu terdampar di perairan dangkal setelah bagian lambung bawah kapal menabrak karang di dasar laut.
 
Kendati berupaya untuk lepas dari kandas, namun kapal tersebut gagal sehingga pihak crew darat akhirnya menghubungi aparat kepolisian, KSOP Padang Bai dan Basarnas untuk meinta bantuan evakuasi penumpang.
 
Beberapa saat kemudian sejumlah anggota Basarnas Karangasem tiba di Padang Bai, dan langsung melakukan evakuasi bersama anggota dari Polair Polres Karangasem dibantu sejumlah perahu nelayan setempat.
 
Sementara setelah kandas selama hampir enam jam, kapal tersebut akhirnya berhasil lepas dari lokasi kandas setelah permukaan air laut naik. Dan sekitar pukul 10.00 Wita, kapal tersebut berhasil olah gerak dan sandar di Dermaga I Padang Bai.
 
Setelah seluruh penumpang kapal termasuk kendaraan turun dari dalam kapal pihak nahkoda kapal kemudian mematikan mesin kapal guna kegiatan pemeriksaan bagian bawah kapal yang terbentur dengankarang. Seorang penyelam diterjunkan untuk memeriksa kondisi lambung bawah kapal.
 
“Saya nanti akan turun melakukan penyelaman guna memeriksa kondisi lambung bawah kapal yang menabrak karang di dasar laut,” ucap Ketut Suparna, penyelam yang melakukan pemeriksaan lambung kapal tersebut. 
 
Jika nantinya dari hasil pemeriksaan lambung kapal tidak mengalami kerusakan atau kebocoran, maka kapal tersebut akan diizinkan untuk mengangkut penumpang, jika ditemukan adanya kebocoran, maka kapal tersebut akan berlayar dalam kondisi kosong untuk perbaikan.