Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kehilangan Penghasilan Selama Pandemi Covid-19, Warga Kuta Terima Donasi

Bali Tribune / TUTUP - Warga Kuta masih memilih menutup tokonya karena sepi pembeli
balitribune.co.id | Kuta - Selama satu setengah tahun kehilangan penghasilan karena dampak pandemi Covid-19, kini warga Desa Adat Kuta Kabupaten Badung menerima bantuan dari para donatur. Kendati masih ada yang peduli terhadap kesulitan ekonomi dialami warga Kuta, diharapkan industri pariwisata akan bangkit kembali seiring pelonggaran kegiatan masyarakat di masa adaptasi kebiasaan baru.  
 
Seperti diketahui, sebelum pandemi Covid-19, warga Kuta sebagian besar menggantungkan penghasilannya di industri pariwisata. Diantaranya, berjualan aneka pernak pernik khas Bali di Pasar Seni Kuta maupun di Pantai Kuta dan bekerja di hotel, restoran. Sejak pandemi Covid-19 menyebar di Bali pada awal Maret 2020 lalu, pemerintah memperketat aktivitas masyarakat. Begitupun kedatangan turis asing disetop untuk menekan kasus penyebaran wabah global tersebut, sehingga kawasan wisata internasional ini sepi dari kunjungan wisatawan. 
 
Saat ini untuk menyambung hidup, warga setempat hanya mengandalkan sisa tabungan. Kondisi tersebut pun membuat prihatin sejumlah kalangan yang masih memiliki dana lebih untuk berbagi. Secara gotong royong para donatur berusaha memberikan bantuan untuk masyarakat Kuta.
 
Pada Minggu (12/9) bertempat di Pantai Kuta, bantuan yang berhasil dikumpulkan dari para donatur secara bertahap langsung disalurkan pihak desa adat untuk dibagikan ke masyarakat Kuta yang membutuhkan. Bantuan donasi tahap pertama untuk warga di 13 banjar di Desa Adat Kuta ini berupa paket sembako.
 
Warga mengakui bantuan dari para dermawan ini sangat meringankan beban ekonomi rumahtangganya. Warga merasa sangat terbantu karena tabungan mereka sudah mulai menipis untuk memenuhi kebutuhan hidup selama ini, seperti diakui Pande Budiasa salah seorang warga Kuta.  
   
Warga Kuta lainnya, Made Witari dan Made Sudiasih pun menyatakan hal senada. Ia berharap dengan dibukanya akses masuk Pantai Kuta di masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, akan ada kunjungan dari wisatawan domestik. Sehingga secara perlahan-lahan dapat memulihkan perekonomian warga setempat.
wartawan
YUE
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.