Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Menangkal Serangan ISIS (2)

Toni Ervianto
Toni Ervianto

Niat dan kemampuan ISIS untuk terus melancarkan serangan terhadap “near enemies” dan “far enemies” mereka masih sangat kuat, sepanjang konflik sektarian di Suriah dan Irak belum terselesaikan, karena di kedua negara tersebut tempat sebagian besar anggota ISIS bermukim sekarang.

Walaupun akitivitas ISIS di media sosial khususnya twitter menurut CIA telah menurun, namun Direktur CIA Jhon Brennan menyatakan kemampuan ISIS untuk terus menyebarkan narasinya, serta menghasut dan melakukan serangan-serangan cukup signifikan.

Di dalam negeri, sinyalemen Kepala BIN Sutiyoso yang menyatakan ada potensi ISIS untuk menyerang Indonesia harus menjadi “strong signal” bagi aparat negara termasuk seluruh masyarakat Indonesia. Sinyalemen Sutiyoso ini jelas memiliki reliability yang kuat karena kelompok-kelompok teror di Indonesia cukup eksis seperti kelompok Santoso di Poso atau kelompok JADKN (Jamaah Ansarut Daulah Khilafah Nusantara).

Disamping itu, juga masih banyak organisasi trans nasional yang berkembang di Indonesia, kelompok mantan combatan Suriah yang kemungkinan tidak lama lagi akan memasuki Indonesia, dan kelompok mantan tahanan kasus terorisme yang masih mempunyai pemikiran radikal, kelompok intoleran melalui tindakannya yang eksklusif menjadikan Indonesia sebagai ladang subur akar terorisme. Pertanyaannya, apa strategi menangkal teror dan ISIS ?

Setidaknya ada beberapa strategi untuk menangkal aksi teror dan ISIS di Indonesia yaitu: pertama, meningkatkan awareness masyarakat terhadap ancaman teror, gambaran tentang bahayanya teror harus dijiwai masyarakat. Secara teori, pilihan atas aksi teror dibanding oleh aksi atau cara lain untuk mewujudkan cita-cita orang atau kelompok  disebabkan oleh beberapa hal. Pertama teror adalah cara paling efektif untuk menunjukkan eksistensi kelompok minoritas atau marginal. Kedua, teror cermin dan implikasi atas kepribadian pemimpin kelompok yang tidak sehat dan menjadi kultur kelompok secara umum.

Kedua, pemerintah perlu melakukan banyak hal terutama dalam pencegahan terorisme. Terorisme harus ditangani dengan pencegahan sejak dini. Untuk itu, pemerintah berdiri di garis terdepan dalam melawan terorisme dengan menyatakan perang semesta terhadap kelompok teror. Perang semesta terhadap kelompok teror berarti  negara harus melibatkan organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah dll untuk bersama-sama menyatakan “perang” terhadap terorisme tidak hanya secara retorika saja, melainkan lebih dari itu. Teroris dan simpatisannya harus dinyatakan sebagai penjajah atau pemberontak yang harus diusir atau diberantas setuntasnya.

Ketiga, pencegahan terorisme memerlukan suatu kinerja intelijen yang kuat. Aparat intelijen perlu ditingkatkan kemampuannya sehingga mampu memberikan peringatan dini dan deteksi dini atas bahaya terorisme. Disinilah urgensinya mengapa Kepala BIN mendesak perlunya revisi UU Anti Terorisme dengan menambah kewenangan spesial kepada BIN.

Keempat, pemerintah harus proaktif mendorong masyarakat melakukan kontrol sosial di lingkungannya. Masyarakat dapat berfungsi sebagai ujung tombak negara untuk mencegah paham radikal berkembang biak. Kontra radikalisasi harus dilakukan oleh masyarakat sebagai entitas paling luas dan paling berdekatan dengan kelompok teror.

