Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lanjutan Pembangunan Tiga Dermaga, Pusat Alokasikan Anggaran 39 Miliar

Bali Tribune / DERMAGA - Suasana Dermaga Kuburan Trunyan, Kecamatan Kintamani.

balitribune.co.id | BangliKementerian Perhubungan lewat Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Bali dan NTB tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 39 miliar lebih untuk pembangunan lanjutan tiga dermaga yakni dermaga Kedisan dan Desa Truyang serta dermaga kuburan desa Trunyan, Kecamatn Kintamani. Ditarget tahun ini (2022, red) dua dermaga yakni dermaga kuburan dan desa Trunyan rampung.

Kepala Dinas Perhubungan Bangli, Ketut Riang mengatakan, pembangunan tiga dermaga akan dilanjutkan tahun 2022. Kementerian perhubungan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 39 miliar.

Lanjut mantan Kepala BKPAD Bangli ini untuk kelanjutan pembangunan dermaga Kedisan di plot anggaran Rp 14,9 miliar. Pengerjaan meliputi ple guide dan dermaga apung, pengerjaan plat  lantai waterfront dan pengerjaan waterfrom ruang tunggu serta fasilitas penunjang dermaga .

Sedangkan untuk pembangunan tahap II dermaga kuburan di danau Batur di plot anggaran Rp 11,6 miliar dengan item pekerjaan meliputi dermaga tetap adat, bangunan penerima, bangunan kios, pengerjaan pendistrian dan landscape serta pembangunan candi bentar dan pagar.

Sementara untuk kelanjutan pembanguan dermaga desa Trunyan tahap II dianggrakan Rp 12,8 miliar dengan item pekerjaan meliputi dermaga terapung dan water front. ”Dengan tambahan anggaran maka  pembanguan fisik dermaga desa Trunyan dan desa Trunyan ditarget rampung tahun 2022,” ujar Ketut Riang, Senin (4/4).

Walaupun pembangunan dermaga desa Trunyan rampung tahun ini, pihaknya kembali ajukan usulan ke pusat untuk perbaikan jalan menuju dermaga.

Menurutnya pembangunan dermaga dilakukan secara bertahap tiap tahun, khusus untuk dermaga Kedisan baru bisa rampung dua tahun lagi. Perlu anggaran besar untuk membangun sarana pendukung dermaga.

Ketut Riang juga menyinggung munculnya aspirasi dari masyarakat Desa Songan, Kecamatan Kintamani. Masyarakat berharap ada bangunan dermaga di desa Songan. ”Kami telah turun untuk mengecek kejelasan dari status lahan yang akan di gunakan dermaga, pemerintah pusat baru bisa membantu jika status lahan jelas kepemilikanya,” ujar Ketut Riang.

wartawan
SAM
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.