Kapolri Pimpin Apel Pasukan Pengamanan G20 | Bali Tribune
Diposting : 8 November 2022 05:02
RAY - Bali Tribune
Bali Tribune / CEK SENJATA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek senjata milik anggota yang akan bertugas melakukan pengamanan pelaksanaan KTT G20 saat Apel Pasukan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (7/11)

balitribune.co.id | Denpasar - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal TNI Muhammad Andika Perkasa memimpin apel gelar pasukan Operasi Puri Agung 2022 di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Senin (7/11).

Operasi Puri Agung 2022 dalam rangka pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ini juga dihadiri Pejabat Utama Mabes Polri dan Mabes TNI, Forkopimda Provinsi Bali serta Personel Polri yang terlibat Operasi Puri Agung 2022.

Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya mengatakan, KTT G20 di Indonesia tentunya membawa harapan di tengah ketidakpastian global yang dihadapi dunia, disrupsi teknologi informasi, pandemi Covid-19 dan perang Rusia - Ukraina menyebabkan negara mengalami situasi sulit.

Dengan tema “Recover Together, Recover Stronger” diharapkan KTT G20 ini dapat memberikan solusi perdamaian dan pemulihan dunia inklusif.

"Kita semua patut bangga karena menjadi bagian dari pengamanan salah satu momentum sejarah dunia, khususnya bagi Indonesia. Tugas pengamanan KTT G20 ini bukan hanya tugas biasa. Tugas ini merupakan tugas mulia yang akan memberikan manfaat bagi seluruh dunia, khusunya Indonesia,” katanya.

Untuk pengamankan KTT G20, Polri menyelenggarakan Operasi Puri Agung 2022 mulai 8 - 17 November 2022 di tiga wilayah hukum, yaitu Polda Bali, Polda Jatim dan Polda NTB. Operasi ini akan menjadi etalase Polri di mata internasional dengan melibatkan 9.700 personel dan 3.669 pasukan cadangan yang ada di Mako Brimob Polri dan 11 Sat Brimobda Bali dengan dukungan teknologi terintegrasi melalui Command Center.

Dalam Operasi ini, terdapat pembatasan komando dan pengendalian pada masing-masing ring pengamanan. Paspampres bertanggung jawab pada ring 1, TNI betanggung jawab pada ring 2 dan Polri bertanggung jawab pada ring 3.

"Khusus ring tiga adalah lapisan terluar yang berinteraksi langsung dengan masyarakat umum. Polri dituntut untuk menampilkan sosok pengamanan yang humanis, ramah namun tegas sehingga mampu mereduksi potensi ancaman yang mengganggu jalannya KTT G20,” ungkap Sigit.

Menurut jenderal bintang empat ini, kunci keberhasilan pengamanan adalah soliditas dan keterpaduan antara unsur-unsur terkait. Koordinasi dan komunikasi dengan panitia penyelenggara KTT G20 harus diperkuat sehingga seluruh kegiatan didukung dengan pengamanan yang baik.

Sigit minta kapada seluruh personel harus fokus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman sekecil apapun.

"Kita harus prediktif dan responsif terhadap situasi kontijensi yang mungkin terjadi. Mulai dari ancaman gangguan terhadap delegasi, ancaman terrorisme hingga bencana alam yang mungkin terjadi diluar kendali kita. Kita harus mempersiapkan manajemen resiko dan responsif ketika ancaman tersebut datang,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sigit bersama Andika juga melakukan pengecekan peralatan dan kendaraan bermotor yang digunakan dalam pengamanan KTT G20. Mulai dari peralatan drone dan anti drone, pasukan anti teror Brimob Polri, mobil APC Samapta, mobil ambulans, serta alat pendukung lain yang nantinya akan diintegrasikan bersama peralatan TNI.