Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lagi! Bule Tari Telanjang di Gunung Batur

Bali Tribune / MENARI - WNA menari tanpa busana diduga di areal Gunung Batur, Kintamani

balitribune.co.id | Bangli - Setahun lalu jagat maya sempat dihebohkan dengan beredarnya video mesum seorang perempuan kewarnegaraan Rusia dengan mengambil lokasi areal Gunung Batur, Kintamani. Aksi ponografi kembali terulang, kini giliran beredar video seorang warga negara asing (WNA) menari tanpa busana di duga dilakukan di lereng Gunung Batur. 

Realita yang terjadi tentunya membuat masyarakat Bali dan Bangli pada khusunya geram. Pasalnya, keberadaan Gunung Batur adalah tempat yang disucikan bagi umat Hindu di Bali. Tindak lanjut dari itu, pihak kepolisian kini melakukan penelusuran terkait kebenaran Video tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (disparbud) Bangli I Wayan Sugiarta saat dikonfirmasi terkait keberadaan video mengaku sangat menyayangkan hal tersebut sampai terjadi. "Hal ini, tentunya akan memberikan citra negatif bagi dunia pariwisata kita di Bangli. Kalau itu benar terjadi di Gunung Batur, ini sudah kekbablasan. Sepengetahuan kami sampai saat ini pendakian Gunung Batur belum dibuka oleh BKSDA.  Kalau itu terjadi di Gunung Batur, maka bisa dipastikan itu adalah pendakian ilegal," tegasnya, Minggu (24/4).

Lanjut Sugiarta disebut pendakian ilegal, karena pendakian memang belum dibuka. Sesuai yang terekam dalam Video, pelaku juga tidak didampingi pemandu. "Mereka yang melakukan pendakian tidak didampingi pemandu disana. Tentunya kalau dilihat dalam video, dia seorang diri. Apakah divideokan orang lain atau sendiri, yang jelas itu di luar pemantauan dari kita atau BKSDA. Namun, setahu kami pendakian belum dibuka," sebutnya. 

Disinggung langkah yang dilakukan mengantisipasi  agar kejadian serupa tak kembali terulang, kata Sugiarta sejatinya pihaknya telah ditugaskan oleh Bupati Bangli untuk melakukan study banding ke sejumlah tempat lain. "Walaupun bukan kewenangan kita, tapi itu jadi bagian dari pariwisata ditempat kita," jelasnya.

Dicontohkan, sesuai hasil study banding di Gunung Merbabu, Kalanganyar mereka sudah profesional mengelola pendakian. Mulai dari registrasi lewat online, pembayaran, proteksi asuransi sudah disana dan mereka pakai gelang sehingga bisa dideteksi jika ada pengunjung tersesat. "Selain itu, juga dipasang cctv untuk melihat aktivitas mereka. Maka dari itu, kita akan bekerjasama dengan BKSDA agar bisa mengelola pendakian secara profesional dan digital. Di Gunung Rinjani juga sudah melakukan pengelolaan secara profesional," ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bangli AKP. Adroyuan Elim saat dikonfirmasi, mengaku pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan terkait beredarnya video WNA menari bugil tersebut. Diketahui video viral berdurasi kurang dari satu menit tersebut di upload oleh akun IG bernama Jeff Craige. Dimana, dalam video terlihat seorang warga negara asing dengan  perawakan kurus , rambut sebahu dan berjenggot tengah bugil sambil melakukan gerakan seperti tarian dan melontarkan sejumlah kata-kata yang tidak jelas.

“Sekarang anggota kita sudah turun mencari tempat yang mirip dengan TKP, di sekitar gunung Batur serta mencari saksi pemandu wisata atau warga yang mengetahui kejadian itu,” jelas perwira asal Kupang (NTT) ini.

Pihaknya belum bisa memastikan identitas WNA dalam video itu dan kapan video tersebut dibuat. "Penyelidikan dan penelusuran masih kita lakukan. Setelah TKP-nya bisa dipastikan, nanti baru kita lakukan penelusuran apakah WNA yang ada dalam video tersebut masih di Bali atau tidak,” ujarnya.

wartawan
SAM
Category

Imbas SK Mandek Bantuan Dana Macet, Desa Adat Banyuasri Somasi MDA Bali

balitribune.co.id | Singaraja - Desa Adat Banyuasri, Kecamatan Buleleng, resmi melayangkan somasi kepada Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Langkah hukum ini diambil lantaran belum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) penetapan dan pengukuhan Kelian Adat beserta Prajuru Desa Adat Banyuasri untuk periode 2022–2027.

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Tetap Usut Kasus Penganiayaan Oknum Anggota DPRD Klungkung

balitribune.co.id | Gianyar  - Meskipun dikabarkan telah ada pencabutan laporan dan kesepakatan damai, kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Klungkung terhadap seorang sopir kini memasuki babak baru. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gianyar menegaskan tetap mendalami kasus ini dengan meminta keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Topang Kas Daerah, Sektor Kuliner Sumbang Pajak Tertinggi di Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar terus menggenjot penerimaan kas daerah dari sektor pajak. Berdasarkan data hingga 25 Mei 2026, realisasi penerimaan pajak daerah Kota Denpasar tercatat telah mencapai Rp735.353.609.579,63.

Capaian ini setara dengan 41,66 persen dari total target APBD Induk tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,76 triliun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah ASF, Distan Tabanan Perketat Biosekuriti Ternak Babi

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada ternak babi di wilayahnya. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman penyakit hewan menular seperti African Swine Fever (ASF) dan penyakit menular lainnya yang berpotensi menyerang ternak babi milik masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Kampanyekan Gemarikan, Bunda Rai Harapkan Generasi Cerdas Bebas Stunting

balitribune.co.id | Tabanan – Upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam membangun generasi sehat dan cerdas terus digencarkan, salah satunya melalui kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan). Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Tabanan, Ny.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.