Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

KSOP Celukan Bawang Siapkan Program Mudik Gratis

mudik
Bali Tribune/MUDIK - Menggunakan KM Sabuk Nusantara 51 tujuan Sapeken arus pemudik mulai memadati Pelabuhan Celukan Bawang.

balitribune.co.id I Singaraja - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Laut Celukan Bawang, mulai mematangkan persiapan guna menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran tahun ini. Persiapan ini mencakup ketersediaan armada kapal reguler, program mudik gratis, hingga penyesuaian jadwal pelayaran menyusul kedekatan momen Idul Fitri dengan Hari Raya Nyepi.

Kepala KSOP Pelabuhan Celukan Bawang, Taufikur Rahman, menjelaskan angkutan mudik dari Pelabuhan Celukan Bawang difokuskan pada dua rute tujuan utama menuju Pelabuhan Sapeken dan Pelabuhan Raas, Madura, Jawa Timur. "Untuk rute reguler dari Celukan Bawang menuju Sapeken, saat ini dilayani oleh dua kapal perintis, yaitu KM Sabuk Nusantara 51 dan KM Sabuk Nusantara 74. Jadwal kapal reguler ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui menyesuaikan dengan tingkat permintaan penumpang,” ucap Taufikur Rahman, Selasa (10/3/2026).

Selain kapal reguler, KSOP Celukan Bawang juga memfasilitasi angkutan mudik gratis khusus tujuan Pelabuhan Raas. Program ini akan menggunakan dua Kapal Negara (KN), yaitu KN Nusa Penida dari Distrik Navigasi (Disnav) Kelas II Benoa dan KN Chundamani dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Perak, Surabaya.

Menurutnya, layanan mudik gratis ini rencananya akan diberangkatkan secara bertahap pada tanggal 13, 14, dan 15 Maret. Meski demikian, tingginya animo masyarakat menjadi tantangan tersendiri. “Berdasarkan permintaan, jumlah pemudik diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang. Namun, kapasitas kapal negara yang kita gunakan terbatas. KN Nusa Penida berkapasitas 200 orang dan KN Chundamani 100 orang. Total penumpang yang bisa terangkut dari Celukan Bawang menuju Raas diprediksi maksimal hanya sekitar 1.000 orang," paparnya.

Ditambahkan, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 11, 12, dan 13 Maret. Untuk memaksimalkan pelayanan, pihak KSOP juga akan menggelar rapat koordinasi  bersama Disnav Tanjung Perak, Surabaya, untuk memastikan ada atau tidaknya tambahan kapal negara yang bisa diperbantukan.

Terkait volume penumpang harian saat ini, Taufikur menyebutkan situasinya masih tergolong sepi. "Hari ini saja, penumpang yang menuju Sapeken hanya sekitar 18 orang. Kapal akan langsung kembali ke Celukan Bawang karena ada omisi dan deviasi rute," jelasnya. Sementara itu, karena momentum mudik tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 19 Maret, KSOP Pelabuhan Celukan Bawang telah menetapkan kebijakan penutupan pelabuhan sementara.

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali, Pelabuhan Celukan Bawang akan ditutup total dari aktivitas penyeberangan tepat pada Hari-H pelaksanaan Nyepi.“Untuk kenyamanan dan keamanan para pemudik, kami sudah berkoordinasi dengan pihak operator kapal. Keberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Celukan Bawang menuju Sapeken akan dilakukan pada tanggal 17 Maret, atau H-2 sebelum Nyepi. Pada Hari H Nyepi tanggal 19, pelabuhan ditutup total,” tandasnya. 

wartawan
CHA
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.