Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Merasa Dibodohi Investor Galian C, Petani Lapor Polisi

Bali Tribune / MEMBERI KETERANGAN - I Kadek Dana petani asal Desa Sebudi, Kecamatan Selat didampingi penasihat hukumnya saat memberikan keterangan kepada awak media di Karangasem

balitribune.co.id | AmlapuraMalang menimpa seorang petani asal Banjar Yeha, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, kurangnya pendidikan membuat petani ini sangat gampang dibodohi oleh investor dan perantara yang mengajaknya bekerjasama memanfaatkan lahan seluas satu hektar milik petani tersebut untuk usaha galian C.

Kepada para awak media Karangasem, I Kadek Dana Rabu (1/12) mengungkapkan nasib apes yang menimpanya, hingga lahan perkebunan miliknya dikeruk secara besar-besaran untuk usaha galian C oleh investor yang mengajaknya kerjasama, dimana Kadek Dana sendiri sebagai pemilik lahan nyaris tidak mendapatkan bagian apapun dari pasir dan batu yang dikeruk dan dijual oleh investor tersebut.

Nasib malang yang dialami Kadek Dana tersebut berawal kedatangan lelaki berinisial IML sebagai perantara yang menawarkan agar lahan perkebunan miliknya tersebut dijadikan usaha galian C bekerjasama dengan salah satu investor berinisial R. Merasa tertarik dan berharap itu bisa merubah kondisi ekonomi keluarganya, Kadek Dana sebagai pemilik lahan akhirnya menyetujui tawaran IML tersebut.

Singkat cerita, Kadek Dana diajak ke salah satu notaris yang berkedudukan di Klungkung. Di Notaris tersebut Kadek Dana diminta untuk menandatangani surat kesepakatan kerjasama. Memang saat itu isi perjanjian dibacakan oleh notaris, hanya saja karena kurangnya pendidikan membuat kadek Dana tidak memahami isi kesepakatan kerjasama yang sejatinya sangat merugikan dia sebagai pemilik lahan.

“Saya diminta tandatangan dan setelah itu saya disuruh pulang,” ungkap Kadek Dana kepada awak media didampingi Penasihat Hukumnya, I Nengah Jimat SH.

Setelah itu investor pun mulai mengeruk lahan pekebunan miliknya tersebut sebagai usaha Galian C. Namun setelah beberapa bulan berjalan, Kadek Dana mulai merasakan ada yang janggal dimana dia sebagai pemilik lahan sama sekali tidak mendapatkan bagian apa-apa dari penjualan pasir dan batu di lahan miliknya tersebut. Parahnya lagi selain tidak mendapatkan bagian apa-apa dari penjualan pasir dan batu dari investor yang mengeruk lahannya tersebut, malah pihak investor juga meminta supaya pengurusan izin usaha galian C agar atas nama Kadek Dana.

Sadar ada kejanggalan dan dirinya tidak mendapatkan bagian apa-apa, Kadek Dana selaku pemilik lahan sempat meminta investor agar menghentikan penambangan di lahan miliknya itu dengan alasan izin belum diselesaikan. Bukannya mau berhenti, Kadek Dana justru mendapatkan intimidasi dan ancaman dari beberapa oknum agar dirinya tidak menghalani aktivitas investor yang meenggali pasir dan batu di lahannya tersebut.

Merasa mendapat intimidasi dan ancaman, Kadek Dana didampingi Penasihat Hukumnya akhirnya melapor ke Polres Karangasem pada Senin (29/11/2021) lalu.

I Nengah Jimat kepada awak media menyampaikan, sebelumnya usaha galian C di lahan milik kliennya itu sempat diggerebek polisi dan dipasangi garis polisi karena usaha galian C tersebut ilegal atau tidak berizin. Dan bahkan kliennya sempat dipanggil untuk dimintai keterangan di Polda Bali tanpa didampingi penasihat hukum. “Sempat dipasangi garis polisi, namun tidak lama kemudian tepatnya pada 28 Nopember lalu, investor kembali melakukan aktifitas penambangan di lahan milik klien kami itu,” sebut Nengah Jimat.

Terkait permasalahan ini, pihaknya telah bersurat ke Sat Pol PP, Polres Karangasem, Polsek Selat, Polda Bali hingga ke Mabes Polri, agar masalah ini mendapatkan perhatian dan penanganan. Namun sampai saat ini belum ada tindakan atau upaya hukum apapaun dari Polisi maupun Sat Pol PP, padahal menurutnya usaha galian tersebut belum berizin alias bodong.

Karena belum mendapat respon, akhirnya Kliennya membuat laporan ke Polres Karangasem. “Ini merupakan delik umum karena ada pelanggaran hukum, selain itu juga sudah ada pengaduan, jadi semestinya Polda Bali atau Polres Karangasem segera bertindak,” lontarnya.

