Kebijakan Belajar Full Day Bebani Siswa Pedalaman | Bali Tribune
Diposting : 10 August 2016 10:02
redaksi - Bali Tribune
bupati
IGA Mas Sumatri

Amlapura, Bali Tribune

Sistem belajar full day yang rencananya akan diterapkan oleh Kementerian Pendidikan terhadap siswa, mendapat tanggapan beragam beberapa kalangan di Karangasem. Mereka menilai kebijakan itu akan berdampak pada sulitnya siswa mengikuti aturan baru ini, terlebih bagi siswa yang tinggal di pedalaman dan jauh dari sekolah.

Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri kepada wartawan, Selasa (9/8), mengaku akan mencermati lagi wacana sistem belajar full day terhadap siswa sekolah, utamanya dampak yang ditimbulkan terhadap aturan baru itu. “Kita akan cermati lagi, karena kebijakan tersebut perlu kajian lebih mendalam karena harus dilihat dan disesuaikan dulu dengan struktur sosial masyarakat Karangasem,” tegas IGA Mas Sumatri.

Bupati menyontohkan, siswa yang berada di daerah pedalaman di mana untuk sampai ke sekolah mereka harus berjalan hingga lima kilometer dari rumah mereka, tentu akan memakan waktu tempuh cukup lama. Sehingga jika kebijakan belajar full day diberlakukan, dikhawatirkan anak-anak malah enggan bersekolah.

“Umumnya siswa di pedalaman sepulang sekolah mereka juga harus membantu orangtua di sawah atau di kebun. Kondisi sosial semacam inilah perlu dicermati agar nantinya tidak malah berbalik orangtua enggan menyekolahkan anak mereka lantaran waktu tersita banyak dan tidak bisa membantu orangtua,” ucap Mas Sumatri.

Bupati Mas Sumatri menambahkan, sistem ini mungkin saja cocok jika diterapkan di sekolah perkotaan, tapi untuk masyarakat di pedalaman yang jarah sekolah mereka hingga lima sampai tujuh kilometer, rasanya kurang cocok.

Untuk diketahui, wacana penerapan kebijakan belajar full day ini digulirkan Menteri Pendidikan yang baru. Sementara untuk menindaklanjuti wacana tersebut, Pemkab Karangasem akan meminta kepada Kementerian Pendidikan agar membuat sekolah percontohan.

Dari sekolah itulah, lanjut Bupati Mas Sumatri, nantinya akan dilihat apakah sistem baru itu bisa diterapkan di Karangasem atau tidak agar program Cerdas dan Bermartabat yang digulirkan Pemkab Karangasem bisa berjalan sesuai rencana.