Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lebaran Berlalu, Kebutuhan Pokok Bersahabat Lagi

Bali Tribune/ SABIL - Suasana Pasar Gianyar, harga komoditi mulai stabil



balitribune.co.id | Gianyar - Tidak hanya lantaran permintaan meningkat tajam,  hambatan distribusi juga mengakibat harga kebutuhan pokok menggila selama lebaran. Syukurnya, kini harga krbutuhan pokok mulai bersahabat dan aktivitas di sejumlah  di Gianyar bergairah lagi.

Dari penuturan Ibu Ayu, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Gianyar, mengungkapkan, beberapa komoditi yang berasal dari luar Bali, seperti Janur, Jahe, Bawang merah, bawang putih, kencur, jahe sempat mengalami peningkatan harga yang mencolok. Hal ini karena pemasok menunda pengiriman barang ke Bali, karena pemasok melaksanakan Hari Raya Idul Fitri. Bahkan janur yang sebelumnya Rp 25 ribu satu ikatnya pernah mencapai Rp 40 ribu per ikat.

Di sisi lain pasokan janur lokal tidak mencukupi untuk di Bali. Kadisperindag Gianyar, Luh Gede Eka Suari menyebut, kalau kelapa di Bali sangat banyak. "Kami kira persoalannya, tukang panjat kelapa semakin sedikit dan tidak mungkin panjat kelapa saat musim hujan, karena licin," ungkap Ibu Ayu, Rabu (3/5/2023).

Dikatakan, saat ini harga-harga sudah kembali normal, karena pasokan dari luar Bali sudah kembali normal. Diakuinya, sebagian besar kebutuhan sembako termasuk bumbu bergantung pada pasokan dari luar Bali. "Umumnya harga naik karena kurangnya pasokan dan faktos cuaca atau gagal panen," ujarnya.

Hanya saja beberapa komoditi yang masih tinggi harganya adalah beras medium harga jual lebih tinggi dari HET, Rp 12.800 menjadi Rp Rp 13.000. Komoditi sayur kacang panjang biasanya Rp 10.000 per ikat harganya Rp 14.000. "Secara umum, harga-harga stabil, hanya beras, gula pasir dan kacang panjang yang harganya masih di atas HET," ujarnya.

Di sisi lain, petani di Gianyar tidak berminat menanam komoditi seperti jahe, kencur dan komoditi lain. Kasi Tanaman Pangan Holtikultura, Gusti Ayu Ririn menyebutkan luasan tanaman jahe di Gianyar hanya 20 hektar dan tanaman kencur tidak lebih dari 10 are. Diduga karena di gempur pasoka dari luar Bali, sehingga petani enggan menanam komoditi tersebut. Melimpahnha pasot dari luar Bali dan harganya cenderung lebih murah, menyeb petani lokal kalah saing.

wartawan
ATA
Category

Modus Catut Nama Kapolres Buleleng, Sasar Anggota DPRD

balitribune.co.id | Singaraja - Kasus dugaan penipuan dengan mencatut nama dan foto Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, menyasar sejumlah anggota DPRD Buleleng. Pelaku menggunakan nomor WhatsApp palsu dan menghubungi para anggota dewan untuk meminta sejumlah uang.

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, membenarkan bahwa dirinya sempat dihubungi oleh nomor yang mengatasnamakan Kapolres tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Pelajar di Daerah Bisa Naik Kelas Lewat TEFA Astra Honda

balitribune.co.id | Pekanbaru – Ratusan pelajar area rural provinsi Riau siap terjun ke dunia kerja berkat pengasahan keterampilan di Pos AHASS Teaching Factory (TEFA) di SMK Negeri 3 Mandau yang diresmikan PT Astra Honda Motor (AHM) dan Main Dealer Capella Dinamik Nusantara Riau, Kamis (21/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ride to Telomoyo Bikers dan Srikandi R25 Bali Jelajah Negeri di Atas Awan

balitribune.co.id | Denpasar - Rindu akan petualangan panjang dan kebersamaan di atas aspal, Komunitas Motor Yamaha R25 Club Bali mengadakan touring jauh menuju Gunung Telomoyo. Tempat wisata alam terkenal dengan pemandangan bak negeri di atas awan berlokasi wilayah perbatasan antara Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya icon click

Pesta Miras Perantau NTT Berujung Maut : Satu Tewas, Satu Kritis

balitribune.co.id I Denpasar - Pesta minuman keras (miras) kelompok perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di dua lokasi berbeda di Bali berujung maut, Rabu (20/5/2026) malam. Akibat insiden tersebut, seorang pemuda tewas ditikam di Badung, sementara satu korban lainnya kritis di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Konflik Timur Tengah Hambat Wisman Eropa ke Bali

balitribune.co.id I Denpasar - Lonjakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah belum mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Kondisi ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada meroketnya harga tiket pesawat akibat kenaikan drastis harga bahan bakar avtur.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.