Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Keterampilan Profesionalisme Bartender Indonesia

BAR ACADEMY -- Didampingi Wawan Kurniawan, Head of Customer Marketing Diageo Indonesia, Dicky Sukarmadji (kiri) saat menjelaskan tentang “Diageo Bar Academy” di Hard Rock Hotel Bali, Senin (3/9).

BALI TRIBUNE - Sebagai salah satu destinasi pariwisata yang diminati warga dunia, Indonesia, khususnya Bali memiliki potensi yang sangat besar. Di mana, industri hotel restoran dan kafe yang sangat besar peranannya dalam pariwisata Indonesia, tentu membutuhkan peran bartender yang terampil dan profesional, serta penuh tanggung jawab dalam menjalankan profesinya. Terkait hal ini dan untuk pertama kalinya, Diageo menghelat “Diageo Bar Academy” yaitu serangkaian kegiatan untuk melatih para bartender di Indonesia agar bisa mengasah keterampilan, menginspirasi kreativitas yang didorong oleh bakat dan profesionalisme. Pelatihan digelar di 5 kota di Indonesia, mulai Surabaya (8/8), Medan (13/8), Yogyakarta (20/8), Jakarta (27/9), dan berakhir di Hard Rock Hotel Bali, Senin (3/9). Head of Customer Marketing Diageo Indonesia, Dicky Sukarmadji, mengatakan, sebagai pemimpin bisnis minuman premium dunia dengan rangkaian koleksi minuman beralkohol yang bervariasi dari kategori spirits, wine, dan bir, Diageo ingin membantu memperluas pengetahuan, teori, serta teknik yang baik untuk menyajikan beraneka minuman berkelas kepada para bartender di seluruh dunia. “Komitmen ini kami wujudkan melalui “Diageo Bar Academy” dan mengundang para bartender di lima kota besar di Indonesia untuk meningkatkan wawasannya. Sekaligus menyelenggarakan beberapa kelas yang membahas pengetahuan dan teknik dasar bartending, serta keterampilan meracik minuman termasuk pengetahuan tentang berbagai jenis minuman beralkohol,” ujar Dicky Sukarmadji, di Kuta, Senin (3/9) sore. Dalam sepuluh tahun terakhir katanya, peran dan profesi bartender terus meningkat dan menjadi salah satu profesi penting dalam industri pariwisata. Sehingga, setelah mengadakan kegiatan di 5 kota tersebut yang diikuti sekitar seribu bartender, Diageo Indonesia Brand Ambassador akan melatih bartender secara langsung di beberapa outlet lainnya. Pada “Diageo Bar Academy” ini dihadirkan sebagai pembicara adalah Wawan Kurniawan (Diageo Brand Ambassador), Arey Barker dan Ayip Dzuhri, keduanya merupakan bartender pemenang “Indonesia Diageo World Class 2014” dan “Diageo World Class 2015”, serta kompetisi bartender bergengsi dunia lainnya. “Pengetahuan tentang berbagai jenis minuman beralkohol sangat dibutuhkan oleh bartender dan hal ini sangat penting untuk meracik minuman. Selain memperluas pengetahuan, kami juga mengasah keterampilan bartending yang merupakan perpaduan dari teori, teknik, dan kreativitas. Saya sangat optimistis akademi ini akan membantu banyak bartender Indonesia dalam meningkatkan keterampilannya dan profesionalismenya untuk menjadi bartender yang diakui dan dihormati,” harap Dicky, didampingi Wawan Kurniawan. Selain memperluas wawasan dan meningkatkan pengetahuan tentang bartending, pada acara tersebut juga digelar kompetisi bagi para bartender untuk mendapatkan gelar bartender terbaik di masing-masing kota.  “Konsumen Indonesia, khususnya yang tinggal di kota-kota besar terus menunjukkan apresiasinya terhadap bartender yang mampu membuat cocktail yang unik dan menyegarkan. Kami juga mendorong para bartender untuk berimajinasi tentang racikan terbaik dan mewujudkannya dalam cocktail signature,” kata Dicky, seraya mengapresiasi dan memuji para bartender di Indonesia umumnya sangat kreatif.  Selama “bartending challenge” berlangsung, para bartender memamerkan kreatifitas, kecepatan, dan kemampuan meracik serta menyajikan minuman ke dalam tantangan untuk menciptakan sebuah cocktail terbaik dan tentu saja dengan penyajian yang istimewa. Para bartender diuji untuk membuat cocktail dengan menggunakan beberapa portofolio dari Diageo, yaitu Smirnoff, Captain Morgan, Gilbey’s, Bell's, dan Johnnie Walker.  Hal ini menjadi ujian sesungguhnya mengenai pengetahuan, keterampilan, dan kreatifitas bartending yang dinilai oleh dewan juri (Wawan Kurniawan, Arey Barker, dan Ayip Dzuhri). 

wartawan
Djoko Moeljono
Category

Tebing di Pinggir Jembatan Peken Belayu - Kukuh Longsor Lagi

balitribune.co.id I Tabanan - Tebing di pinggir jembatan Peken Belayu-Kukuh di Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, longsor lagi pada Rabu (22/4/2026) sore. Tak hanya itu, material tebing yang longsor itu membuat gelombang air pada aliran Sungai Yeh Ge menerjang areal wantilan pura yang ada di seberangnya.

Baca Selengkapnya icon click

Tim Gabungan Gelar Penertiban Identitas, Sasar 141 Duktang di Bajera

balitribune.co.id - Tabanan - Tim gabungan di Kecamatan Selemadeg melakukan penertiban identitas terhadap 141 penduduk pendatang (duktang) yang tinggal di lingkungan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg. Penertiban yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) malam itu menyasar belasan rumah kos, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi kependudukan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Korsleting Listrik, Laundry Terbakar

balitribune.co.id I Bangli - Sebuah tempat usaha laundry yang berlokasi di Jalan Nusantara, Kelurahan Cempaga, Kecamatan/Kabupaten Bangli, dilalap si jago merah pada Selasa (22/4/2026) sekira pukul 08.30 Wita. Kuat dugaan kebakaran  dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi kabel yang kemudian menyambar pakaian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Buleleng Tetapkan Perda Baru Pajak dan Retribusi

balitribune.co.id I Singaraja - DPRD Kabupaten Buleleng secara resmi mengesahkan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2023 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam rapat paripurna, Rabu (22/4/2026). Rapat dipimpin Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, serta dihadiri jajaran legislatif dan eksekutif, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Sekda, serta pimpinan OPD.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Buleleng Desak Pencabutan UU Pemda 23 Tahun 2014

balitribune.co.id I Singaraja - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya mendesak adanya pencabutan atau revisi Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Langkah ini dinilai mendesak lantaran regulasi tersebut dianggap membatasi ruang gerak DPRD, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.