Mia Tresetyani Kru Sriwijaya Air dari Bali, Jasa Raharja Langsung Menginventaris Kerabat | Bali Tribune
Diposting : 10 January 2021 13:02
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / MENGINVENTARIS - Petugas Jasa Raharja Cabang Bali saat menginventaris keluarga kru pesawat Sriwijaya Air asal Bali, Mia Tresetyani yang dinyatakan jatuh
balitribune.co.id | DenpasarPesawat jenis Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air SJY-182 yang hilang kontak pada Pukul 14.55 WITA dinyatakan jatuh, Sabtu (9/1). Peristiwa naas ini membawa duka mendalam bagi keluarga korban.
 
Pesawat yang diperkirakan jatuh disekitar Kepulauan Seribu merupakan kabar duka dari industri penerbangan di Tanah Air. Hingga kini tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap pesawat dan para korban. 
 
Seperti diketahui, pesawat tersebut melakukan penerbangan rute Jakarta-Pontianak yang membawa 62 orang, terdiri dari 50 penumpang, 6 kru aktif dan 6 ektra kru. Sebanyak 50 penumpang, terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi. 
 
Salah seorang awak pesawat yaitu Mia Tresetyani Wadu merupakan salah satu korban tragedi jatuhnya Sriwijaya Air yang berasal dari Bali. Mia diketahui beralamat di Denpasar, Bali. Dilihat dari akun facebooknya, Mia merupakan alumni SMA Negeri 6 Denpasar, dan SMP Negeri 9 Denpasar. 
 
Petugas PT. Jasa Raharja Cabang Bali pada Minggu (10/1) telah mendatangi kediaman Mia di Jalan Tukad Gangga Gang Tirta Gangga, Denpasar. Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Cabang Bali, Lalu Saripudin saat ke rumah Mia Tresetyani bertemu langsung dengan Zet Wadu (ayah), dan Ardi (kakak) dari kru pesawat naas tersebut. 
 
Kepala Sub Bagian Sumbangan Wajib dan Humas PT. Jasa Raharja Cabang Bali, Syaiful Anwar menyatakan bahwa langkah yang dilakukan adalah penelusuran terhadap rumah salah seorang korban insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.
 
"Tujuan kami adalah untuk menelusuri kebenaran tentang informasi ada tidaknya yang berasal dari Bali, itu yang kami lakukan, kebenaran dan pendataan ini kami lakukan sesuai dengan arahan Direktur Utama," ungkapnya. Pihak keluarga masih syok dan pasrah namun tetap menunggu hasil pencarian.