Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kasus Covid : Kesadaran Baru Jokowi

Bali Tribune / Wayan Windia - Guru Besar pada Fak. Pertanian Unud dan Ketua Stispol Wira Bhakti, Denpasar.

balitribune.co.id | Sudah menjadi pembicaraan publik, bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap I, hanya basa-basi. Tidak ada perubahan kegiatan masyarakat yang nyata. Kontrol dari aparat, nyaris tidak ada. Kaum birokrasi, tampaknya ngantor seperti biasa. Bahkan ada OPD yang tidak mau memberlakukan pegawainya yang harus ngantor 25%.

Beberapa masyarakat yang lalu-lalang di Gilimanuk mengatakan bahwa petugas di sana tampaknya enggan melakukan kontrol sosial. Mungkin mereka lelah, dan takut terkena imbas korona, atau uang makannya yang tak sesuai. Semoga saja mereka tidak mau menerima sogokan.

Tampaknya fenomena ini sampai ke telinga Presiden kita, Jokowi. Lalu mendadak diadakan rapat kabinet terbatas. Di sana Jokowi terus terang mengatakan bahwa PPKM tidak efektif. Segera setelah rapat itu, Panglima TNI dan Kapolri langsung turun ke lapangan (Pasar Tanah Abang). Mereka membagikan masker. Waduh, bahkan hanya untuk urusan masker, ternyata harus ditangani oleh Panglima TNI dan Kapolri ? Lalu, ke mana anak buahnya?

Mungkin anak buahnya Pak Panglima dan Pak Kapolri sudah bekerja mati-matian. Hanya saja masyarakatnya yang membandel dan tidak berdisplin. Rakyat sepertinya cuek saja. Beginilah tingkah polah masyarakat yang ke-enak-an ber-demokrasi dan ber-HAM. Masyarakat inginnya hidup bebas, sebebas-bebasnya. Sudah tidak perduli dengan aturan pemerintah. Seperti layaknya sepak terjang kaum Sufi di Athena, pada era pemerintahan Perikles, tahun 2500 SM.

Baiklah, kita berpikir positif saja. Bahwa fenomena turun-tangannya Panglima dan Kapolri menunjukkan, betapa sudah seriusnya serangan covid bagi bangsa ini. Sehingga seharusnya, tidak perlu lagi ada perdebatan, apakah kita memihak “ekonomi” atau “kesehatan”. Serangan korona yang tembus satu juta jiwa di Indonesia, harus menunjukkan, masalah kesehatan adalah nomer satu. Kita harus siap hidup prihatin untuk sementara. Kemudian, kelompok yang kaya, harus sudi membantu kelompok masyarakat yang miskin. Itulah sejatinya implementasi konsep gotong royong.

Sejak awal saya mengira, bahwa Jokowi ragu-ragu dalam melaksanakan tindakan tegas, berkait dengan pencegahan serangan korona. Karena kita tahu-lah, bahwa latar belakang Jokowi adalah seorang bisnisman. Dengan demikian masalah ekonomi, akan selalu terus menjadi beban dalam alam pikirnya.

Sementara itu, aparat-nya ternyata jauh lebih ragu-ragu. Jokowi sudah terasa tegas memberikan aturan untuk bisa memberikan denda bagi pelanggar. Tetapi pelaksanaannya jauh panggang dari api. Bahkan saya pernah membaca di koran, bahwa Bupati Bangli, I Made Gianyar, terus terang mengatakan, bahwa ia kasihan mendenda rakyatnya yang melanggar prokes.

Kalau sudah begini, mau apa lagi? Saya mengira bahwa semua ke-engganan itu ada kaitannya dengan politik praktis. Apalagi ritual-ritual di Bali terus saja berlangsung dengan kuat. Kalau demikian halnya, jangan heran kalau saat ini serangan korona di Bali (dan juga di Indonesia) terus dan terus semakin menanjak.

Setelah sidang kabinet terbatas tempo hari, saya membaca bahwa Jokowi sudah mulai terus terang. Bahwa ia mulai sadar, bahwa ia tidak perduli lagi dengan pertumbuhan ekonomi. Yang penting adalah serangan korona, bisa dikendalikan, dan serangannya bisa terus menurun. Saya kira hal ini adalah keputusan yang baik dan bijak. Bahwa yang utama saat ini adalah, adanya kebijakan untuk mengendalikan dan menurunkan serangan korona. Ekonomi akan tumbuh dengan sendirinya, kalau serangan korona sudah mereda. Ada trade-off antara pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan serangan korona. Kita tidak bisa mendapatkan keduanya saat sekarang ini. Harus ada yang dikorbankan, perekonomian atau kesehatan.

Setahun yang lalu, tatkala mulai terdeteksi ada serangan korona di Depok, sebetulnya sudah ada suara keras saat itu di DPR. Yakni, agar dilakukan kebijakan lockdown di kawasan tersebut. Tetapi pemerintah masih sangat ragu. Memang demikianlah realitanya. Banyak tulisan yang mengatakan bahwa, sebetulnya urusan kesehatan akan selalu kalah melawan kepentingan ekonomi.