Dijelaskannya, mengenai isi perjanjian, kliennya sama sekali tidak tahu isi perjanjian kerja sama yang ditandatangani tersebut. Itu pun baru diterimanya saat ada penggerebekan polisi, pertengahan 2021 dalam bentuk salinan. “Kami sudah bersurat ke Notaris bersangkutan untuk meminta yang asli, tapi justru tak diberikan,” ungkapnya.

Belakangan diketahui jika dalam isi perjanjian ternyata kliennya sebagai pemilik lahan sama sekali tidak mendapat sepeser pun atas hasil galian pasir dan batu. Sebaliknya untuk pasir investor dalam perjanjian itu mendapat bagian 75 persen, dan perantaranya IML selaku pengelola mendapat 25 persen. Untuk hasil pemecahan batu, investor mendapatkan bagian 80 persen, IML selaku pengelola mendapatkan bagian 20 persen sementara Kadek Dana sebagai pemilik lahan hanya mendapatkan “Zonk” alias tidak dapat apa-apa.

“Nah klien kami sebagai pemilik lahan dalam perjanjian itu, baru akan mendapatkan bagian sebesar 70 persen investor 20 persen dan pengelola 10 persen, jika ditemukan batu tabas. Sementara disana kan tidak ada batu tabasnya,” pointnya, dan mengatakan jika pihaknya menilai ada upaya perampasan harta secara halus melalui perjanjian yang diduga poinnya sudah dikondisikan sejak awal.

"Klien kami seolah dibodohi dengan isi perjanjian. Saat di notaris, klien kami diminta tanda tangan, setelah itu diminta pulang, ya pulang. Saat meminta aktivitas dihentikan, klien kami dituding melanggar perjanjian yang sudah disepakati," bebernya. Nengah Jimat juga menyebutkan kliennya kini disomasi karena dituding telah melarang galian selama Juli-Agustus lalu, sehingga investor dirugikan sebesar Rp 746 juta.

wartawan
AGS
Category

DPRD Tabanan Pertanyakan RDTR Baru Tuntas di 3 Kecamatan

balitribune.co.id I Tabanan -  Jajaran DPRD Tabanan mempertanyakan lambannya proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sembilan kecamatan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan RTRW.

Pasalnya, hingga saat ini dokumen tata ruang yang tuntas baru mencakup tiga kecamatan, sementara sisanya dinilai mandeg tanpa kejelasan pasti. Tiga wilayah yang sudah memiliki RDTR tersebut meliputi Kecamatan Kediri, Tabanan, dan Selemadeg Barat.

Baca Selengkapnya icon click

KMP Nusa Jaya Abadi Tak Beroperasi, Kendaraan Tujuan Nusa Penida Antre Hingga 2 Hari

balitribune.co.id I Amlapura - Tidak beroperasinya kapal KMP. Nusa Jaya Abadi atau Kapal Roro berdampak pada aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Puluhan kendaraan truk, Pick Up dan kendaraan pribadi harus antre lebih dari dua hari di Pelabuhan Padang Bai, untuk bisa  menyeberang ke Nusa Penida, karena rute penyeberangan Padang Bai-Nusa Penida saat ini hanya dilayani oleh satu kapal yakni Kapal LCT.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ombak Terbaik dan Menantang, Pantai Medewi Jadi Magnet Surfing Dunia

balitribune.co.id | Negara - Deru ombak Samudra Hindia bergulung teratur menghantam pesisir barat Pulau Dewata. Di bawah terik surya, gemuruh air laut berpadu dengan sorak-sorai penonton yang memadati Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan pada Minggu (9/8/2026). Ratusan peselancar dari berbagai penjuru nusantara berkompetisi menaklukan ombak terbaik dan menantang.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Minta Pejuang Dialisis Tetap Semangat Jalani Pengobatan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meminta pasien yang menjalani terapi dialisis untuk tetap semangat dan tidak berputus asa. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Sarasehan Pejuang Dialisis yang digelar RSD Mangusada di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (9/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Start dari Celukan Bawang, 19 Regu Tantang Rute 45 Km Gerak Jalan HUT RI ke-81

balitribune.co.id I Singaraja - Sebanyak 19 regu mengikuti Lomba Gerak Jalan 45 Kilometer Tingkat Dewasa Putra yang digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lomba resmi dimulai dari Lapangan Sepak Bola Desa Celukan Bawang, Sabtu (8/8/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Jaga Harga dan Pasokan, 1.150 Ton Beras Digelontor ke Ritel Modern

balitribune.co.id I Denpasar - Masyarakat Bali tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras dalam beberapa bulan ke depan. Perum BULOG Kantor Wilayah Bali memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bulan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.