Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kehabisan BBM Usai Dihantam Gelombang Tinggi, Dua Nelayan Karangasem Terdampar di Lovina

Bali Tribune/ PENCARIAN - Tim SAR Gabungan saat akan melakukan pencarian terhadap dua nelayan yang akhirnya dikabarkan selamat terdampar di Lovina, Buleleng.
balitribune.co.id | Amlapura - Nekat melaut di tengah cuaca buruk, dua orang nelayan asal Dusun Tukad Item, Desa Seraya Timur, Karangasem dihantam gelombang tinggi dan terdampar di Pantai Lovina, Buleleng, Kamis (18/7).
 
Sebelumnya kedua nelayan yang diketahui bernama I Made Wartika (35) dan I Nyoman Sunarti (40) tersebut dilaporkan hilang oleh anggota keluarganya, karena setelah ditunggu hingga keesokan harinya, keduanya belum juga kembali dari melaut.
 
Kedua korban berangkat melaut pada Selasa (16/7), dan seperti nelayan di Desa Seraya Timur lainnya, keduanya juga terbiasa melaut hingga ke wilayah perairan Ampenan, Lombok. Biasanya pula, keduanya mampir ke Pesisir Pantai Gili Gede, Lombok, untuk menjual hasil tangkapan mereka.
 
Namun pada Rabu (17/7) sekitar pukul 20.00 Wita, kedua korban mengabari pihak kelurganya kalau mereka telah berangkat dari Gili Gede, Lombok untuk melaut dan pulang ke Seraya Timur.
 
Namun ketika melintasi wilayah perairan Selat Lombok, korban kehabisan BBM sehingga perahu mereka terombang ambing dan dihantam gelombang tinggi. Keduanya sempat mengabari kejadian yang mereka alami kepada keluarganya.
 
Karena hingga keesokan harinya keduanya belum juga tiba kembali, pihak keluarga akhirnya melaporkan hilangnya kedua nelayan tersebut ke Basarnas dan Polsek Karangasem.
 
Kamis pagi kemarin, tim SAR gabungan dari Basarnas Karangasem, Polair, BPBD dan Bakamla Karangasem, turun untuk melakukan pencarian menggunakan Rigit Inflamasi Boat (RIB) menyisir area perairan Bugbug, Padang Bai, Klungkung hingga perairan Lebih, Gianyar. Namun pencarian saat itu masih nihil.
 
“Kita lakukan pencarian hingga ke wilayah Perairan Lebih, Gianyar,” ungkap I Gusti Ngurah Eka, Kepala Pos SAR Karangasem, kepada wartawan beberapa saat setelah kegiatan penyisiran kemarin.
 
Saat itu pihaknya juga menerima informasi soal penemuan bidak atau layar jukung oleh salah satu nelayan di Nusa Penida. Sebelum kemudian pihaknya menerima kabar dari pihak keluarga korban, jika kedua korban terdampar di Pantai Lovina dalam kondisi selamat. “Keduanya mendarat di Pantai Lovina dengan selamat, dan langsung dijemput oleh pihak keluarga,” sebut Ngurah Eka.(u)
wartawan
Redaksi
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.