Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kapolda Minta Generasi Millennial Tertib Berlalu lintas

Bali Tribune/ NYANYI BERSAMA - Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose (tengah), sambil memegang Bendera Merah Putih, bernyanyi bersama dengan kaum millennial.

Bali Tribune, Denpasar - Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, meminta generasi millennial tertib berlalu lintas. Permintaan ini disampaikan langsung di hadapan sekitar 40 ribu kaum millennial dalam acara Millennial Road Safety Festival di Bali yang dipusatkan di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (17/2) sore. “Pelanggaran lalu lintas didominasi oleh kaum millennial. Demikian juga korban kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, saya minta kepada kaum millennial untuk tertib berlalu lintas,” ujarnya. Jenderal bintang dua ini mengatakan, kaum millennial adalah generasi penerus bangsa. “Kaum millennial yang akan menggantikan kami nanti dan mewarisi bangsa Indonesia,” teriak Golose,dalam acara yang mengusung tema “Mewujudkan Millennial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang” itu. Sebelumnya, Polda Bali sudah melaksanakan sejumlah kegiatan seperti FGD (Forum Group Discussion) untuk mengetahui apa saja harapan, hambatan dan masalah yang dihadapi kaum millenial dalam tertib berlalu lintas. Untuk diketahui bahwa ada enam hal yang melatarbelakangi kegiatan ini. Pertama, pernyataan dari WHO-PBB bahwa lakalantas adalah urutan kelima penyebab manusia meninggal dunia. Di mana urutan pertama adalah jantung koroner, kemudian paru, diabetes, TBC. Kedua, menurut Dekade of Action for Road Safety dengan 2011-2020 bahwa ada lima pilar keselamatan jadi acuan pemerintah Indonesia yang dituangkan dalam Inpres No 4 tahun 2013. Ketiga, amanat UU No 22/2009 Pasal 203 bahwa pemerintah bertanggung jawab atas terjaminnya keselamatan lalu lintas angkutan jalan. Keempat, program-program road safety juga dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 berdasarkan Perpres No 2 Tahun 2015. Kelima, grand strategy Polri dan Renstra Polri Tahun 2015-2019 bahwa dalam pelaksanaan reformasi, birokrasi menetapkan empat program unggulan quick wins yang salah satunya adalah quick response untuk menciptakan Kamseltibcarlantas. Keenam, program kerja Korlantas Polri road safety menuju zero accident sebagai berkelanjutan tahun keselamatan untuk kemanusiaan. “Tujuan dari kegiatan ini adalah terbangunnya budaya tertib lalu lintas, khususnya di kalangan generasi millennial,” ungkap Kapolda. Kemudian terwujudnya program keselamatan secara terprogram dan berkesinambungan, adanya peningkatan kualitas keselamatan di jalan dan menurunkan tingkat fatalitas korban lakalantas. Generasi millennial kemudian menggelar deklarasi dan mendukung road safety menuju zero accident. Isi deklarasi tersebut, antara lain generasi millennial peduli keselamatan berlalu lintas, mendukung sepenuhnya Polri dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas dan siap menajdi pelopor keselamatan berlalu lintas. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Hengky Widjaja, S.I.K., M.Si, menambahkan, gerakan moral generasi millennial merupakan upaya membangun kesadaran, kepekaan, kepedulian dan tanggung jawab akan keselamatan berlalu lintas. “Peserta merupakan kaum muda dari organisasi-organisasi kemahasiswaan dan pemuda, komunitas generasi millennial terutama masyarakat korban kecelakaan lalu lintas, klub otomotif, pemerhati lalu lintas dan pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.

wartawan
Redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.