Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kedatangan Wisatawan India ke Bali Tumbuh 61 Persen

Garuda Indonesia
INDIA -- sejumlah wisatawan dari India sesaat setelah mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai

BALI TRIBUNE- Traffic kedatangan wisatawan asal India di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama Januari-Maret 2018 mencapai sekitar 61 persen dari jumlah total kebangsaan/negara yang mendarat di Bali.

Demikian disampaikan Kepala Humas Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, beberapa waktu lalu. Jika dibandingkan dengan tahun 2016 dan 2017, kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) India di bandara tersebut pertumbuhannya cukup signifikan, yakni 38,13 persen. "Growth-nya memang sangat tinggi, meskipun jumlahnya kecil," papar Arie.

Kedatangan wisman dari Tanah Hindustan ini melalui Bandara Ngurah Rai jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2017, periode tahun ini tumbuh mencapai 61,65 persen. Namun, secara rata-rata perbulannya terjadi pertumbuhan 1,8 persen.

Bahkan kedatangan turis India melalui Bandara Ngurah Rai menempati posisi ketiga tertinggi setelah Tiongkok dan Australia. "Potensi pasar India memang cukup menjanjikan, karena India itu secara nationality ada di berbagai Negara, baik itu Australia, Malaysia, dan India sendiri," jelas Arie.

Saat ini, maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier/LCC) AirAsia memiliki rute Denpasar-India (pergi pulang/pp). "AirAsia selaku airline yang menetapkan rutenya dari Kuala Lumpur mempunyai proporsional wisatawan India cukup banyak," sebutnya

Menurut Arie, adanya penerbangan AirAsia rute (Denpasar-Mumbai-Denpasar) dan ditambah maskapai Garuda Indonesia dengan rute yang sama, hal ini menambah frekuensi atau ketertarikan warga negara India datang ke Pulau Dewata. Saat ini, hanya AirAsia dan Garuda Indonesia yang terbang langsung dari Denpasar ke India. Selain India, dia berharap agar penerbangan langsung ke negara lainnya, yakni Denpasar-Rusia-Denpasar bisa dilakukan.

Mengingat, negara tersebut juga berpotensi sebagai pangsa pasar Bali, begitu pun dengan negara lainnya. Diakuinya, untuk “slot time runway” di Bandara Ngurah Rai masih bisa dikembangkan, sebab saat ini baru mencapai 27 slot dengan kapasitas maksimal 35 slot.

Namun, slot apron belum bisa memenuhi hal tersebut. "Karena itulah, 60 slot penerbangan yang ingin masuk ke Bali terus ditunda. Hal itu berasal dari 38 penerbangan internasional dan 22 penerbangan domestik. Kalau dari internasional yang banyak mengajukan adalah dari rute Iran, Cina, Singapore, Australia, dan negara lainnya," bebernya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

Sambut Wajib Belajar 13 Tahun, Bunda PAUD Karangasem Tekankan Pentingnya Satu Tahun Prasekolah

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem terus mematangkan kesiapan dunia pendidikan dalam menyambut program nasional Wajib Belajar 13 Tahun. Langkah nyata ini diawali dengan penguatan pada jenjang prasekolah sebagai fondasi utama pendidikan anak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jelang Idul Adha, Pasar Hewan Kayuambua Sepi Aktivitas

balitribune.co.id I Bangli - Menjelang hari raya Idul Adha aktivitas jual beli sapi di Pasar Hewan Kayuambua, Kecamatan Susut, Bangli, mengalami penurunan drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diutarakan  Koordinator Pasar Hewan Kayuamba I Nengah Degdeg, pada Senin (25/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Penataan Jalan Gajah Mada dan Terminal Pesiapan Segera Dimulai

balitribune.co.id I Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan memastikan proyek penataan Jalan Gajah Mada dan Terminal Pesiapan segera dimulai pada minggu ini. Kepastian tersebut menyusul rampungnya proses tender dan jadwal penandatanganan kontrak kerja yang direncanakan pada Selasa (26/5/2026) mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Satgas PASTI Hentikan Dugaan Penipuan Appeninc, VID, dan Sensenowai

balitribune.co.id | Jakarta - Satgas PASTI kembali mengambil langkah tegas dengan menghentikan kegiatan tiga entitas yang diduga terlibat dalam praktik penipuan digital, yakni Appeninc, VID, dan Sensenowai.

Dalam siaran pers yang dirilis Senin (25/5/2026), Satgas mengungkap bahwa ketiga entitas tersebut menjalankan modus berbeda, mulai dari impersonasi perusahaan asing hingga investasi kripto fiktif.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.