Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Menteri Luar Negeri Jepang Beri Penghargaan Tokoh Seni di Bali

Bali Tribune / Hida Keiko
balitribune.co.id | Denpasar - Sejumlah tokoh seni di Bali diberikan penghargaan oleh Menteri Luar Negeri Jepang Tahun 2020 (Reiwa 2) diantaranya kepada Pande Wayan Suteja Neka, Anak Agung Gde Rai dan Hida Keiko. Kementerian Luar Negeri Jepang telah mengumumkan para penerima penghargaan tersebut pada 1 Desember 2020.
 
Penghargaan ini dianugerahkan atas jasa-jasa mereka dalam memberikan sumbangsih terhadap peningkatan saling pengertian antara Jepang dan Indonesia.
 
Lihat foto : Pande Wayan Suteja Neka
 
Pande Wayan Suteja Neka, Kepala Neka Art Museum Ubud, melalui Neka Art Museum yang didirikannya sejak tahun 1982, ia berpartisipasi dalam pameran-pameran kesenian Indonesia yang diselenggarakan di Jepang maupun sejumlah pameran karya seniman Jepang yang digelar di Neka Art Museum serta berpartisipasi dalam The Indonesia – Japan Friendship Festival pada tahun 1997. Sehingga dianggap telah memberikan sumbangsih bagi perkembangan seni budaya Jepang dan Indonesia khususnya Bali.
 
Kemudian Anak Agung Gde Rai, Direktur Agung Rai Fine Art Gallery Ubud yang juga pendiri Agung Rai Museum of Art (ARMA) Ubud selama 35 tahun berpartisipasi dalam sejumlah pameran kesenian Indonesia di Jepang dan pameran kesenian Jepang di galeri serta museum yang dikelolanya. Sehingga dianggap telah memberikan sumbangsih bagi peningkatan hubungan Jepang dan Indonesia melalui seni budaya.
Lihat foto: Anak Agung Gde Rai
Selanjutnya adalah Hida Keiko, Marketing Manager Royal Kirana Spa, di Bali lebih dikenal dengan nama Keiko Mandera adalah seniman yang memberikan sumbangsih kepada masyarakat Jepang di Bali dengan berperan aktif memperkenalkan kebudayaan tradisional Bali, baik kepada masyarakat Jepang maupun masyarakat Indonesia. 
 
Ia juga berpartisipasi pada pameran-pameran seni lukis dalam rangka merayakan tahun ke-60 Hubungan Diplomatik Jepang dan Indonesia pada tahun 2018 lalu. Melalui kegiatan-kegiatan seni budaya, pihaknya berkontribusi dalam peningkatan pemahaman dan saling pengertian antara Jepang dan Indonesia khususnya Bali.
 
Surat penghargaan akan diserahkan kepada para penerima penghargaan yang berasal dari Bali oleh Konsul-Jenderal Jepang di Denpasar dalam waktu dekat ini.
 
Selama ini banyak orang dan pihak yang berkiprah di berbagai bidang dan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan hubungan persahabatan antara Jepang dengan negara-negara lain, termasuk Indonesia. 
 
Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk menyampaikan apresiasi pemerintah Jepang atas jasa-jasa dari para individu maupun organisasi yang telah berkontribusi besar terhadap peningkatan hubungan persahabatan tersebut serta mengharapkan agar masyarakat Jepang maupun Indonesia dapat lebih memahami dan mendukung kegiatan-kegiatan mereka. 
wartawan
Ayu Eka Agustini

Kodam IX/Udayana Gelar Rapim TA 2026, Perkuat Sinergi TNI dan Rakyat Wujudkan Sishankamrata Bali Nusra

balitribune.co.id | Mangupura – Dalam upaya memperkuat sistem pertahanan semesta di wilayah Bali Nusra, Kodam IX/Udayana menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) TA 2026 dengan mengusung tema “Kodam IX/Udayana Hadir Untuk Rakyat Mewujudkan Sishankamrata Menuju Indonesia Maju.” Kegiatan strategis ini berlangsung di Balai Budaya Girinata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Rabu (18/2/2026), yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

Baca Selengkapnya icon click

Ketupat, Barongsai dan Canang, Cerita Akulturasi Alami Umat Tionghoa di Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Ribuan umat keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Kong Co Bio Tabanan dengan suasana akulturasi budaya Bali yang kental melalui penggunaan sarana canang dalam persembahyangan.

Selain dupa dan kue keranjang, kehadiran ornamen serta sesaji khas lokal ini menjadi simbol keharmonisan tradisi leluhur Tionghoa dengan budaya Hindu di Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.