Kelima, dari peringatan dini dan deteksi dini ini maka dapat dilakukan langkah-langkah deradikalisasi untuk mencegah aksi radikal dan teror terjadi di masyarakat. Agar deradikalisasi tepat sasaran, maka project officer program deradikalisasi perlu memahami bahwa model aksi terorisme biasanya didahului dengan perekrutan, penanaman nilai atau paham-paham (doktrinasi), setelah calon pelaku mempunyai keyakinan yang kuat dan loyalitas yang militan maka baru disusun aksi terorisme yang penuh dengan strategi. Di dalam kelompok inilah calon pelaku aksi terorime memperoleh paham-paham dan doktrin keyakinan bahwa kekerasan adalah cara untuk mencapai tujuannya. Untuk mempermudah menanamkan paham-paham ini, maka calon pelaku dipilih dari orang yang berusia muda (15-35 tahun), dengan kondisi bimbang, krisis identitas, bahkan beberapa pelaku ternyata dasar agamanya tidak kuat.

Keenam, Kementerian Kominfo dan seluruh komunitas Kominfo di K/L perlu melakukan sinergi dan kerjasama menangkal dan menutup aktivitas ISIS dan kelompok teror di media sosial melalui kegiatan cyber patrol dan penyebaran counter narrative measures dari aktivitas penyebaran narasi radikal yang masih dilakukan kelompok teror baik secara verbal, langsung antar orang, atau tulisan melalui buku dan media cetak, bisa juga melalui media lain seperti video yang mudah diakses dengan teknologi internet.

Cyber patrol akan mengurangi dan menutup teroris untuk mensukseskan aksinya, mempersulit mereka mendapatkan pengetahuan untuk menyusun strategi dan mempersempit peluang teroris menyebarkan teknik-tenik melakukan teror melalui internet yang seringkali mereka upload melalui fasilitas internet milik pribadi ataupun melalui warung-warung internet yang buka 24 jam non stop. Pelarangan terhadap operasional warung-warung internet yang buka 24 jam non stop juga menjadi bagian penting dari “perang semesta” melawan teroris karena upaya ini dapat menutup peluang teroris menyebarkan pengaruhnya kepada masyarakat terutama generasi muda kita.

wartawan
habit
Category

Hingga Agustus 2026, Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang 

balitribune.co.id | Mangupura - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat pelayanan kepada 15,5 juta penumpang pada periode bulan Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 10 juta penumpang rute internasional dan 5,5 juta penumpang domestik. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Truk Kontainer Terjun ke Dasar Sungai Yeh Bakung

balitribune.co.id | Tabanan - Sebuah truk kontainer berpelat L 9233 UX terjun ke dasar sungai usai banting setir demi menghindari mobil boks di Jembatan Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Insiden lalu lintas yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita tersebut mengakibatkan satu korban jiwa dan menyebabkan pengemudinya luka-luka.

Baca Selengkapnya icon click

Tiga Toko di Tabanan Terciduk Jual Rokok Tanpa Cukai

balitribune.co.id | Tabanan - Sebanyak tiga dari delapan toko kelontong di Kabupaten Tabanan kedapatan menjual rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai resmi. Temuan rokok bodong tersebut terungkap saat tim gabungan dari Kantor Bea Cukai dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan menyisir kawasan pemukiman di Desa Bongan dan Desa Kediri, Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemulangan Jenazah PMI dari Taiwan Tunggu Proses Investigasi

balitribune.co.id | Negara - Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) I Made Pariana (49) yang meninggal dunia di Taiwan pada Sabtu (19/9/2026) lalu. Proses pemulangan jenazah masih menunggu penyelesaian proses investigasi oleh pihak berwenang setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Estuary Dam Suwung Surut, PDAM Tirta Mangutama Terancam Krisis Air Baku

balitribune.co.id | Mangupura - Kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku untuk produksi air bersih di Kabupaten Badung. Kondisi tersebut terlihat dari menyusutnya muka air di Estuary Dam Suwung yang menjadi salah satu sumber bahan baku utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.