Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Menemukan Ketidaktaatan Prosedur, Proses Coklit Jadi Catatan Bagi Bawaslu Buleleng

Bali Tribune/ PENGAWASAN - Bawaslu Buleleng di bawah Kadek Carna melakukan proses pengawasan terhadap jalannya proses Coklit oleh jajaran KPU Buleleng.


balitribune.co.id | Singaraja - Carut marut selama proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Daftar Pemilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng menjadi catatan tersendiri buat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng.

Rabu (24/7) menjadi hari terakhir proses Coklit dan Bawaslu Buleleng menemukan banyak ketidaktaatan prosedur proses coklit. Bawaslu Buleleng dengan jajaran telah mengawasi Coklit yang dilakukan 2.260 Pantarlih yang tersebar di 1.171 TPS di Buleleng. Namun, proses tersebut jadi cacatan bagi Bawaslu Kabupaten Buleleng untuk perbaikan.

Ketua Bawaslu Buleleng I Kadek Carna Wirata mengatakan, pihaknya menemukan adanya ketidaktaatan prosedur seperti Pantarlih tidak menempelkan stiker di rumah warga yang sudah dicoklit, tidak dilakukan penandaan pada pemilih disabilitas, kesalahan penulisan stiker serta Pemilih dalam 1 KK berbeda TPS.Carna yang didampingi anggotanya Gede Ganesha mengungkap hal itu pada Kamis (25/7).

“Tidak hanya ketidaktaatan prosedur juga ditemukan adanya ketidakakuratan data pemilih. Misalnya ada warga yang memenuhi syarat belum didaftarkan sebagai pemilih atau sebaliknya warga yang sudah tidak memenuhi syarat dicoklit dan didaftarkan sebagai pemilih seperti WNA yang ditemukan di Temukus dan Tukadmungga, warga sipil yang beralih status menjadi Polri dan warga yang sudah pindah domisili,” ungkap Carna.
Menurut pria lulusan Universitas Panji Sakti Singaraja tersebut, temuan itu menjadi catatan setelah ditemukan di masing-masing tingkatan. Hasil tersebut telah disampaikan dalam bentuk saran perbaikan baik secara lisan (koordinasi) maupun tertulis. “Total ada 56 saran perbaikan yang disampaikan oleh Pengawas Pemilu kepada jajaran KPU sesuai tingkatan, kami akan pastikan lagi saran perbaikan tersebut ditindaklanjuti,” tegas Carna.
Gede Ganesha dari Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu mengatakan untuk meminimalisir potensi pelanggaran pada sub tahapan coklit, Bawaslu Buleleng telah mengedepankan pencegahan. “Beberapa upaya pencegahan yang kami lakukan diantaranya mengidentifikasi kerawanan, menyampaikan imbauan, melakukan Kerjasama dengan stakeholder, sosialisasi kepada masyarakat hingga publikasi melalui media, total ada 32 pencegahan yang dilakukan Bawaslu Buleleng,” kata Ganesha.

Menurutnya, kendati proses coklit telah selesai namun akan berlanagsung Tahapan Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih. Prosesnya masih panjang, setelah ini akan ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Sementara (DPS) hingga nantinya menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT), potensi pergerakan daftar pemilih masih dinamis, sehingga Bawaslu Buleleng akan terus mengawal prosesnya baik melalui patroli kawal hak pilih serta membuka posko aduan Masyarakat. “Kami berharap masyarakat juga turut serta melakukan pengawasan partisipatif dan jika menemukan dugaan pelanggaran agar dilaporkan ke Bawaslu Buleleng hingga Pengawas Pemilu di Tingkat Kelurahan/Desa,” tandasnya. cha

wartawan
CHA
Category

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click

Anggaran Daerah Cekak, Pemkab Bangli Tunggu Regulasi Pusat Pengangkatan PPPK Jadi PNS

balitribune.co.id I Bangli - Wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peralihan PPPK paruh waktu menjadi Penuh Waktu membuat sumringah  para tenaga pendidik di Kabupaten Bangli.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.