Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kesulitan Ekonomi Bisa Picu Terjadinya KDRT, DP2KBP3A Badung Siapkan Rumah Konseling Gratis

Bali Tribune/ Putu Eka Merthawan
Balitribune.co.id | Mangupura - Kesulitan ekonomi akibat dampak dari  pandemi virus Corona (Covid-19) dikhawatirkan akan memicu tingginya angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Badung.
 
Pasalnya, tanpa krisis akibat Covid-19 saja, KDRT di Gumi Keris lumayan banyak.
 
Berdasar data yang diperoleh, jumlah kasus KDRT di Badung di tahun 2019 ada 17 kasus, pelecehan seksual ada 7 kasus anak-anak dan dewasa. Sementara untuk di awal tahun 2020 sudah ada KDRT sebanyak 3 kasus dan pelecehan seksual ada 3 kasus.
 
Kadis Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Badung, I Putu Eka Merthawan pun membenarkan masalah ekonomi menjadi pemicu paling banyak KDRT di Badung.
 
“Iya, situasi seperti saat ini sangat berisiko terjadi KDRT. Pemicunya biasanya faktor ekonomi,” ujarnya, Selasa (5/5/2020).
 
Saat wabah Corona melanda dunia termasuk Badung dan Bali, kesulitan ekonomi hampir terjadi dimana-mana. Pihaknya pun khawatir tingkat KDRT akan meningkat bila kondisi ini terus berkepanjangan.
 
“Situasi saat ini memang sangat berisiko, karena ekonomi memang sulit,” katanya.
 
Nah, untuk mengantisipasi tingginya angka KDRT di Gumi Keris, pihaknya pun mengaku sudah menyiapkan rumah pendamping.
“Kami berharap tidak ada terjadi, kalau pun ada kami sikapi dengan membuat rumah pendampingan yang berada di kantor kami di Puspem Badung,” jelas  mantan Kadis DLHK Badung ini.
 
Di rumah pendampingan masyarakat bisa melakukan konseling dengan psikiater yang kerahasiaannya dijaga dan juga tidak dipungut biaya. Namun pendampingan ini dilayani pada jam kerja. “Jadi pendampingan dilakukan oleh psikiater secara gratis,” tegasnya.
 
Selain itu pihaknya juga telah mengeluarkan imbauan melalui media sosial. Sebab, diam di rumah yang berkepanjangan juga menjadi pemicu terjadinya stres. Apalagi anak-anak sekolah sekarang lebih banyak belajar dari rumah, sehingga pelajar juga berpotensi mengalami stres.
 
“Kita harus siaga. Seperti kekerasan rumah tangga, anak-anak  yang  tidak bisa ke mana-mana juga berpotensi stress,” pungkas Eka Merthawan. 
wartawan
I Made Darna
Category

Tradisi Makepung Lampit, Ritual Kesuburan dan Syukur Petani

balitribune.co.id | Negara - Makepung sebagai salah satu kekayaan budaya di Jembrana. Selain atraksi makepung cikar, Jembrana juga memiliki atraksi makepung lampit. Makepung lampit memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Sebagai warisan budaya tak benda, kini makepung terus dilestarikan di Jembrana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

OJK: Konsistensi Kinerja Perbankan Dipastikan Solid Sampai Akhir Tahun 2025

balitribune.co.id | Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan IV-2025 yang menunjukkan optimisme responden bahwa kinerja perbankan akan tetap solid hingga akhir tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click

Teror Kera Liar di Tenganan, Rusak Kebun Masuk Rumah Warga

balitribune.co.id | Amlapura - Populasi kera ekor panjang atau Macaca Fascicularis yang semakin tidak terkendali di wilayah pegunungan Bukit Gumang, Bukit Nyuh Tebel dan Bukit Tenganan saat ini cendrung menjadi hama yang meresahkan petani dan warga utamanya di Desa Tenganan dan Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

5 Pelanggaran Lift Kaca di Pantai Kelingking, Gubernur Bali Ambil Tindakan Tegas

balitribune.co.id | Denpasar - Pada Minggu (23/11) Gubernur Bali, Wayan Koster memerintahkan PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group sebagai penyelenggara pembangunan lift kaca (Glass Viewing Platform) di Pantai Kelingking, Banjar Karang Dawa Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung menghentikan seluruh kegiatan pembangunan lift kaca tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Kemendag Fokus Memperbaiki Pemasaran Produk UMKM Hingga Bisa Menembus Pasar Internasional

balitribune.co.id | Mangupura - Kendati pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia mampu menghasilkan produk berkualitas yang layak dijual di pasar luar negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia mengungkapkan saat ini tantangan terberat para UMKM adalah terkait pemasaran.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.