Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Menhub Tinjau Proyek Dermaga Cruise Tanah Ampo

Bali Tribune/ Menhub Budi Karya Sumadi, didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster, meninjau Dremaga Cruise Tanah Ampo di Kecamatan Manggis, Karangasem, Jumat (26/7).
balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Pusat memastikan merampungkan proyek pembangunan Dermaga Cruise Tanah Ampo, yang rencana awalnya akan menjadi pelabuhan kapal pesiar terbesar di Asia Tenggara. Bahkan, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Wakapolda Bali, Jumat (26/7), turun langsung meninjau Dermaga Cruise, Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem.
 
Tiba di Dermaga Cruise yang dibangun sejak Tahun 2007 silam tersebut, Menhub Budi Karya Sumadi langsung menuju ke lokasi proyek tanpa singgah terlebih dulu di bangunan terminal pelabuhan. Sejak dibangun hingga landasan dermaga dan terminal pelabuhan racmpung sekitar Tahun 2009-2010 silam, tidak ada satupun nahkoda atau operator kapal cruise yang berani sandar di Dermaga Cruise tersebut dengan alasan panjang dan lebar landasan dermaga kurang memenuhi standar kelayakan.
 
Alhasil sebagian besar kapal cruise yang sudah menjadwalkan untuk berlabuh dan bersandar di Dermaga Cruise Tanah Ampo, terpaksa memilih lego jangkar di tengah perairan Labuan Amuk, dan untuk menyandarkan ribuan wisatawan dari kapal cruise, pihak operator kapal harus menggunakan kapal sekoci menuju ke Dermaga Rakyat Padang Bai. Kehabisan akal, Pemkab Karangasem saat itu membangun dermaga apung agar kapal sekoci bisa sandar di Dermaga Cruise yang telah menghabiskan anggaran pembangunan sebesar Rp104 miliar tersebut.
 
Dermaga apung ternyata tidak bisa dipergunakan, bahkan kuatnya hantaman ombak membuat dermaga apung tersebut menabrak tiang pancang hingga satu tiang pancang landasan dermaga dilaporkan patah. Dengan berbagai usaha dan perjuangan lobi kepusat, Kementrian Perhubungan RI akhirnya merespon dan memutuskan untuk melanjutkan proyek Dermaga Cruise hingga tuntas.
 
Kepada wartawan, dilandasan dermga usai meninjau proyek yang tengah berlangsung, Menhub, Budi Karya Sumadi, menegaskan, pihaknya akan komit untuk menuntaskan pembangunan Dermaga Cruise tersebut. Lebih rinci lagi, untuk Dermaga Tanah Ampo akan dikerjaasamakan dengan pihak ketiga atau pihak swasta. “Nantinya disebelah kiri dermaga ini akan menjadi tempat sandarnya kapal-kapal wisata seperti Yatch. Nah disana kan terjadi pendangkalan jita akan lakukan pengerukan sehingga kapal-kapalkecil bisa masuk dan sandar disini,” sebutnya.
 
Artinya nantinya Dermaga Cruise ini leboh spesial lagi untuk sandar dan berlabuhnya kapal Pesiar berukuran besar dan kapal-kapal kecil seperti Yatch. Proyek yang tengah berlangsung ini juga termasuk perpanjangan landasan dermaga. “Ya nantinya ada perpanjangan landasan dermaga! Untuk berapa panjangnya nanti kita akan bahas lagi lebih lanjut,” terangnya. Untuk saat ini panjang landasan dermaga sebelumnya 150 meter dengan lebar 10 meter. Untuk bisa disandari oleh kapal cruise besar panjang landasan dermaga minimal harus 300 meter dan lebar landasan dermaga 20 meter.
 
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyebutkan jika nantinya Dermaga Cruise ini akan menjadi Dermaga Internasional, yang akan bisa disinggahi oleh kapa-kapal Cruise berukuran besar. Sepakat dengan Menhub, nantinya pengelolaan Dermaga Cruise akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar lebih professional. “Kami targetkan dalam dua tahun kedepan proyek pembanguna Dermaga Cruise ini sudah tuntas dan bisa dioperasikan,” tegasnya.(u)
wartawan
Redaksi
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.