Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kebakaran Tengah Malam di Permukiman Padat Penduduk , Petugas Kesulitan Padamkan Api, Warga Pendem Panik

instalasi
TERBAKAR - Rumah tempat tinggal di kawasan permukiman padat penduduk terbakar, Minggu (15/4) tengah malam, membuat panik warga setempat.

BALI TRIBUNE - Warga Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Jembrana digegerkan oleh peristiwa kebakaran, Minggu (15/4) sekitar pukul 23.30 Wita. Salah satu rumah warga di belakang Pasar Umum Negara dilalap si jago merah. Kebakaran rumah tempat tinggal milik I Gusti Ngurah Cakra (58) yang berlokasi di permukiman padat penduduk tersebut membuat warga berhamburan keluar.

Saat kejadian, di rumah yang dihuni I Gusti Ngurah Cakra bersama adik kandungnya, Gusti Ayu Ketut Sukerni (53) tersebut sedang ramai, juga ada beberapa remaja yang sedang bermain playstation. Pemilik rumah sempat mencium bau benda terbakar yang disusul dengan suara ledakan. Beberapa saat ia mengecek dari kamar tengah tiba-tiba api sudah membesar melalap kasur dan plafon dari anyaman bambu. Ia pun meminta bantuan kepada warga sekitar. Bahkan saat kejadian Sukerni yang merupakan pedagang sarana upakara di Pasar Umum Negara ini histeris lantaran seluruh barang-barang berharga termasuk uang dagangan di dalam kamar tidurnya itu tidak dapat diselamatkan.

Api dengan cepat merembet dan melalap keseluruh ruangan, sehingga warga sekitarnya panik dan berusaha memadamkan dengan menggunakan alat seadanya sebelum akhirnya tiga unit armada Pemadam Kebakaran Sat Pol PP Kabupaten Jembrana tiba di lokasi beberapa menit setelah kejadian. Minimnya sumber air dan kecilnya aliran air pada hydrant di parkir timur Pasar Umum Negara juga membuat petugas kesulitan memadamkan api.

Api berhasil dipadamkan 1 jam kemudian.  “Memang ini bangunan lama, dibangun sekitar tahun 1970 oleh orangtua kami. Apinya dari kabel fitingan lampu di kamar tengah, kabelnya juga sudah lama,” ungkap pemilik rumah. Karena faktor keselamatan, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Jembrana melakukan oleh TKP Senin (16/4) pagi.

Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret dikonfirmasi mengatakan kebakaran yang menimpa bangunan permanen tempat tinggal seluas 11 m X 6 m yang terdiri dari 3 kamar tidur dan sebuah ruang keluarga tersebut diduga disebabkan oleh hubungan arus pendek (korsleting) litrik. “Sumber api diduga menjalar pada instalasi kabel listrik yang adapada kamar tidur bagian tengah dan percikan api membakar kasur yang berada dibawahnya serta flapon kamar hingga menjalar keseluruh ruangan hingga bangunan yang dihuni 1 KK itu ludes terbakar,” paparnya.

Seluruh isi rumah dipastikan terbakar termasuk uang dan sejumlah barang dan surat-surat berharga milik korban ikut terbakar. “Ada surat-surat dan barang-barang berharag milik korban yang tidak bisa diselamatakan karena api saat itu dengan cepat menjalar keseluruh ruangan. Di kamar tidur tengah saja ada 6 sertifikat tanah milik Gusti Ayu Ketut Sukerni, 3 BPKB sepeda motor, perhiasan emas 250 gr dan uang tunai senilai Rp 65 juta serta 2 buah TV,” ungkapnya.  

Kendati tidak ada korban jiwa, namun dari hasil perhitungan harta benda yang terbakar, ditaksir kerugian yang dialami pemilik rumah akibat kebakaran tersebut mencapai Rp 200 juta.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Mitra10 Buka Cabang ke-58 di Bali, Usung Konsep One Stop Home Living

balitribune.co.id | Denpasar - Perkembangan sektor properti dan pariwisata di Bali mendorong kebutuhan akan bahan bangunan dan perlengkapan rumah yang semakin beragam. Melihat tren tersebut, Mitra10 kembali memperluas jaringan ritelnya dengan membuka cabang baru di kawasan Imam Bonjol, Denpasar, Rabu (13/6/2026)

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kasus Scam Tembus 530 Ribu, OJK Perkuat Kolaborasi Indonesia-Australia

balitribune.co.id | Jakarta - Maraknya penipuan digital di sektor jasa keuangan membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Australia, untuk mempercepat penanganan scam yang kini berkembang lintas negara dan lintas sektor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.