Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kisah Danghyang Dwijendra di Balik Keagungan Pura Sakenan

Bali Tribune / Ida Bagus Gede Pidada, Panglingsir Griya Meranggi Kesiman

balitribune.co.id | Denpasar - Pura Sakenan menjadi satu dari sekian banyak Pura Kahyangan Jagat di Bali. Menjadi tujuan persembahyangan dan wisata religi, Pura Sakenan menyimpan kisah di balik keagungannya.

Pura Sakenan terletak di Pulau Serangan, sebuah pulau dengan ukuran tergolong kecil, panjang 2,9 km dan lebar 1 km.

Berdasarkan wawancara dengan Penglingsir Griya Meranggi Kesiman, Ida Bagus Gede Pidada (60), Kamis (16/6) dan Purana yang disusun Tim Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menjelaskan bahwa Pura Sakenan dulu menjadi tempat krama subak memohon kesejahteraan hidup dan berkah Tuhan. Agar segala macam penyakit yang merusak tanaman di sawah dan ladang menjadi lenyap.

Disebutkan dalam purana bahwa Hyang Bhatara Sakenan menjaga walang sangit dan Hyang Bhatari Masceti menjaga tikus agar tidak merusak sawah dan ladang petani.

Pada era Maharsi Markandeya, Pura Sakenan sudah ada, saat itu Rsi Markandeya sempat 'mrayascita gumi mendem pancadatu' di Pura Basukian Besakih. Dengan konsep akasa dan pertiwi, Akasanya adalah Pura Basukian, Pertiwinya adalah Pura Sakenan (Sakyamuni atau Buddha). Didasarkan pada Bali yang pada zaman itu dikenal menganut Siwa Buddha.

Melangkah ke era Danghyang Dwijendra, ketika beliau mengadakan perjalanan keliling Bali mengunjungi tempat-tempat suci, setelah sekian lama perjalanan dari Nusa Dua menuju Utara dikatakan beliau tiba di pulau kecil (Serangan) dan berada di pantai Barat untuk beristirahat sambil mengagumi keindahan alam sekitarnya.

Di tempat itu ia merasakan dan menyaksikan perpaduan harmonis antara daratan Pulau Serangan dengan laut yang mengelilinginya. Karenanya, Danghyang Dwijendra berketetapan hati dan memutuskan untuk tinggal dan bermalam beberapa hari di sana.

Dalam Purana dikatakan "sri angen pwa sira tan kahanan paran", Pulau Serangan waktu itu tidak berpenghuni, karena dikelilingi lautan. "Hana wong ulu wolas diri katon", hanya ada 18 orang di sana. Diantaranya berasal dari dari Watu Sasih (Batubulan), dan Cemenggaon.

Dalam perjalanannya beliau diikuti oleh orang-orang sekitar Serangan yang akan menghaturkan makanan, seperti dari Intaran, Pemogan, Suwung, dan Kepaon. Tiba di Sakenan, dilihatlah 18 orang tersebut berkumpul di sebuah gundukan sebelah Timur Pura Sakenan.

Kemudian salah satunya yang bernama I Bendesa Mas Kelan bertanya pada Danghyang Dwijendra: "Apakah yang cerah menyala di atas kepala Anda?" Beliau menjawab: "Ini tiada lain adalah Bhatari Masceti".

Diperintahkanlah I Ngurah Pinatih oleh Bendesa Mas Kelan untuk membuatkan Danghyang Dwijendra sebuah stana di lokasi tersebut. Itulah yang sekarang bernama Pura Dalem Susunan Wadon.

Di sanalah beliau untuk terakhir kalinya membuka 'kancing gelung' sehingga rambutnya terurai. Kancing gelung itulah yang menjadi dasar pembangunan pelinggih di Pura tersebut yang menjadi stana Bhatari Masceti.

Beralih ke Pura Samuan Agung, konon Pura ini dulunya menjadi tempat 'parum' atau rapat Danghyang Dwijendra bersama 18 orang yang beliau temui. Maka peristiwa itu yang menjadi penanda dibangunnya 18 pelinggih yang berada di Pura ini.

