Kelangkaan Solar Terus Terjadi, Antrean Kendaraan di SPBU Subagan Mengular | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 07 Februari 2023
Diposting : 5 December 2022 18:48
AGS - Bali Tribune
Bali Tribune / LANGKA - Nampak antrean kendaraan di SPBU Subagan, Amlapura, Karangasem, buntut kelangkaan BBM jenis Solar yang terjadi sejak sepekan terakhir

balitribune.co.id | Amlapura - Kelangkaan BBM Bersubsidi jenis Solar masih terjadi di Kabupaten Karangasem, antrean panjang kendaraan truk dan mobil pribadi masih mengular di sejumlah SPBU yang masih memiliki stok BBM dan quota tahunan dari Pertamina. Di SPBU Subagan, Karangasem, sejumlah anggota polisi diterjunkan untuk mengatur lalulintas lantaran antrean kendaraan pengisi BBM mengular cukup panjang.

Guna menghindari kemacetan, polisi terpaksa mengalihkan arus lalulintas dari arah Galiran menuju ke Jalan Jeruk, Desa Subagan. Pengawas SPBU Subagan, kepada media ini, Senin (5/12/2022) menyampaikan, jika antrean kendaraan pengisi BBM terjadi karena beberapa SPBU sudah kehabisan jatah atau quota BBM tahunan dari Depo Pertamina.

Di SPBU nya sendiri masih memiliki quota tahunan Pertamina sekitar enam kali pengiriman, dimana untuk satu kali pengiriman dari Pertamina ke SPBU berjumlah 8000 Kiloliter. Terkait hal ini, SPBU di Karangasem yang telah kehabisan quota tahunan, telah mengajukan tambahan quota ke Pertamina.

Sementara untuk pembelian BBM Solar, di SPBU ini para sopir truk menyarankan agar setiap truk dibatasi jumlah pembelian Solarnya masing-masing Rp. 250 Ribu perkendaraan, sehingga seluruh kendaraan bisa mengisi solar dan para sopir bisa kembali bekerja. “Jadi untuk pembelian solar satu kendaraan dibatasi hanya Rp. 250 ribu atau 36 liter, biar semua kendaraan kebagian,” ujar Made Suardana, salah satu operator di SPBU Subagan.

Sementara para sopir truk berharap pihak Pertamina bisa menambah quota dan pasokan BBM jenis Solar ke seluruh SPBU di Bali, agar tidak terjadi kelangkaan Solar. Sebab akan sangat berpengaruh terhadap distribusi barang dan jasa jika truk dan kendaraan barang tidak bisa beroperasi lantaran tidak ada bahan bakar.

“Kalau bisa kami memohon kepada Pertamina agar pasokan BBM dan quota ditambah biar tidak terjadi kelangkaan seperti ini. Saya tadi sudah kemana-mana cari Solar semuanya kosong! Kalau terus begini ekonomi bisa macet, gak bisa mengirim barang dan kebutuhan pokok,” ujar Ketut Artawan, salah satu sopir truk barang yang mengaku akan berangkat ke Lombok mengirim barang.