Karena Token Lama Muncul , UNBK SMAN 1 Kediri Mundur 15 Menit | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 09 Agustus 2020
Diposting : 10 April 2018 20:52
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
UNBK
UNBK - Siswa SMAN 1 Kediri sedang mendengarkan tata tertib sebelum UNBK dimulai, Senin (9/5).
BALI TRIBUNE - Tidak semua SMA di Tabanan gelar Ujian Nsional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri. Ada tujuh SMA numpang UNBK ke sekolah lain karena terbatasnya prasarana. Seperti SMAN 1 Kediri nebeng UNBK di SMKN 1 Tabanan. Bahkan UNBK yang baru pertama kali diikuti sempat terjadi gangguan, token (kode) lama muncul dari pusat sehingga pelaksanaan mundur selama 15 menit.
 
Hal ini diakui oleh Kepala SMAN 1 Kediri I Wayan Sukaya, dikatakan UNBK sesi pertama yang diikuti sekitar 274 siswa seharusnya dimulai UNBK pada 07.30 Wita, tetapi mundur 15 menit, karena token tidak tepat waktu muncul dari pusat, sehingga para siswa harus menunggu. "Mundur sekitar 15 menit, tetapi tidak sampai mempengaruhi waktu menjawab,"ungkapnya, Senin (9/5).
 
Diakui Sukaya, pihaknya bergabung ke SMKN 1 Tabanan untuk mengikuti UNBK karena keterbatasan sarana dan prasarana. Seperti kurangnya komputer yang saat ini baru dimiliki 60 unit, dan kurangnya laboratorium yang baru dimiliki 1 gedung. Menurutnya, untuk bisa menggelar UNBK secara mandiri, dari siswa kelas III yang saat ini dimiliki berjumlah 462, harusnya memiliki komputer 160 unit, dan 3 gedung laboratorium.
 
 Meskipun demikian UNBK tahun depan pihaknya akan berusaha agar bisa menggelar UNBK secara mandiri dengan menggunakan dana BOS, APBD serta berkoordinasi dengan komite sekolah. 
 
Salah seorang siswa, I Made Ari Sudana (18) mengakui sedikit ada kendala di hari pertama UNBK. Ia mengatakan taken dari pusat terlambat muncul sehingga harus menunggu sekitar 15 menit. Bahkan ada juga teman yang salah ketik token sehingga menunggu untuk mengganti token yang baru. 
 
Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi di Tabanan I Ketut Sudarma mengatakan total keseluruhan siswa SMA di Tabanan yang mengikuti UNBK sebanyak 2.855 dengan jumlah 18 sekolah, diantaranya, 14 SMA dan 4 MA. "Semua mengikuti sistem UNBK, tetapi ada yang mandiri dan gabung di sekolah lain karena kurangnya prasarana, dan gabungnya mereka sudah adanya koordinasi dan persiapan jauh hari sebelum UN dimulai," jelasnya. 
 
Ditambahkan Sudarma, siswa SMA di Tabanan nanti akan mengikuti UNBK selama 4 hari, mulai Senin (9/4) sampai Kamis (12/4) dengan empat mata pelajaran yang diujikan. Untuk Senin mendapatkan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Selasa, Matematika, Rabu, Bahasa Inggris dan Kamis Mata Pelajaran Pilihan. "Untuk kehadiran masih sedang kami cek, sekarang masih menunggu laporan disetiap sekolah," tandasnya.