Langsung Masuk Tim Inti | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 28 November 2021
Diposting : 6 August 2019 21:41
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bali Tribune/ Gede Agustina Sudarsana (kanan) dan Nyoman Mulyajaya
balitribune.co.id | Denpasar - Setelah Dewan Hakim Porprov Bali XIV/2019 memutuskan mutasi tiga pebalap motor ke Badung sah, maka ketiga atlet tersebut, yakni Yahmani dari Jembrana, Komang Arya Darma Putra  dan Gede Sadu Saka Bakti, keduanya dari Denpasar langsung masuk tim inti balap motor Badung.
 
“Ya, otomatis masuk tim inti, karena ketiganya selama ini sudah berlatih dengan tim Badung, dan sudah masuk formasi untuk turun di Porprov Bali XIV/2019 Tabanan, September mendatang,” ujar Ketua Pengkab IMI Badung, Gede Agustina Sudarsana, Senin (5/8).
 
Mengomentari hasil putusan Dewan Hakim, Sudarsana mengaku jika dulu sebelum sidang pihaknya masih bingung, tapi sekarang setelah keputusan, maka semuanya jelas dan pastinya dengan masuknya ketiganya ke tim, maka tim definitif sekarang terbentuk.
 
Dijelaskannya, sebelum sidang dewan hakim tersebut, ketiganya memang diproyeksikan bakal menjadi bagian dari pebalap andalan Badung. Hanya saja IMI Badung masih belum bernafas lega untuk menjadikan tiga pebalap tersebut tim definitif. “Makanya kami sabar menunggu kepastian secara resmi soal ketiganya. Kalau sudah begini kan enak jadinya,” tegas Agustina Sudarsana.
 
Di lain pihak, Penasihat IMI Badung, Nyoman Mulyajaya menambahkan, formasi tim inti balap motor Porprov Badung kini sudah lengkap dan sudah bisa diatur di kelas apa dan siapa yang bakal turun di Porprov Tabanan nanti.
 
Mulyajaya mengatakan, jika di nomor motocross MX 1 kelas 150 cc standard tune up open untuk usia di atas 20 tahun, Badung bakal menurunkan Komang Arya dan Diva Ismayana, sedangkan di MX 2 kelas 150 cc standard di atas 20 tahun menurunkan Yaasin Soma dan Yahmani.
 
“Sementara untuk nomor grasstrack 150 cc standard tune up di bawah 20 tahun, pastinya kami diperkuat Diva Ismayana dan Saka Bakti. Ini karena aturannya sekarang, 1 kelas boleh maskimal turun 2 pebalap, dan satu pebalap boleh turun maksimal di dua kelas,” tukas Mulyajaya.(u)

Hukum & Kriminal

Terpopuler