Kasus Anyar di Luar Zona Merah, Tiga Warga Tergigit Anjing Rabies | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 14 Juli 2020
Diposting : 26 February 2020 05:18
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/RESPON - Petugas melakukan respon terhadap kasus gigitan anjing positif rabies di Banjar Tengah, Mendoyo Dauh Tukad.
balitribune.co.id | Negara - Kasus gigitan anjing positif rabies kembali ditemukan di Jembrana. Kasus gigitan anjing postif rabies kali ini terjadi di luar zona merah penyebaran rabies. Pada kasus kali ini, tiga orang warga Desa Mendoyo Dauhtukad, Kecamatan Mendoyo, menjadi korban gigitan anjing positif rabies.
 
Berdasarkan informasi, kasus gigitan anjing positif rabies ini terjadi di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad. Wilayah ini sebelumnya tidak termasuk dalam zona merah penularan rabies. Namun kasus baru gigitan anjing positif rabies ini baru terjadi pada hari Panampahan Galungan, Selasa (17/2) lalu. Salah seorang warga yang menjadi korban gigitan anjing postif rabies, Gusti Putu Linggih, mengakui sepekan yang lalu digigit anjing peliharaan di rumahnya. Ia digigit anjing dewasa tersebut pada lengan kanannya.
 
Selain dirinya, anjing tersebut juga di hari yang sama menggigit anaknya, Gusti Kade Suarsana yang digigit pada lengan kanan, dan menantunya Sayu Putu Ardini yang digigit di bagian punggung kedua kakinya. Merasa curiga dengan anjing peliharaannya yang tiba-tiba beringas hingga mengigit pemiliknya dan peringai berubah, akhirnya gigitan tersebut diperiksakan ke Puskesmas I Mendoyo di Pergung, dan ketiga korban mendapatkan tindakan medis awal. Pihak Puskesmas I Mendoyo meneruskan kasus gigitan ini.
 
Jajaran Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Rabu (18/2), melakukan pengambilan sampel otak anjing Kintamani tersebut untuk dikirim ke Laboratorium Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar. Hasil uji sampel di BB Vet Denpasar yang diterima pada Minggu (23/2) lalu menyatakan anjing tersebut positif rabies. Ketiga korban langsung diberikan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) oleh petugas medis.
 
Sedangkan pihak Keswan Kesmavet melakukan respon dengan melaksanakan vaksinasi serta pengambilan second sampel di wilayah setempat. Kepala Bidang Keswan Kesmavet drh. I Wayan Widarsa dikonfirmasi kemarin mengatakan pihaknya melakukan vaksinasi emergency terhadap 44 ekor serta mengambil kembali sampel sebanyak empat ekor anjing untuk kembali dikirim dan diuji di Laboratorium BB Vet Denpasar. Dengan adanya kasus anyar ini, wilayah zoan merah kini bertambah.
 
Sejak awal tahun 2020 ini atau selama dua bulan sudah dua wilayah yang menjadi lokasi gigitan anjing positif rabies. Sedangkan tahun sebelumnya sudah ada 10 wilayah yang masuk dalam zona merah penularan rabies. "Tahun ini, pertama Sangkaragung dan Mendoyo Dauh Tukad ini yang kedua kalinya. Untuk tahun lalu ada 10 wilayah zona merah. Respon pertama vaksinasi emergenci dan eutanasia selektif terhadap anjing yang sempat kontak langsung dengan anjing yang positif," tandasnya.