Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kawasan Hutan Bali Barat Mengering = TNBB Rawan Kebakaran dan Terganggunya Ekosistem

kebakaran
MENGERING - Kawasan Hutan Balai TNBB yang mengering akibat kemarau, rawan kebakaran dan terganggunya ekosistem.

BALI TRIBUNE - Tidak hanya lahan pertanian dan tambak tradisional di Kabupaten Jembrana yang mengalami kekeringan akibat debit air permukaan yang kian menyusut, namun kawasan Hutan Bali Barat khususnya yang masuk dalam kawasan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), kini juga kondisnya meranggas, dan rawan kebakaran akibat kemarau panjang yang terjadi sejak beberapa bulan belakangan ini.

Semak belukar, tumbuhan peredu dan rerumputan serta pepohonan di kawasan kawasan Balai TNBB yang merupakan kawasan konservasi saat ini tampak mengering. Kondisi ini selain terjadi di kawasan hutan yang masuk Wilayah Kabupaten Jembrana, juga terjadi pada kawasan hutan yang masuk wilayah Kabupaten Buleleng. Kondisi keringnya yang terjadi di kawasan Hutan Balai TNBB itu juga berpengaruh pada ekositem yang ada didalamnya. Sejak musim kemarau beberapa bulan lalu, hewan-hewan penghuni hutan seperti kera, kancil, menjangan dan satwa lainnya keluar kawasan hutan untuk dapat mencari makan seperti di pinggir jalan raya hingga di pinggir laut. 

Kondisi hutan yang mongering akibat kemarau ini juga rawan terhadap potensi kebakaran hutan. Dengan hutan yang mongering maka potensi kebakaran hutan semakin tinggi. Sedikit saja ada percikan api maka rumput atau semak belukar serta tumpukan dedaunan yang kering itu akan sangat mudah terbakar dan merembet. Parahnya akan berakibat pada rusaknya ekosistem hutan. Selain  membuat hewan-hewan penghuninya terutama burung dan ayam hutan akan kehilangan tempat tinggal juga membuat hutan yang menjadi objek konservasi tumbuhan dan satwa langka yang dilindungi seperti Jalak Bali akan rusak. 

Sejumlah warga di Penginuman, Gilimanuk mengatakan terbakarnya kawasan hutan juga sering dipicu oleh ulah manusia. "Yang paling sering terbakar adalah semak-semak di pinggir jalan itu, biasanya kebakaran terjadi akibat penguna jalan membuang puntung rokok sembarangan atau ada yang sengaja membakar dedaunan kering di pinggir hutan itu," ungkap warga dipinggiran kawasan Hutan TNBB ini yang enggan disebutkan namanya.

Kasubag TU Balai TNBB, Wirawan saat dikonfirmasi, Senin (2/10) tidak menampik kondisi kawasan hutan TNBB terutama semak-semak dan sabana yang memang rawan terbakar disaat musim kemarau memang. “Penyebab kebakaran selain faktor alam juga karena faktor manusia yakni sengaja membakar rerumputan kering agar bisa tumbuh untuk pakan ternak atau membuang puntung rokok sembarangan,” ungkapnya. 

Ia menyebutkan, selama ini lokasi yang menjadi titik rawan terbakar diantaranya  semak-semak dan rerumputan wilayah Gilimanuk, disepanjang jalur Cekik-Singaraja terutama mulai dari kawasan Pelengkong, Teluk Terima sampai Banyuwedang termasuk kawasan Menjangan Resort dan sabana di  Perapat Agung.

Selain telah menyiapkan dua regu pemadam yang anggotnya terdiri dari masing-masing 15 orang personil pemadam, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, pihak TNBB juga mengandeng kelompok masyarakat di desa yang dekat dengan lokasi rawan kebakaran. “Kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama memadamkan api jika terjadi kebakaran. Masyarakat juga kita ajak untuk menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran,” ungkapnya.

Pihak TNBB juga sudah menyiapkan berbagai pelaratan seperti jet shooter (alat pemadam gendong), mobil khusus pemadam kebakaran diwilayah hutan dan mobil tangki. Pihaknya berharap tidak terjadi kebakaran hutan pada musim kemarau ini. “Kami juga rutin melakukan patroli pencegahan kebakaran. Mudah-mudahan saat musim kemarau ini tidak ada kebakaran di kawasan TNBB,” pungkasnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Ketua DPRD dan Ketua Komisi IV DPRD Badung Hadiri Pembukaan FSB XIV Desa Adat Kuta Tahun 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Graha Wicaksana menghadiri acara Pembukaan Festival Seni Budaya (FSB) XIV Desa Adat Kuta Tahun 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 (18/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pawai Ogoh-Ogoh Desa Adat Kota Tabanan Gaungkan Nyepi Damai dan Tabanan Bersih

balitribune.co.id | Tabanan – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar persembahyangan Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Singasana, Rabu (18/3/2026). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Pawai Ogoh-Ogoh se-Desa Adat Kota Tabanan yang berlangsung meriah di depan jaba Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026

balitribune.co.id | Tabanan – Menyambut Tahun Baru Saka 1948, momen suci Hari Raya Nyepi kembali hadir sebagai pengingat pentingnya menjaga keseimbangan hidup melalui keheningan, introspeksi, dan penyucian diri. Nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Nyepi diharapkan mampu memperkuat harmoni kehidupan masyarakat di Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

balitribune.co.id | Denpasar - Umat Hindu akan segera memperingati Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 Tahun 2026, seluruh rangkaian akan dimulai dari Pemelastian, Tawur Agung Kesanga, Nyepi dan Ngembak Geni yang sarat akan makna. Hari Suci Nyepi yang diperingati setiap tahun sekali, pada tahun ini jatuh pada 19 Maret mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BRI Siapkan Layanan Terbatas dan Kecukupan Likuiditas Selama Libur Nyepi dan Idul Fitri

balitribune.co.id | Denpasar - Menyambut libur panjang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Region 17 Denpasar menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan perbankan yang optimal kepada masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Layanan Kesehatan Tabanan Tetap Siaga Selama Libur Nyepi dan Idulfitri, 7 Puskesmas Buka 24 Jam

balitribune.co.id | Tabanan - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabanan tetap disiagakan selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Khusus saat Hari Raya Nyepi pada Kamis (19/3/2026), Puskesmas dengan layanan UGD 12 jam (08.00–20.00 Wita) akan tutup sementara, sementara puskesmas dengan layanan UGD 24 jam tetap beroperasi untuk melayani kondisi darurat masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.