Keluarga Artis Ramaikan Pasar Kuliner di Bali | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 20 Oktober 2021
Diposting : 3 October 2018 21:13
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Ashanty dan aurel
BALI TRIBUNE - Industri kuliner di Pulau Dewata akhir-akhir ini kian menjamur. Tidak sedikit pelaku usaha dari luar Bali mencoba keberuntungan di pulau ini dengan membuka cabang/gerai kuliner kekinian. Hal itu pun dilakukan oleh salah seorang penyanyi ibu kota, Ashanty yang kini turut meramaikan pasar industri kuliner dengan telah membuka gerai Dapur Asix di kawasan Renon, Denpasar. 
 
Istri dari penyanyi Anang Hermansyah ini, selain sebagai publik figur dia juga berkeinginan dapat mengembangkan hobi masak dengan membuka usaha makanan yang sedang trend dikalangan anak muda dan dewasa. Mengapa memilih membuka gerai di Bali? Ashanty mengatakan bahwa Bali merupakan market potensial dalam mengembangkan usaha kuliner tersebut. "Karena daerah ini menjadi rumah kedua bagi kami sekeluarga," ucapnya di Denpasar, Senin (1/10). 
 
Ternyata rumah makan milik keluarga pasangan artis ini sejak dibuka di kawasan Renon menunjukkan hasil yang luar biasa pada transaksi hari pertama. Pihaknya membeberkan dalam satu hari terjual hingga 3.800 bowl dan menghasilkan omzet terbesar di hari penjulan perdana yakni sekitar Rp 65 juta. 
 
Jumlah penjualan menu makanan rumahan namun dikemas modern tersebut sangat fantastis mengingat Bali merupakan cabang ke empat dibuka setelah Makassar, Medan dan Jakarta.
 
"Bila di daerah lain saat awal pembukaan bisa laku terjual 1.500-2.000 bowl, di Bali luar biasa 3.800 bowl. Ini menunjukkan antusias warga Denpasar, cukup luar biasa," terang Ashanty.
 
Dia pun mengakui jika sempat khawatiran saat akan melirik pasar Bali karena takut masyarakat tidak mau antri. Kenyataanya semuanya berbanding terbalik, antusias masyarakat sangat baik dan selalu ramai.
 
“Mudah-mudahan selalu seperti ini. Kalau di Jakarta sudah hampir lima bulan kita buka dan selalu ramai. Di Bali ini pun kami harapkan akan sama seperti itu, bukan hanya awal buka ramai namun selanjutnya menurun," ungkapnya. 
 
Menurut Ashanty, kesuksesan penjualan pada hari pertama bukanlah indikator penentu bisnis selanjutnya. Indikator kesuksesan kata dia adalah kestabilan penjualan terutama pada hari biasa Senin-Jumat mencapai 1.000-1.500 bowl. "Sedangkan pada weekend di atas hari normal yakni bisa mencapai 2.000 bowl per hari," imbuhnya.