Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lembata Siap Jual Pariwisata Budaya

Foto Bersama - Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur foto bersama dengan warga Lembata di Bali

BALI TRIBUNE - Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya terkenal dengan atraksi penangkapan ikan pausnya saja. Kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Flores itu juga menyimpan sejumlah potensi wisata lainnya. Salah satunya adalah pariwisata budaya.  "Seperti penangkapan ikan paus, yang kita jual itu atraksi penangkapannya, bukan ikan pausnya. Kalau ikan paus, dimana - mana juga ada," ungkap Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur ketika bertatap muka dengan warga asal Lembata di Denpasar. Dijelas Yentji Sunur, sejumlah atraksi budaya yang akan dijual, seperti tarian Sole Uha dan tarian memeluk gunung Kedang. Selain itu, obyek wisata lainnya, yaitu air pelangi, bukit doa, pantai Lebatukan dan taman cinta. Untuk tarian memeluk gunung Kedang telah dilakukan eksebisi pada 28 Oktober dengan jumlah penari mencapai ribuan orang yang terdiri dari beberapa desa. "Jadi, orang - orang berpegangan tangan tidak putus mengelilingi gunung itu sambil menari. Eksebisi kemarin sudah kita lakukan, dan tahun depan akan kita jual. Bulan Maret nanti kita promosikan di Pantai Kuta dan kita akan bukan sekretariat di Bali supaya anak - anak muda Lembata di Bali siap menjadi agennya," ujarnya. Tidak hanya menjual pariwisatanya saja. Pemerintah Kabupaten Lembata juga akan memperlebar landasan Bandara di Ibu Kota Kabupaten, Lewoleba dan menambah rute penerbangan tujuan Lembata.  "Untuk pelebaran Bandaranya, sudah kita ajukan izinnya di lingkungan hidup dan sedang diproses. Mudah - mudahan tahun depan sudah bisa dikerjakan. Sementara saat ini, hanya melayani rute Kupang - Lewoleba. Tapi kalau Bandaranya sudah jadi nanti, akan kita usahan rute dari Bali langsung ke Lembata serta dan Timor Leste dan Australia langsung Lembata. Apalagi, Australia dan Timor Leste sangat dekat dengan Lembata," pungkasnya. 

wartawan
redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Kasus Scam Tembus 530 Ribu, OJK Perkuat Kolaborasi Indonesia-Australia

balitribune.co.id | Jakarta - Maraknya penipuan digital di sektor jasa keuangan membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Australia, untuk mempercepat penanganan scam yang kini berkembang lintas negara dan lintas sektor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BKSDA Bali Gagas Konsep The New Kintamani

balitribune.co.id I Bangli - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali resmi memperkenalkan konsep The New Kintamani sebagai arah baru pengelolaan bentang alam yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

Gagasan ini dipaparkan dalam forum konsolidasi di Museum Geopark Batur, Kintamani, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri 46 pemangku kepentingan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.