Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Literary Toya Bungkah Festival sebagai Ajang Promosi Pariwisata

Bali Tribune/ Pembukaan Literary Toya Bungkah Festival di Anjungan Amphi Teathre Penelokan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Sabtu (21/9).
Balitribune.co.id | Bangli - Sebuah acara bertaraf internasional, Literary Toya Bungkah Festival 2019, digelar di Anjungan Amphi Teathre Penelokan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Sabtu (21/9). 
 
Festival yang digagas Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark (BPPBUGG) tersebut menghadirkan penyair  luar negeri dan tokoh sastra Indonesia.
 
Festival yang berlangsung 21-22 September ini dimeriahkan penyair luar negeri, yakni Frank Keizer asal Belanda, dan Vincent Tholomé dari Belgia. Serta sejumlah peyair tokoh sastra Indonesia seperti Sindu Putra dari Mataram, dan Sunlie Thomas Alexander asal Yogyakarta. Sementara itu, penyair dari Bali seperti Warih Wisatsana, Tan Lioe Ie, Wayan Jengki Sunarta. Hadir juga Umbu Landu Paranggi yang memberikan wejangan kepada para generasi muda sastra peserta acara tersebut.
 
Ketua BPPBUGG, Wiwin Suyasa mengungkapkan festival ini bertujuan untuk membangkitkan kembali geliat sastra di wilayah Kintamani. Seperti diketahui  wilayah ini pernah menjadi pusat perkembangan kesusastraan Indonesia pada tahun 1970-an. 
 
Kala itu perintisnya adalah penyair legendaris Indonesia, Sutan Takdir Alisjahbana pada tahun 1973. “Melalui event ini, kami ingin membangkitkan kembali leterasi di wilayah ini,” jelasnya.
 
Dalam festival ini juga diluncurkan antalogi puisi “Tutut Batur” yang dikurasi oleh Dewa Putu Sahadewa, Gde Artawan, dan Wayan Jengki Sunarta, dan pengantar langsung oleh Penyair  Umbu Landu Paranggi. 
 
Festival ini diisi dengan berbagai agenda seperti pembacaan puisi, workshop penulisan puisi, yang melibatkan tokoh-tokoh sastra dan para siswa dari beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Kintamani. 
 
“Kami juga melaksanakan kemah, untuk bisa lebih banyak lagi belajar tentang puisi,” ujarnya. Dilibatkan para siswa, dimaksudkan untuk menarik minat siswa terhadap sastra, untuk saat ini berfokus pada puisi. 
 
Selain itu, festival tersebut juga dihadiri oleh Prof I Gede Pitana dari Kementerian Pariwisata. Dalam kesempatan tersebut Prof Pitana sangat mengapresiasi festival Toya Bungkah Leterary ini. Selain untuk membangkitkan kesusastraan di Kintamani khususnya, tetapi sebagai ajang promosi pariwisata. 
 
Dalam festival ini tidak hanya dihadiri oleh sastrawan dari Bangli dan Indonesia tetapi ada dari mancanegara. Pihaknya menyebutkan, pelaksanaan festival sebuah investasi dan diharapkan ini bisa berkelanjutan. 
 
“Pelaksanaan sebuah festival tidak hanya dilihat saat pelaksanaan saja, namun dampaknya kedepan. Ini seperti sebuah investasi,” ujarnya. Prof Pitana berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.
 
Hal senada juga diungkapkan General Manager BUGG, IB Gede Giri Putra, menurutnya dengan dilaksanakan kegiatan ini, maka akan semakin banyak karya tulis yang bisa dinikmati. Bahkan pihaknya berkeinginan jika, tahun berikutnya lebih banyak lagi karya terkait BUGG dan Kintamani. “Kintamani tidak bisa dipisahkan dari perkembangan pariwisata Bali,” sebutnya.
 
Dewa Putu Sahadewa salah satu kurator menyebutkan, sejak diumumkanya undangan di media sosial, setidaknya ada 300-an puisi dari 115 orang peserta dari berbagai daerah yang masuk ke panitia. “Dari ratusan puisi tersebut selanjutnya diseleksi, sehingga tim kurator memutuskan dan menetapkan sebanyak 35 puisi dari 30 peserta yang dijadikan buku antalogi puisi “Tutur Batur,” jelasnya. 
 
Para penyair yang puisinya masuk dalam buku “Tutur Batur” tersebut antara lain: Alit S. Rini, Bambang Widiatmoko, DG Kumarsana, Fakhrunnas MA Jabbar, I Made Suantha, I Nyoman Wirata, IDK Raka Kusuma, Ketut Syahruwardi Abbas, AA Mas Ruscitadewi, Nuryana Asmaudi SA, Nyoman Sukaya Sukawati, dan sejumlah penyair Indonesia lainnya. Para penyair yang sempat hadir juga membacakan puisinya pada puda acara tersebut. (u)
wartawan
Agung Samudra
Category

Anggota DPR: Jangan Biarkan RI Jadi Surga Judi Online

balitribune.co.id I Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo meminta aparat penegak hukum tidak membiarkan Indonesia menjadi tempat aman bagi bandar dan sindikat judi online (judol). Dia menegaskan negara tidak boleh kalah melawan kejahatan judol yang kini berkembang menjadi sindikat lintas negara. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Akan Denda Pembuang Sampah Sembarangan

balitribune.co.id I Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mulai Rabu (13/5/2026) akan menerapkan sanksi bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang melakukan pelanggaran terkait sampah.

Penerapan sanksi ini akan ditujukan bagi masyarakat atau pelaku usaha yang masih nekat membuang sampah sembarangan atau tidak melakukan pemilahan antara sampah organik, nonorganik, dan residu.

Baca Selengkapnya icon click

Pacu Modernisasi Pertanian di Jembrana, Belasan Traktor Diserahkan kepada Petani

balitribune.co.id I Negara - Berbagai upaya kini terus dilakukan untuk mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di Jembrana. Bahkan dengan kemajuan teknologi, pertanian rakyat diharapkan bisa dikelola lebih efektif dan efisien. Salah satunya dengan memanfaatkan peralatan pertanian yang modern.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

LENTERA Asuransi Astra: Ajak Ibu PKK Denpasar Melek Perencanaan Keuangan

balitribune.co.id | Denpasar - Mengusung tema “Menyebarkan Peace of Mind Melalui Pemerataan Literasi Keuangan”, Asuransi Astra Bali menggelar sosialisasi program Literasi Keuangan Terpadu Asuransi Astra (LENTERA) bagi anggota PKK di Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar, Senin (11/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.