Tetapi sekarang sudah mulai ada kesadaran baru Presiden Jokowi dalam melawan serangan korona. Kesadaran tentang pentingnya kesehatan, sudah mulai tumbuh. Saatnya ketegasan tanpa pandang bulu harus dilakukan. Kalau perlu yang tidak mematuhi prokes, dihukum saja. Toko dan pusat keramaian yang melanggar prokes, ditutup dan dicabut ijinnya. Kepala OPD yang tidak taat pada prokes, dipecat saja dari jabatannya, dan menjadikannya non-job. Sekolah dan kampus yang membandel ditutup saja, dan pimpinannya diganti. Aparat negara yang melanggar, harus dihukum.

Saya melihat bahwa masyarakat sekarang sudah mulai lelah. Oleh karenanya, mereka menjadi acuh dan stress. Pemerintah sekarang, menaruh harapan pada vaksin. Tetapi kapan pelaksanaan vaksinasi akan selesai di Indonesia ? Penduduk yang terlanjur besar, akan sangat menyulitkan penyediaan dana dan sarana-prasarana.

Lalu, selama menunggu tuntasnya vaksinasi, apa yang harus dikerjakan? Tindakan Panglima TNI dan Kapolri di kawasan Tanah Abang yang lembut, harus diperkeras. Rakyat Indonesia harus dididik untuk berdisplin. Rakyat Indonesia saat ini, sudah terlanjur terbius dengan zone nyaman demokrasi dan HAM. Bahkan ada rakyat yang berani melawan petugas yang sedang melakukan kegiatan pengendalian prokes. Rakyat macam apa itu?

Rakyat yang demikian harus dihukum. Ia melawan petugas yang sedang bertugas. Kalau tindakan tegas tanpa pandang bulu sudah dilakukan dengan konsisten (meminjam istilah Jokowi), maka saya yakin kesadaran rakyat akan muncul. Jangan biarkan rakyat terus terlena dalam zone nyaman dalam kehidupan di zone krisis. Tidak perlu terlalu dihiraukan saat ini, suara-suara minor atas nama demokrasi dan HAM. Negara ini memerlukan “tangan besi” untuk penyelamatannya. Diperlukan pemimpin yang tegas dan kuat.

wartawan
Wayan Windia
Category

Bupati Badung dan Ketua DPRD Tinjau Penataan Pedestrian Pantai Kuta, Siapkan Kawasan Wisata yang Nyaman dan Berkelas

balitribune.co.id I Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti melakukan inspeksi lapangan terhadap pelaksanaan penataan kawasan pedestrian di sepanjang Pantai Kuta, Sabtu (4/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek penataan berjalan sesuai rencana sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan wisata unggulan Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Sinergi, Pimpinan DPRD Karangasem Kunjungi Kantor Redaksi Bali Tribune

balitribune.co.id | Denpasar - Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, melakukan kunjungan kerja ke kantor media Bali Tribune di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar, pada Sabtu (4/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPRD didampingi oleh Wakil Ketua DPRD I Wayan Suparta, Sekretaris DPRD Karangasem I Nengah Mindra, serta sejumlah staf Sekretariat DPRD Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

1.200 Layang-Layang Hiasi Langit Pantai Mertasari

balitribune.co.id I Denpasar - Langit Pantai Mertasari, Denpasar, dipenuhi sekitar 1.200 layang-layang dalam pelaksanaan Sekaa Pelayang Badung (SPB) Fest #4 yang berlangsung selama dua hari, 4–5 Juli 2026. Ribuan layang-layang dari berbagai kategori diterbangkan sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Baca Selengkapnya icon click

Kandang Ayam Broiler Terbakar, 15 Ribu Ekor Bibit Ayam Senilai Rp500 Juta Mati Terpanggang

balitribune.co.id I Amlapura - Warga di Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem, Minggu (5/7/2026) dinihari dibuat panik oleh kejadian kebakaran hebat yang menghanguskan bangunan kandang  ayam milik I Made  Suambem, warga Dusun Sangkan Gunung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rayakan HUT ke-27, PP Polri Bali Perkuat Solidaritas Lewat Anjangsana dan Olahraga

balitribune.co.id | Denpasar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Persatuan Purnawirawan (PP) Polri tahun 2026, PP Polri Daerah Bali menggelar serangkaian kegiatan sosial dan kebugaran. Rangkaian acara diisi dengan kegiatan anjangsana kepada anggota yang membutuhkan serta olahraga bersama guna mempererat tali silaturahmi antaranggota.

Baca Selengkapnya icon click

Sampah Organik Dibatasi ke TPA Peh, Pemilahan Sampah di TPS Diperketat

balitribune.co.id I Negara - Kebijakan pembatasan total sampah organik yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh yang telah berlaku di Kabupaten Jembrana sejak Rabu (1/7/2026). Sistem pemilahan sampah di tingkat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) diperketat. Bahkan setelah personil Satpol PP, kini Desa Adat mengerahkan aparatnya untuk penertiban pembuangan sampah liar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.