Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kopi Bali Masih Idola Wisatawan

KOPI - Barista sedang menyajikan kopi Bali dengan teknik manual brewing.

BALI TRIBUNE - Selama liburan di Bali, wisatawan asing yang datang dari sejumlah negara itu tidak hanya menikmati keindahan alam, budaya dan juga kuliner serta hasil pertanian masyarakat lokal terutama kopi. Bagi wisatawan, kopi Bali memiliki citarasa khas dengan kopi dari negara lainnya. Salah seorang pemilik coffee shop di kawasan pariwisata Nusa Dua, BadungPutu Tinong Maharde, menyatakan bahwa sejak warung yang dikelolanya menonjolkan kopi Bali, jumlah wisatawan yang sekadar mampir untuk minum kopi di kedainya semakin ramai. "Awalnya coffee shop ini namanya warung, bukan coffee shop. Saat itu sedikit wisatawan yang mampir di warung kami," terangnya, di Badung, Rabu (8/8). Tinong mengatakan, banyak wisatawan yang sedang berjalan di sepanjang warungnya itu terlihat bingung membaca nama warung. Sebab, menurut wisatawan kata dia, tidak begitu paham dengan tulisan warung bahkan tidak mengerti apa menu yang dijual di warung. Sebagian wisatawan pun akhirnya enggan mampir membeli kopi walaupun kedai ini awalnya juga sudah menyajikan menu minuman kopi Bali. "Karena tamu tidak mampir ke kedai kami, jadinya tidak tahu kalau kami juga menjual kopi Bali yang wisatawan cari-cari selama liburan di Bali," ucapnya. Selanjutnya, pihaknya mengubah tulisan warung menjadi coffee and resto. Dia menuturkan dengan mencantumkan tulisan tersebut di depan kedainya, semakin banyak wisatawan asing yang sedang lalu lalang baik berjalan kaki maupun berkendara mampir untuk menikmati kopi Bali. "Selain menu kopi Bali, hidangan Bali pun biasanya dipesan wisatawan yang kebetulan mampir di kedai ini," imbuh Tinong. Sementara itu, salah seorang pelanggan kedai kopi ini Yuni mengaku kerap melihat wisatawan mancanegara yang mampir ke coffee shop tersebut memesan kopi Bali. Tampaknya kopi Bali ini tidak hanya disukai wisatawan asing juga wisatawan domestik dan masyarakat lokal. 

wartawan
Ayu Eka Agustini

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Baca Selengkapnya icon click

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.