Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kebakaran Rumah, Nenek Nyaris Terbakar

Bali Tribune / TERBAKAR - Bangunan rumah milik seorang nenek di Desa Yehembang, Mendoyo terbakar. Musibah ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik.

balitribune.co.id | NegaraKebakaran kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Kali ini kobaran api melalap sebuah bangunan rumah milik seorang lansia. Bahkan setelah api menjalar dari meteran listrik yang meledak, nenek pemilik sedang tertidur di dalam bangunan rumah.

Musibah kebakaran kali ini terjadi di di Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo pada Minggu (15/12) siang. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebuah rumah permanen ludes diamuk si jago merah. Bangunan dengan 3 kamar ukuran 6x9 meter yang terbakar ini milik seorang lansia. Musibah kebakaran kali ini diduga juga diakibatkan oleh korsleting listrik.

Kapolsek Mendoyo Kompol Dewa Gede Artana membenarkan adanya kejadian kebakaran bangunan rumah tersebut. Musibah kebakaran ini diketahui terjadi sekitar pukul 13.45 Wita. Saat itu salah seorang tukang bangunan I Ketut Suartawan (55) yang bekerja di dekat rumah korban sedang istirahat mendengar suara ledakan yang keras. Saksi lalu melihat ke rumah korban. 

Menurutnya saat itu saksi sudah melihat kobaran api di rumah korban, “Ia mendengar suara keras di sebelah selatan tempat kerjanya. Setelah dicek ternyata rumah korban terbakar,” terangnya. Saksi yang merupakan Warga Banjar Ngoneng, Desa Mendoyo Dauh Tukad ini langsung memanggil dan memberitahu warga sekitar. Warga pun langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

Bahkan dikatakannya saat kejadian pemilik rumah Sayu Kade Pondri (80) sedang tertidur di dalam bangunan rumah yang sudah dilalap kobaran api. Pedagang di Pasar Yehembang ini saat itu segera ditarik dan dievakuasi keluar bangunan oleh anaknya, I Gusti Kade Kembar Subagiarta (59). Kejadian ini dilaporkan ke aparat kewilayahan setempat dan ke pemadam kebakaran.

Tidak berselang lama, tiga unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Ia mengatakan pihaknya bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Jembrana sudah turun langsung ke lokasi untuk meminta keterangan saksi-saksi dan korban termasuk sudah dilakukan olah TKP. “Titik api diduga berasal dari kamar sisi Utara yang bersumber dari meteran listrik (instalasi lama),” jelasnya

“Api kemudian merembet melalui plafon rumah yang terbuat dari anyaman bambu (gedeg), sehingga membakar seluruh bangunan rumah beserta isinya,” imbuhnya. Seisi rumah terbakar termasuk dokumen-dokemen penting seperti lima buah sertifikat, dan berbagai jenis perhiasan emas serta uang tunai Rp 15 juta yang disimpan di dalam rumah ikut terbakar,” ujarnya.

Ia mengatakan berdasarkan data yang diperoleh setelah kejadian kebakaran tersebut, pemilik rumah mengalami kerugian materi akibat musibah kebakaran ini yang tidak sedikit. Menurutnya kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. “Tidak tidak ada korban jiwa pada musibah ini. Korban mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp 300 juta,” paparnya.

wartawan
PAM

Hilirisasi Bandeng, Buleleng Bidik Pasar Dunia

balitribune.co.id I Singaraja - Para pembudidaya dan pengusaha perikanan di kawasan Buleleng Barat, Bali, kini tengah melakukan langkah transformasi besar. Tidak lagi sekedar mengandalkan ekspor benih ikan bandeng (nener), mereka kini merambah ke tahap hilirisasi melalui pembesaran bandeng kelas premium tersentral yang ditargetkan mampu menembus pasar internasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kuliner Wisata Bali Dituntut Utamakan Higienitas

balitribune.co.id I Tabanan - Keberadaan kuliner Bali di tempat-tempat wisata di Pulau Dewata sangat diperlukan wisatawan. Selain untuk mengobati rasa lapar setelah lelah mengeksplor destinasi wisata yang dikunjungi, kuliner Bali sebagai salah satu cara mengenalkan keunikan yang ada di pulau ini. Sehingga wisatawan dapat merasakan secara langsung nikmatnya kuliner Bali yang dibuat dengan bumbu-bumbu lengkap ala masyarakat Bali. 

Baca Selengkapnya icon click

TPA Peh Overload, Jembrana Wajibkan Teba

balitribune.co.id I Negara - Hingga kini persoalan penanganan sampah juga menjadi persoalan yang pelik di Jembrana. Terlebih dengan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh kini kondisinya sudah semakin over kapasitas. Penanganan sampah bahkan kini justru dititikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat hingga di pedesaan untuk mengelola mandiri sampah di lahan masing-masing.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.