Komisi II DPRD Badung Cek Protokol Kesehatan Swiss Belexpress Kuta | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 22 September 2020
Diposting : 23 July 2020 22:22
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/ KOMISI II - Rombongan Komisi II DPRD Badung saat melakukan kunjungan ke hotel Swiss Belexpress Kuta, Rabu (22/7/2020).
Balitribune.co.id | Mangupura - Komisi II DPRD Badung bersama Dinas Pariwisata Badung melakukan kunjungan ke hotel Swiss Belexpress Kuta, Rabu (22/7/2020). Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Badung, I Gusti Anom Ganti SH dilakukan guna memastikan protokol kesehatan telah dilakukan dengan baik di era new normal. 
 
Adapun anggota Komisi II yang turut hadir yaitu I Made Wijaya, Ida Bagus Alit Arga Patra, Ida Bagus Made Sunartha, didampingi Tenaga Ahli DPRD Badung Nyoman Predangga, Camat Kuta Nyoman Rudiarta dan Sekcam Kuta Kadek Agus Suantara.
 
Menurut Anom Gumanti, berdasarkan pemaparan pihak manajemen hotel dan realita di lapangan, pihaknya menilai sudah dilakukan sesuai imbauan pemerintah daerah. Semua standar protokoler kesehatan diterapkan dengan baik. 
 
"Hotel ini sudah diverifikasi tim dari Pemkab Badung dan implementasinya di lapangan benar-benar bagus. Kami juga berterimakasih kepada pihak hotel, karena mereka sudah membuka hotelnya, walaupun kita tahu kondisinya sekarang masih sepi," terangnya.
 
Bahkan, Hotel Swiss Belexpress Kuta katanya, sudah siap menerima tamu. Hal ini menurutnya secara moral bahwa pariwisata Bali ingin bangkit. "Yang penting standar protokol kesehatan sudah terpenuhi. Jika terjadi sesuatu mereka juga sudah menyiapkan standar-standar yang harus dilakukan. Kan itu sudah melewati verifikasi Pemkab Badung," ujarnya.
 
Pihaknya menyadari, pandemi Covid-19 ini tentu sangat dirasakan dampaknya bagi sektor pariwisata. Karena itu pihaknya tidak ingin memberikan suatu masukan yang sifatnya berpotensi menambah beban dan biaya hotel dalam penyempurnaan protokol kesehatan yang diberlakukan. 
 
"Yang terpenting menurutnya saat ini dilakukan adalah komitmen menerapkan standar protokol kesehatan yang dirujuk pemerintah, dalam operasional hotel di masa tatanan kehidupan era baru ini," terangnya.
 
Jika nantinya kondisi sudah pulih lanjut Anom Gumanti, barulah disana dilakukan inovasi dalam peningkatan pelayanan . Misalnya dengan registrasi tamu secara digital tanpa bersentuhan langsung dengan pegawai hotel dan sebagainya. 
"Jadi pada intinya hotel ini sangat siap menerima tamu, dengan penerapan standar protokol kesehatan dan langkah penanganannya jika terjadi kejadian. Kami di dewan senantiasa membuka diri bagi hotel yang sudah siap dengan penerapan protokol kesehatannya," imbuhnya.