Kasus Covid-19 Melonjak Tinggi di Badung, BOR RSD Mangusada Aman | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 30 Juni 2022
Diposting : 18 February 2022 02:52
ANA - Bali Tribune
Bali Tribune/PASIEN – Dalam sepekan terakhir angka Covid-19 di Badung melonjak tinggi, namun BOR SRD Mangusaha masih aman.

balitribune.co.id | Mangupura - Keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSD Mangusada tidak sampai penuh meski jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Badung tergolong tinggi. Hal ini diduga karena Covid-19 varian Omicron tidak sampai menyebabkan gejala berat yang harus dirawat intensif di rumah sakit. Berbeda dengan varian Delta yang sempat membuat BOR RSD menjadi penuh dan sampai kekurangan tabung oksigen.

Berdasarkan data RSD Mangusada BOR isolasi sekitar 60 persen atau terisi sebanyak 57 pasien dari 87 bed, BOR ICU 75 persen yakni sebanyak 5 pasien dari 7 bed yang disediakan.

“Iya memang varian Omicron ini memiliki reproduction number (angka pertumbuhan) yang tinggi tetapi memiliki fatality case rate (tingkat kematian kasus) yang rendah. Sehingga walaupun dari satu orang yang sakit penularannya sangat cepat, tetapi varian Omicron ini memiliki risiko kematian yang rendah,” ujar Direktur Utama RSD Mangusada dr I Wayan Darta saat dikonfirmasi, Kamis (17/2/2022).

Dengan risiko kematian yang cukup rendah ini kebanyakan pasien Covid-19 dari varian Omicron tidak perlu mendapatkan perawatan yang intensif. Sehingga dalam penyembuhannya dapat dengan melakukan isolasi mandiri atau terpusat.

"Tidak perlu harus ke rumah sakit karena bisa isoman atau ke isoter. Kecuali ada gejala baru dirawat di rumah sakit," katanya.

Kondisi inilah yang  menurut dr Darta membuat tidak semua pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit yang menyebabkan BOR perawatan Covid-19 di rumah sakit tidak sampai penuh.

"Berbeda saat menyebarnya varian Delta, yang sempat menyebabkan BOR perawatan Covid-19 penuh. Bahkan tingginya Covid-19 varian Delta ini juga menyebabkan langkanya ketersedian oksigen di rumah sakit, karena memang banyak pasien bergejala tinggi," jelasnya.

Sementara untuk saat ini lanjut dr Darta meski lonjakan kasus cukup tinggi namun sebagian besar tidak bergejala. Sehingga ketersediaan oksigen dan obat juga masih aman.

"Tapi kami tetap antisipasi kalau memang perlu perawaratan di rumah sakit. Dan kalau memang nanti perlu tambahan bed kita tambah," ucap mantan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Badung ini.

Untuk penambahan bed ini pihaknya mengaku masih menunggu perkembangan kasus. Bila memang diperlukan atau kekurangan bed pihaknya sudah menyiapkan.

“Kami waits and see (penambahan bed). Kalau meningkat kami bisa menambahkan bed. Tapi dari pengamatan kami sekarang cenderung menurun," terangnya.

Pihaknya pun berharap masyarakat bisa turut bekerjasama dalam menekan penyebaran Covid-19 ini. Yakni dengan taat prokes dan kalau memang ada gejala seperti batuk, pilek dan demam agar tidak keluar rumah.

"Kami harap kita bersama-sama menekan penyebaran virus ini dengan taat Prokes dan melakukan vaksin lengkap," pungkas dr Darta.

Hukum & Kriminal

Terpopuler