Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kunjungan Konjen Tiongkok Diharapkan Pancing Kedatangan Turis Negeri Tirai Bambu

Bali Tribune/founder Museum Pasifika, Philippe Augier beserta pihak ITDC saat menjelaskan beberapa lukisan kepada Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Gou Hao Dong

Bali Tribune, Badung - Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Gou Hao Dong mengunjungi Museum Pasifika dalam rangkaian merayakan Tahun Baru Imlek yang dirayakan 5 Februari 2019 kemarin. Gou Hao Dong beserta rombongan berkunjung ke Museum Pasifika, kawasan ITDC Nusa Dua, Badung pada Kamis (8/2). Sebelum bertugas di Bali, pihaknya ditugaskan di sejumlah negara, diantaranya Afrika, Australia dan Timur Tengah. "Museum ini sangat menarik karena menampilkan kesenian dari berbagai negara," katanya.  Sebagai satunya-satunya Museum Seni Asia Pasifik terbesar saat ini di wilayah Asia Pasifik, yang memiliki koleksi tebih dari 600 karya seni (terutama koleksi berupa lukisan) 200 artis dari 25 negara. Museum Pasifika juga memiliki koleksi dari pelukis-pelukis Tiongkok, diantaranya adalah Chen Zhen (1955- 2000), Lin Feng Mian (1900-1991), Liu Oixiang (1901 -1998), Zao Wou Ki (1920-2013).  Bernard Buttet (pelukis Perancis) juga membuat beberapa lukisan bertemakan kebudayaan Negeri Tirai Bambu diantaranya berjudul "La Temple de Lamas" yang dibuat di tahun 1995, juga lukisan "La Villa Camelia et le Fuji" dan lukisan "la Couns de la Paix".  Gou Hao Dong ditemani oleh Co-founder Museum Pasifika, Philippe Augier berkeliling ke sebelas ruangan yang ada di museum tersebut. Pihaknya menceritakan tentang latarbelakang dipilihnya Bali sebagai tempat berdirinya Museum Pasifika. "Dikarenakan Bali adalah tempat bertemunya 2 kebudayaan yang besar yaitu Asia dan Pasifik. Museum Pasifika, yang dibuka untuk umum pada tanggal 8 Agustus 2016, sebagai wadah menampung karya-karya seni berkelas dunia dan berstandar internasional, tidak hanya menampilkan koleksi dari para seniman dari Eropa, yang beberapa sudah mempunyai nama dikancah internasional seperti Paul Gauguin (Perancis), Le Mayeur (Belgia), Theo Meier (Swiss), Andre Maire (Perancis), Miguel Covarrubias (Meksiko) dan beberapa nama lainnya," beber Philippe. Selain itu juga pihaknya menampilkan karya-karya seni dari anak bangsa diantaranya karya Lempad (1862-1978), Raden Saleh (1811-1880), Affandi (1907 1990), I Gusti Ketut Kobot (1917). Dia berharap dengan adanya kunjungan Konjen Gou Hao Dong ke Museum Pasifika kali pertama ini, akan dapat meningkatkan kunjungan turis Tiongkok.  

  • Sementara itu Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan menyatakan dampak dari kunjungan Konjen Tiongkok dapat menarik minat wisatawan Negeri Tirai Bambu ke Bali. "Kami berharap koleksi dan kehadiran museum ini bisa memberikan kontribusi kehadiran turis ke Nusa Dua. Konjen Gou Hao Dong juga menyampaikan akan mempromosikan museum ini kepada turis Tiongkok. Kami harap akan ada peningkatan kunjungan dari Tiongkok yang berkualitas ke Bali," harapnya. (yue)
wartawan
Ayu Eka

Catus Pata Jadi Panggung Utama Buleleng Festival

balitribune.co.id I Singaraja - Setelah Lovina Festival, Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menggelar perhelatan akbar berupa Buleleng Festival (Bulfest). Saat ini Panitia Bulfest masih  terus mematangkan persiapan menjelang acara yang akan dibuka dalam tujuh hari ke depan. Hingga saat ini, progres persiapan fisik maupun teknis dilaporkan telah mencapai angka 95 persen.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kebakaran Lahan 3 Hektar Nyaris Hanguskan Pemukiman di Kubu

balitribune.co.id I Amlapura - Kebakaran lahan masih terus saja terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Kubu, Karangasem. Di Banjar Dinas Nusu, Desa Sukadana, Kubu, kebakaran lahan menghanguskan sekitar 3 hektar lahan perkebunan Mangga dan Jambu Mete milik warga setempat. Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, kejadian kebakaran tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026) petang, sekitar pukul 18.00 Wita.

Baca Selengkapnya icon click

Dishub Badung Ubah Pola Arus Keluar Puspem, MRLL Diuji Saat Jam Pulang ASN

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mulai menguji skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Rekayasa ini diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi saat jam pulang pegawai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.