Kerap Terjadi Longsoran, Akses Lewat Darat Masih Ditutup | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 27 November 2021
Diposting : 20 October 2021 06:18
SAM - Bali Tribune
Bali Tribune/ TERTIMBUN LONGSOR - Kondisi jalan tertimbun longsor susulan.

balitribune.co.id | Bangli - Pembersihan material longsor yang menutup akses jalan dari Desa Buahan menuju Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupatem Bangli, sudah rampung dikerjakan. Namun akses jalan masih ditutup karena kerap terjadi longsor susulan terutama di titik 1,   perbatasan antara Desa Abang Batudingding dengan Desa Buahan.

Kabid Bina Marga Dinas Perkerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Bangli  I Wayan Lega Suprapta mengatakan, imbas dari gempa yang terjadi Sabtu (16/10/21) lalu mengakibatkan terjadi longsor di 13 titik ruas jalan Buahan-Trunyan. Upaya evakuasi material longsor yang menutup ruas jalan sepanjang 6 kilo meter tersebut melibatkan pihak TNI/Polri, BPBD dan Dinas PUPR Perkim Bangli. ”Beberapa alat berat diturunkan untuk mengevakuasi material longsor berupa tanah dan bebatuan,” sebutnya, Selasa (19/10/2021).

Kata Wayan Lega, proses evakuasi memang butuhkan waktu, selain karena di tiga titik volume longsor besar juga karena kerap terjadi longsor susulan. ”Lokasi tanah memang masih labil, jika kondisi tidak mendukung proses evakuasi dihentikan,” sebutnya.

Lanjut Wayan Lega, setelah dua hari proses evakuasi aksen jalan sejatinya sudah bisa dilewati kendaraan. Namun karena kembali terjdi longsor di titik 1 akses jalan ditutup lagi. ”Sejatinya proses pembersihan sudah kelar, tapi karena kembali terjadi longsor di titik 1, petugas dari TNI/Polri terpaksa tutup akses jalan,” jelasnya.

Disinggung terkait perbaikan badan jalan yang hancur, kata Lega Suprapto untuk kerusakan badan jalan terjadi di 13 titik , sedangkan untuk proses perbaikan menunggu kondisi aman. “Nanti badan jalan yang pecah akibat timbunan material longsor  akan diperbaiki,” sebutnya.

Kapolres Bangli AKBP Gusti Agung Dhana Aryawan mengatakan, akses jalan memang ditutup, pasalnya kerap terjadi longsor susulan terutama di titik 1. ”Melihat kerap terjadi longsor susulan dan melihat faktor  keselamatan akses jalan kami tutup sementara,” ujarnya. Kapolres AKBP Agung Dhana Aryawan menambahan di beberpa titik  akan dipasang rambu peringatan.

Sementara, salah seorang warga asal Desa Abang Batudiding, Wayan Partini mengaku masih trauma menyeberang lewat darat, pasalnya longsor susulan masih kerap terjadi. ”Saya masih trauma untuk beraktifitas saya pilih menyebrang lewat danau dengan boat,” sebutnya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler