Diposting : 6 August 2018 12:01
Release - Bali Tribune
MAGANG - Keenam peserta magang foto bersama manajemen STIKOM Bali Group serta CEO Sento Cooperative Kyoto Mr. Kimura Tadashi (depan, empat dari kiri).
BALI TRIBUNE -  Denpasar-Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma, salah satu unit bisnis STIKOM Bali Group, Jumat (3/8/2018) malam melepas enam peserta magang ke Jepang. Ke-6 peserta yang semuanya perempuan tersebut adalah Ni Ketut Juliani, Ni Komang Muliani, Kadek Erika, Tanya M. Putri, Putu Dian, dan Ni Made Jenny. Mereka terbang  bersama Mr. Kimura Tadashi, CEO Sento Cooperative Kyoto sebagai lembaga penerima peserta magang dari LPK Darma, pada pukul 24.05 atau Sabtu dini hari dan mendarat di Kansai International Airport, Osaka sekitar pukul 09.00 waktu setempat.
 
Direktur Utama LPK Darma Dr. Dadang Hermawan berharap ke-6 peserta magang tersebut selalu menjaga kondisinya sehingga dapat menyelesaikan masa magang selama 3 tahun di Jepang. “Kalian adalah duta bangsa Indonesia, kalian adalah duta masyarakat Bali. Oleh karenanya saya berharap kalian dapat menjaga diri, ikuti aturan yang berlaku di tempat kerja sehingga dapat bekerja dengan baik selama magang. Keberhasilan kalian di Jepang akan menjadi contoh buat adik-adik kalian yang sekarang menunggu giliran berangkat,” harap Dadang Hermawan.
 
Direktur Operasional LPK Darma Dede Heriyadhy menejelaskan, ke-6 peserta magang tersebut sudah menyelesaikan pendidikan bahasa Jepang dan budaya Jepang selama 450 jam selama 3 bulan serta menjalani praktek kerja selama 3 bulan. 
 
“Di Jepang, ke-6 perseta magang tersebut ditempatkan di dua perusahaan, yakni perusahaan perkebunan sayur 3 orang dan perusahaan peternakan ayam petelur 3 orang,” terang Dede Heriyadhy.
 
Dede Heriyadhy menambahkan, pada 20 Agustus mendatang, LPK Darma juga akan mengirim dua peserta lagi magang ke Jepang atas nama Ando Alien dan Trio Sugianto. Selama 3 tahun di sana, keduanya bekerja sebagai pengecat logam. Sehingg total 8 orang dikirim dalam bulan ini.
 
“Saat ini ada 16 orang perempuan lagi sudah dinyatakan lulus oleh pihak Sento dan akan segera memasuki masa karantina untuk pendidikan bahasa dan budaya Jepang serta praktek lapangan sebelum diberangkatkan ke Jepang akhir Desember 2018 atau awal Januari 2019,” tambah Dede Heriyadhy.   
 
Pada kesempatan ini CEO Sento Cooperative Kyoto Mr. Kimura Tadashi mengatakan, sebenarnya para peserta magang ini sudah lama berangkat ke Jepang, namun karena berlaku undang-undang baru tentang magang di Jepang  sehingga proses dokumennya memakan waktu 10 bulan.  Kimura juga meminta dukungan dari para orang tua agar anak-anaknya tetap semangat mengikuti magang di Jepang sampai selelesai.  “Tiga tahun lagi baru bertemu anak-anak. Jadi terus beri semangat kepada  mereka untuk mencapai cita-citanya, pulang dari Jepang nanti mereka punya pengalaman dan ada modal untuk usaha, mereka bisa hidup bahagia, orangtuanya juga pasti bahagia,” kata Kimura sambil tertawa melalui penerjemahnya. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti-induk STIKOM Bali Group-Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kota Denpasar dan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali  serta keluarga peserta magang.