Begitu pula dengan kehadiran Danghyang Dwijendra, sebelum beliau menuju Barat Daya tepatnya ke Uluwatu juga terjadi hal yang sama. Sehingga, sebagai penghormatan terhadap beliau, maka dibuatkanlah pelinggih Pura Dalem Sakenan yang merupakan penyatuan antara Siwa dan Buddha. Maka, kata Gus Aji Pidada, saat ini ada tiga Pura di kawasan Sakenan yang mesti dikunjungi pemedek: Pura Dalem Sakenan, Pura Samuan Agung, dan Pura Dalem Susunan Wadon.

Perihal pengempon pura, disebutkan bahwa keturunan Ida Batara Sakti Pemecutan yang bertahta di Puri Pemecutan, semuanya sudah mendapat kedudukan dan sekaligus mendapat tugas menjadi pengempon yang berada di wilayah Kerajaan Badung.

Puri Agung Kesiman ditugasi sebagai pengempon Pura Sakenan, Puri Oka Denpasar mengempon Pura Susunan Wadon dan Pura Batu Tegeh. Puri Agung Jro Kuta mengempon Pura Uluwatu, Puri Kaler Kawan mengempon Pura Geger dan Pura Pucak Tedung, Puri Denpasar mengempon Pura lainnya yang ada di wilayah Jembrana dan Bukit, serta Puri Langon mengempon Pura Peti Tenget.

Maka dari sanalah akhirnya Puri Agung Kesiman menjadi pengempon Pura Sakenan sampai sekarang.

wartawan
M3
Category

114 Penduduk Pendatang Disasar Sidak Temesi Gianyar

balitribune.co.id | Gianyar - Satpol PP Kabupaten Gianyar bersama Tiga Pilar Desa Temesi bersama melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penduduk pendatang di Banjar Temesi, Desa Temesi, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar, Minggu (27/9/2026) malam. Seratus lebih penduduk pendatang diperiksa dan masih ada yang belum laporan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Propam Polres Gianyar Selidiki Anggota Jual Senpi Ilegal 

balitribune.co.id | Gianyar - Usut asal-usul kepemilikan senjata yang diamankan Satreskrim Polresta Denpasar dari seorang pria berinisial Ade Ready MP alias ARM yang ditangkap dalam kasus narkoba, menjadi perhatian serius Kapolres Gianyar. Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Gianyar pun langsung mengamankan personilnya dna kini sedang menjalani pemeriksaan intensif.

Baca Selengkapnya icon click

Pemotor Oleng Tabrak Truk Angkut Baja Ringan Hingga Tewas

balitribune.co.id | Tabanan – Seorang pengendara sepeda motor, Saiful Anwar (24), tewas di Jalur Denpasar-Gilimanuk usai menabrak truk pengangkut baja ringan di wilayah Kecamatan Kerambitan.

Kecelakaan maut yang melibatkan motor Honda Beat DK 3576 UR dan truk AG 8147 Y tersebut terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 19.40 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jembatan Yeh Ngigih Mulai Dibeton, Jalur Gadung Sari-Pesagi Ditutup

balitribune.co.id | Tabanan – Akses jalan penghubung Desa Gadung Sari di Kecamatan Selemadeg Timur dan Desa Pesagi di Kecamatan Penebel melalui Jembatan Yeh Ngigih akan ditutup total mulai Selasa (29/9/2026).

Penutupan rute antarkecamatan tersebut dilakukan seiring perbaikan jembatan yang sudah masuk tahap pembetonan. Penutupan jalur ini diterapkan lantaran material pembetonan akan segera tiba di lokasi proyek.

Baca Selengkapnya icon click

Puskesmas II Sanur Direncanakan Pindah Lokasi 

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar tengah mengkaji rencana relokasi Puskesmas II Denpasar Selatan yang saat ini berlokasi di Jalan Danau Buyan III, Sanur. Relokasi diusulkan sebagai langkah jangka panjang untuk memastikan keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut berada di atas aset milik pemerintah daerah. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.