Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lambatnya Promosikan Pariwisata karena Bangsa ini Lelet

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, di sela-sela Rakernas PHRI, di Nusa Dua, Rabu (20/4).

SAAT membuka rapat kerja nasional (Rakernas) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Nusa Dua, Rabu (20/4), Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, memaparkan tiga jurus agar pariwisata Indonesia mengungguli negara lain.

Jurus pertama adalah spirit atau semangat. Menurutnya, semangat lebih hebat ketimbang strategi. “Spirit membuat kita menjadi hebat,” ucapnya. Dalam hal ini, dia mengajak semua pihak belajar dari Thailand. Arief mengatakan bahwa Thailand sangat hebat dalam hal semangat memenangkan peperangan dalam konteks industri pariwisata.“Mereka hebat sekali. Dari mulai rajanya sampai cleaning servicenya, kalau bicara pariwisata itu hebat,” sebut Arief.

Diceritakannya pada suatu ketika terjadi pembunuhan di salah satu destinasi wisata Thailand. Namun, hal itu urung diberitakan oleh media demi Thailand, demi bangsa mereka. “Itulah hebatnya mereka. Nanti kita lihat Thailand itu tumbuhnya paling besar dan save devisa paling besar. Saya pernah bilang begini, kalau Indonesia punya Bali, maka ASEAN punya Thailand. Karena memang dalam hal peperangan, mereka solid,” jelasnya.

Selain itu, ditambahkannya solidaritas lintas sektor juga perlu diperhatikan. Sebab bagi Arief, solidaritas selalu yang utama dalam setiap hal. “Untuk membuat solid, kita juga harus punya common enemy. Kalau tidak, maka musuh kita itu ada. Musuh kita itu bukan kita. Saya bagi dua musuhnya yakni Thailand dan Malaysia. Sehingga kita tahu apa yang harus kita lakukan,” ucap Arief.

Jurus kedua untuk menang dalam persaingan industri pariwisata adalah kecepatan. “Pak Presiden mencanangkan tahun 2016 itu adalah tahun kecepatan. Tiga fokus presiden adalah deregulasi, infrastruktur dan pengembangan bisnis,” sebutnya. Diakuinya, lemahnya tingkat kecepatan bersaing Indonesia dengan negara lain lantaran kebijakan pemerintah. “Saya juga pebisnis, jadi tahu. Kalau kita mau bersaing, aturan yang mengganggu harus diganti,” imbuhnya.

Kelemahan bangsa ini, menurut Arif, adalah terlalu lelet. Bagi dia, dalam konteks persaingan, bukan yang besar makan yang kecil. Tapi yang cepat makan yang lambat. “Malaysia lebih kecil dari Indonesia tapi kita kalah dari mereka. Kita kalah dari Thailand yang lebih kecil. Bahkan kita kalah dari Singapura yang lebih kecil. Karena kita lebih lambat dari,” sesalnya.

Arif meminta kepada PHRI untuk mendiskusikan regulasi apa saja yang dibutuhkan agar dimasukkan dalam paket kebijakan ekonomi keduabelas. “Mumpung mau dikeluarkan lagi kebijakan paket ekonomi keduabelas yang bisa mempercepat kita bersaing,” beber dia. Dalam hal pariwisata, Arif menilai Indonesia paling lemah di speed.

“Kalau soal culture, natural, diferensiasi kita sangat bagus. Tapi dalam speed, kita payah,” pungkasnya. Jurus ketiga adalah smart. “Banyak contoh. Apa yang dilakukan oleh Malaysia dan Singapura juga Thailand. Meski mereka musuh kita tapi kita harus tahu. Banyak orang belajar dari kesalahannya sendiri. Tapi mari kita juga belajar dari kesalahan orang lain,” sebutnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

Topeng Suluh Badung, Menghidupkan Warisan Maestro Carangsari di Panggung PKB 2026

balitribune.co.id I Denpasar - Duta Kabupaten Badung menghadirkan kekuatan tradisi dalam Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Khas Kabupaten pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui pementasan Topeng Suluh yang dibawakan Sanggar Seni Waduk, Banjar Umakepuh, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, di Kalangan Ratna Kanda, Jumat (26/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berawal dari Perayaan Kemenangan Perang, Tradisi Mekotek Digelar Setiap Hari Raya Kuningan

balitribune.co.id I Mangupura - Dentuman tongkat kayu kembali menggema di Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, saat ratusan krama melaksanakan tradisi sakral Mekotek bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, Sabtu (27/6/2026). Ritual yang digelar setiap 210 hari ini menjadi salah satu tradisi khas Bali yang terus bertahan di tengah perkembangan zaman.

Baca Selengkapnya icon click

Terlihat Kumuh, Alun-Alun Bangli Jadi Tempat Penitipan Permainan Anak-Anak

balitribune.co.id I Bangli - Sebagai fasilitas publik terbuka yang diperuntukan bagi ruang interaksi sosial, olahraga dan rekreasi warga, kini alun-alun Bangli juga dimanfaatkan untuk tempat penitipan wahana permainan anak-anak. Realita ini tentu berpengaruh terhadap estetika  yakni keindahan dan keasrian dari alun-alun kebanggaan masyarakat Bangli.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hari Raya Galungan dan Kuningan, Ribuan Wisatawan Kunjungi Desa Wisata Penglipuran

balitribune.co.id I Bangli - Jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu Bangli pada momen hari Raya Galungan hingga Kuningan cukup tinggi. Dalam rentan waktu sepuluh hari yakni dari tanggal 17 Juni sampai 27 Juni 2026 tercatat jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata yang terkenal dengan kebersihan dan arsitektur tradisional Bali mencapai ribuan pengunjung. 

Baca Selengkapnya icon click

Transformasi Bengkel Binaan Yayasan AHM, Dari Servis Motor Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

balitribune.co.id | Bandar Lampung - Di balik deru mesin dan aktivitas servis kendaraan, bengkel-bengkel binaan Astra Honda Youthpreneurship Program (AHYPP) kini tidak hanya menjadi pusat perawatan sepeda motor, tetapi telah menjadi penopang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.