Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mengenal Lebih Dekat dengan Caleg DPR RI I Gede Sugianyar, Populerkan Ikan Lele di Bali Hingga Budidaya Jeruk Organik

I Gede Sugianyar di laham perkebunan Jeruk yang dikembangkan.

BALI TRIBUNE - Salah satu calon legislatif asal Bali dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerinda) yang bertarung merebut kursi di DPR RI adalah I Gede Sugianyar. Siapakah Gede Sugianyar, dan apa hal nyata yang sudah ia lakukan untuk Bali? "Pada tahun 2011-2012, saya membentuk kelompok tani lele di Karangsem, Kintamani, dan di wilayah Bali lainnya. Selain membentuk kelompok, saya juga ikut membuatkan kolam subsisdi, dengan mendatangkan bibit lele dari Jember,"ujar I Gede Sugianyar, dalam sebuah perbincangan di kediamannya di jalan Drupadi Denpasar. Kata caleg DPR RI nomor urut 9 ini menyebut awalnya ada 200 ribu bibit lele didatangkan dari Jawa Timur. Dalam perkembangannya, jutaan bibit ikan lele waktu itu didatangkan dari Jember, Jawa Timur. "Waktu itu konsumsi ikan lele belum begitu populer di Bali, orang belum begitu suka makan lele. Upaya menggairahkan budidaya ikan lele ini baru berhasil dua tahun setelahnya," jelas pria yang waktu itu dikenal dengan panggilan "Pak Lele". Alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini meyakinkan jika gerakan gemar makan ikan lele waktu itu juga dilakukan antara lain dengan mengggelar acara menggoreng  1 ton ikan lele di Kertalangu. Acara ini berlangsung sukses dan masyarakat yang hadir cukup antusias mengkonsumsi lele yang digoreng. Setelah dinilai cukup dalam meletakkan pondasi awal pengembangan ternak lele di Bali, Sugianyar akhirnya menyerahkan sepenuhnya kepada peternak untuk pengembangan lebih lanjut. "Jadi saya tidak lagi pantau karena saya nilai sudah berhasil dan saya sudah serahkan ke kelompok perikanan," kenang pengusaha yang pernah tinggal di Surabaya selama 30 tahun. Kembangkan Kebun Jeruk Organik, Sukses mengembangkan ternak ikan lele di Bali, Gede Sugianyar kemudian mencoba tantangan lainnya, yakni mengembangkan aneka macam jeruk di kawasan Catur Kintamani. "Setelah lele, saya kemudian mencoba kembangkan pertanian jeruk di Catur Kintamani, karena banyak yang gagal (bertani jeruk). Saya coba membuat 15 hektar kebun jeruk di Catur pada tahun  2015,"ujar Sugianyar. Jenis jeruk yang coba dibudidayakan antara lain tanaman Jeruk Lemon, Siam Brastagi, dan Jeruk Keprok Batu 555. Ada 3 lahan jeruk dipisah-pisah sesuai jenisnya. Jeruk Lemon 2.500 tanaman, Jeruk Siam 8.000 pohon, Keprok Batu 2.500. "Budidaya jeruk ini saya lakukan di lahan Desa Catur yang kering. Untuk pengelolaan kebun dilakukan kelompok tani Garuda Dewata, dengan merangkul 15 petani setempat. Saat ini Jeruk Lemon sudah panen, Jeruk Siam Brastagi baru belajar berbuah. Semuanya organik tanpa obat kimia. Karena jika menggunakan pupuk kimia akan mengeringkan unsur hara dalam tanah," ujar pria kelahiran Sampalan Klungkung pada 25 September 1955 ini. Untuk mengembangkan pertanian jeruk ini, Gede Sugianyar mengaku sudah mengeluarkan dana pribadi yang cukup besar mencapai miliaran rupiah, yakni untuk kontrak lahan selama 35 tahun, biaya pembelian bibit jeruk, dan gaji petani. "Petani untuk saat ini masih kita gaji sambil menunggu hasilnya, sambil mengajari mereka pertanian jeruk organik," ujar pria yang mempunyai aneka macam bisnis mulai bisnis pengolahan moulding wood, bisnis energi, bisnis hotel, bisnis jasa security dan berbagai usaha lain dengan 1.000 an orang pegawai ini.

wartawan
Valdi S Ginta
Category

Antusiasme Warga Padati Gilimanuk hingga Hutan Cekik Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

balitribune.co.id | Negara - Masyarakat Kabupaten Jembrana tumpah ruah memadati kawasan Gilimanuk hingga Hutan Cekik pada Selasa (25/8/2026). Kedatangan ribuan warga dan pelajar ini guna menyambut kunjungan kerja perdana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diagendakan melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan hutan Bali Barat.

Baca Selengkapnya icon click

Data 129 Ormas, Kesbangpol Badung Dorong Penataan dan Pemberdayaan

balitribune.co.id | Mangupura - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung mencatat sebanyak 129 organisasi kemasyarakatan (ormas) telah terdata hingga Agustus 2026. Ormas tersebut bergerak di berbagai bidang, di antaranya lingkungan hidup, seni budaya, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, serta kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Ancam Cabut Izin Usaha Besar yang Abaikan Produk Lokal

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung menyiapkan aturan yang mewajibkan pelaku usaha besar, khususnya sektor pariwisata, menggunakan produk unggulan lokal. Pelaku usaha yang mengabaikan kewajiban tersebut nantinya dapat dikenai sanksi administratif secara bertahap hingga rekomendasi pencabutan izin usaha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.