balitribune.co.id | Jakarta - Tokoh spiritual dan budaya Bali, Ida Rsi Putra Manuaba (Padmashri Agus Indra Udayana), secara resmi membuka AROGYA EXPO & International AYUSH Conclave 2026 yang berlangsung pada 8–12 Januari 2026 di Chennai, India.
Forum internasional ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat posisi pengobatan tradisional serta pendekatan Holistic Health and Wellness dalam sistem kesehatan global.
Kesehatan Sebagai Keseimbangan Menyeluruh
Dalam sambutannya, Ida Rsi Putra menegaskan bahwa kesehatan sejati bukan sekadar ketiadaan penyakit. Mengacu pada WHO Traditional Medicine Strategy dan kerangka AYUSH, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan.
"Usada Bali memandang penyakit sebagai ketidakseimbangan antara unsur fisik (sekala) dan spiritual (niskala). Ini adalah tentang mengembalikan keharmonisan hubungan manusia dengan alam semesta," ujar Ida Rsi Putra.
Memperkenalkan Kekayaan Usada Bali
Di hadapan audiens internasional, Ida Rsi Putra memaparkan berbagai elemen kunci Usada Bali, di antaranya:
- Lontar Usada & Praktik Balian: Sumber ilmu pengobatan yang mengombinasikan herbal alami dengan kearifan lokal.
- Terapi Herbal: Penggunaan loloh (minuman herbal) dan minyak tradisional berbahan dasar kelapa serta rempah-rempah untuk media penyembuhan.
- Pijat Tradisional Bali: Terapi energi untuk membuka jalur nadi dan melancarkan aliran energi, yang memiliki kesamaan prinsip dengan abhyanga dan marma therapy dalam Ayurveda.
- Ritual Melukat: Praktik pembersihan diri menggunakan air suci sebagai langkah preventif untuk kesehatan mental dan pemulihan holistik.
Sinergi Bali dan India untuk Dunia
Ida Rsi Putra menegaskan bahwa Ayurveda telah bertransformasi secara unik di Bali melalui asimilasi budaya dan ekologi lokal. Beliau memandang Usada Bali sebagai ekspresi lokal dari kebijaksanaan Ayurveda yang hidup dan berkembang sesuai alam Nusantara.
"Kolaborasi Bali dan India ini diharapkan mampu mendorong pengembangan wellness retreat dan pusat penyembuhan global yang beretika, berkelanjutan, dan berakar pada budaya," tambahnya.
Pembukaan acara ini menandai komitmen kuat untuk membangun kolaborasi global di bidang kesehatan holistik yang selaras dengan nilai Tri Hita Karana dan konsep keseimbangan dosha dalam Ayurveda, sebagai kontribusi nyata bagi kesehatan dunia.